Dalam berbisnis itu, terutama yang bukan sekedar jualan, ada 3 ketrampilan yang perlu dimiliki seorang entrepreneur. Pertama adalah membuat produk atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita bisa saja pintar membuat produk atau jasa, tapi kalau tidak dibutuhkan masyarakat juga percuma. Umumnya. banyak orang memulai usaha karena produk atau jasa yang dibuatnya itu awalnya digunakan oleh dirinya sendiri. Misalnya: menjahit baju untuk keperluannya sendiri, memasak untuk keluarganya, dll.
Itu ketrampilan pertama yang perlu dimiliki. Kalau bisnis Anda adalah toko atau jualan, maka ketrampilan yang ini bisa diabaikan.
Ketrampilan kedua adalah ketrampilan menjual. Percuma bisa buat produk atau jasa namun tidak bisa jualan. Ketrampilan menjual ini penting sebab di luaran pasti juga ada pihak lain yang menawarkan produk atau jasa serupa. Jadi Anda harus bisa menjual. Artinya membuat orang membeli produk atau jasa Anda. Anda tidak bisa hanya berdiam diri saja menanti orang datang membeli produk atau jasa Anda. Anda harus bisa jualan. Kalau produk atau jasa Anda benar-benar dibutuhkan, memang bisa saja ada yang datang sendiri untuk membelinya. Tapi, menjual itu harus dilakukan. Itu butuh ketrampilan tersendiri.
Banyak kegagalan bisnis karena yang punya usaha tidak bisa jualan, tidak mau jualan, gengsi, malu, takut ditolak, nggak punya nyali untuk jualan. Jadi, bisa bikin tapi tidak bisa jualan, juga akan membawa kegagalan.
Yang ketiga, ini yang juga sangat-sangat penting sebab kalau ketrampilan yang ketiga ini diabaikan, juga bisa membuat bisnis kita berantakan. Apakah itu? Yang tak kalah pentingnya adalah ketrampilan mengumpulkan uang.
Kalau Anda sudah bisa jualan, Anda akan mendapatkan uang. Tapi... tidak semua orang memiliki ketrampilan mengumpulkan uang. Ibarat nasihat orang jaman dulu, kumpulkan sen demi sen...
Pepatah mengatakan dikit dikit lama-lama jadi bukit
Ketrampilan mengumpulkan ini tidak semua orang bisa. Ada yang boros, ada yang kurang sabar sehingga terlalu cepat mengembangkan bisnisnya padahal belum saatnya. Anda mesti bisa mengumpulkan uang (collecting money) dengan baik.
Kalau Anda punya ketiga ketrampilan ini, bisa membuat produk atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, mampu menjualnya dengan baik serta bisa mengumpulkan pendapatan dengan maksimal. pasti bisnis Anda akan lebih berumur panjang dan bisa berkembang.
Banyak usaha yang jalan di tempat, tidak bisa berkembang, adalah karena pemiliknya tidak bisa mengumpulkan uang dengan baik.
7 Des 2015
3 Des 2015
Kelas Online: Mengelola Usaha Warung Makan
Anda ingin membuka usaha warung makan? Ada sebuah buku yang menurut saya bagus dan praktis bagi yang ingin membuat warung makan. Buku ini berjudul "Sukses Mengelola Usaha Warung Makan" ditulis oeh Wulan Ayodya.
Warung makan merupakan usaha skala kecil yang menjual makanan. Kebanyakan warung makan merupakan tempat makan yang sederhana dan dikunjungi oleh kalangan menengah ke bawah. Tetapi banyak pula kalangan kelas menengah ke atas yang makan di sini. Ciri khas warung makan adalah adanya tempat makan dengan ruang dan perabot yang sederhana. Meskipun demikian, banyak warung makan yang menyajikan makanan dengan rasa yang sangat enak dan biasanya dijual dengan harga yang murah.
Saya mencoba membacakan garis besar isi buku ini, bisa dilihat dalam rangkaian seri 8 (delapan) video yang saya buat di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya silahkan beli bukunya langsung.
Bagian 1: Jenis-jenis warung makan
Bagian 2: Tujuh langkah memulai usaha warung makan.
Bagian 3: Survei Pasar & Lokasi, Modal dan Pemasaran
Bagian 4: Tenaga kerja untuk warung makan
Bagian 5: Modal warung makan
Bagian 6: Tips memilih lokasi dan penentuan harga jual
Bagian 7: Pengelolaan Usaha dan Pelayanan Pelanggan
Bagian 8 (terakhir): Mengatasi keluhan pelanggan
Buku ini sangat cocok bagi mereka yang sedang berada pada tahap awal untuk membuka usaha ini. Selain itu, buku ini juga bisa digunakan sebagai panduan bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia ini, tapi ingin mencari informasi tambahan mengenai bisnis mereka untuk mengembangkan usaha.
Semoga bermanfaat.
Warung makan merupakan usaha skala kecil yang menjual makanan. Kebanyakan warung makan merupakan tempat makan yang sederhana dan dikunjungi oleh kalangan menengah ke bawah. Tetapi banyak pula kalangan kelas menengah ke atas yang makan di sini. Ciri khas warung makan adalah adanya tempat makan dengan ruang dan perabot yang sederhana. Meskipun demikian, banyak warung makan yang menyajikan makanan dengan rasa yang sangat enak dan biasanya dijual dengan harga yang murah.
Saya mencoba membacakan garis besar isi buku ini, bisa dilihat dalam rangkaian seri 8 (delapan) video yang saya buat di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya silahkan beli bukunya langsung.
Bagian 1: Jenis-jenis warung makan
Bagian 2: Tujuh langkah memulai usaha warung makan.
Bagian 3: Survei Pasar & Lokasi, Modal dan Pemasaran
Bagian 4: Tenaga kerja untuk warung makan
Bagian 5: Modal warung makan
Bagian 6: Tips memilih lokasi dan penentuan harga jual
Bagian 7: Pengelolaan Usaha dan Pelayanan Pelanggan
Bagian 8 (terakhir): Mengatasi keluhan pelanggan
Buku ini sangat cocok bagi mereka yang sedang berada pada tahap awal untuk membuka usaha ini. Selain itu, buku ini juga bisa digunakan sebagai panduan bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia ini, tapi ingin mencari informasi tambahan mengenai bisnis mereka untuk mengembangkan usaha.
Semoga bermanfaat.
22 Nov 2015
Apa beda sales dan marketing?
Banyak perusahaan membuka lowongan marketing, tapi ternyata tugasnya sebenarnya adalah melakukan penjualan. Atau, orang banyak yang sering mencampuradukkan antara fungsi penjualan dengan pemasaran (marketing). Ada yang bilang marketing itu pasif, sementara selling itu aktif. Atau marketing itu di bagian dalam sementara sales di luar. Kalau marketing itu harus banyak mendengarkan, sementara sales banyak berbicara. Sebenarnya antara sales dan marketing adalah dua hal yang berbeda. Di manakah letak perbedaannya?
Kalau bisa saya beri gambaran secara umum, bedanya seperti ini. Kalau semisal Anda mau beli sebuah handphone, maka tentunya Anda punya kriteria HP yang hendak dibeli. Mungkin Anda tahu ada beberapa merk terkenal dan tipe yang sangat bagus. Tapi bisa jadi HP tersebut tidak cocok untuk Anda karena harga yang ditawarkan tidak pas. Demikian juga ada HP yang sangat murah, tapi tidak juga cocok. Artinya, Anda akan punya kisaran harga yang sesuai dengan HP yang diinginkan. Misalnya, Anda memilih merk "ABC", pertanyaannya adalah kenapa memilih merk itu? Nah, inilah tugas bagian marketing. Tujuan utama marketing adalah melakukan positioning. Apa itu? Positioning adalah bagaimana meletakkan produk ke benak pelanggan. Marketing dikatakan berhasil kalau di benak pelanggan yang ditarget, telah terjadi positioning tersebut.
Contoh lain, Anda ingin beli laptop. Merk apa yang muncul di benak Anda yang ingin Anda miliki? Itulah keberhasilan marketing. Karena dalam marketing melibatkan soal harga, promosi, tempat (place) dan produk. Contoh lain, Anda mau ke minimarket, ke manakah Anda pergi? 7 eleven? Indomaret? Toko biasa? Yang muncul di benak Anda dan membuat Anda ingin pergi, itulah keberhasilan marketing.
Lalu? Apa bedanya dengan sales? Sales bertujuan supaya orang membeli produk mereka. Marketing tidak bisa dibilang lebih luas cakupan daripada sales. Kedua hal ini sama sekali berbeda. Sekali lagi, Sales tujuannya adalah supaya orang membeli produknya. Jadi, kalau misalnya Anda dalam benak sudah senang dengan merk HP tertentu dan butuh ingin beli sebuah HP. Maka Anda pergi ke sebuah toko. Di sana, setelah ditawari macam-macam, ternyata Anda membeli merk yang lain, yang mungkin sebelumnya tidak pernah Anda pikirkan atau bayangkan bakal membelinya. Inilah keberhasilan seorang sales. Bahkan bisa saja, Anda tidak berencana membeli, tapi tiba-tiba tergerak membeli. Misalnya, tak ada rencana belanja, tapi lewat sebuah toko, bertuliskan diskon besar-besaran, 80% misalnya. Lantas Anda beli. Itu adalah bagian dari program penjualan. Anda tidak tertarik beli sesuatu, tapi karena penjualnya menarik, tampan atau cantik, bisa saja kemudian Anda kena rayu dan beli. Inilah bedanya.
Kalau Anda ke sebuah toko mau beli susu merk tertentu untuk anak, dan di sana ada SPG (sales promotion girl) dari susu merk lain. Kalau dia SPG yang handal, dia bisa membelokkan Anda untuk membeli susu merknya. Mungkin dengan menyampaikan manfaat, keunggulan dan hal lainnya. Bisa jadi Anda mengatakan, saya tidak mungkin membeli susu yang lain untuk anak saya. Itu berarti, Anda belum bertemu dengan seorang sales yang hebat.
Jadi, beda sales dan marketing bukan pada yang sales di luar sementara marketing di dalam. Bukan juga marketing itu lebih luas cakupannya. Marketing bertujuan agar produk atau toko atau usaha kita tertanam di benak pelanggan (atau calon pelanggan). sementara sales adalah berusaha membuat orang membeli produk/jasa yang dijualnya. Sales yang baik bisa membuat orang tertarik membeli, meski orang itu awalnya tidak berniat membeli merk tersebut. Fasilitas seperti garansi (layanan purna jual), fasilitas layanan antar, itu adalah program penjualan, bukan marketing. Marketing berusaha menentukan siapa target pelanggannya (customer segment yang disasar), lalu membuat produk yang sesuai. Dengan demikian, jangan sampai produk itu diluncurkan di pasar yang salah. Namun sales yang hebat, dia bisa menjual kepada siapa saja. Misalnya, saya bukan penggemar HP merk Apple. Brand Apple tidak cocok untuk saya. Tentu saya punya banyak alasan. Tapi kalau ada sales yang hebat, bisa saja kemudian membelinya. Contoh lain, program asuransi ditujukan kepada orang yang butuh rasa aman dan proteksi. Meski saya tahu manfaatnya, mungkin saya merasa saya tidak perlu beli asuransi. Atau, kalau ada program marketing yang bagus dan berhasil, mungkin di benak saya akan ada asuransi yang saya sukai, meski saya tetap saja belum tentu membelinya. Nah, sales yang hebat, bisa membuat saya membeli program asuransinya.
Kalau bisa saya beri gambaran secara umum, bedanya seperti ini. Kalau semisal Anda mau beli sebuah handphone, maka tentunya Anda punya kriteria HP yang hendak dibeli. Mungkin Anda tahu ada beberapa merk terkenal dan tipe yang sangat bagus. Tapi bisa jadi HP tersebut tidak cocok untuk Anda karena harga yang ditawarkan tidak pas. Demikian juga ada HP yang sangat murah, tapi tidak juga cocok. Artinya, Anda akan punya kisaran harga yang sesuai dengan HP yang diinginkan. Misalnya, Anda memilih merk "ABC", pertanyaannya adalah kenapa memilih merk itu? Nah, inilah tugas bagian marketing. Tujuan utama marketing adalah melakukan positioning. Apa itu? Positioning adalah bagaimana meletakkan produk ke benak pelanggan. Marketing dikatakan berhasil kalau di benak pelanggan yang ditarget, telah terjadi positioning tersebut.
Contoh lain, Anda ingin beli laptop. Merk apa yang muncul di benak Anda yang ingin Anda miliki? Itulah keberhasilan marketing. Karena dalam marketing melibatkan soal harga, promosi, tempat (place) dan produk. Contoh lain, Anda mau ke minimarket, ke manakah Anda pergi? 7 eleven? Indomaret? Toko biasa? Yang muncul di benak Anda dan membuat Anda ingin pergi, itulah keberhasilan marketing.
Lalu? Apa bedanya dengan sales? Sales bertujuan supaya orang membeli produk mereka. Marketing tidak bisa dibilang lebih luas cakupan daripada sales. Kedua hal ini sama sekali berbeda. Sekali lagi, Sales tujuannya adalah supaya orang membeli produknya. Jadi, kalau misalnya Anda dalam benak sudah senang dengan merk HP tertentu dan butuh ingin beli sebuah HP. Maka Anda pergi ke sebuah toko. Di sana, setelah ditawari macam-macam, ternyata Anda membeli merk yang lain, yang mungkin sebelumnya tidak pernah Anda pikirkan atau bayangkan bakal membelinya. Inilah keberhasilan seorang sales. Bahkan bisa saja, Anda tidak berencana membeli, tapi tiba-tiba tergerak membeli. Misalnya, tak ada rencana belanja, tapi lewat sebuah toko, bertuliskan diskon besar-besaran, 80% misalnya. Lantas Anda beli. Itu adalah bagian dari program penjualan. Anda tidak tertarik beli sesuatu, tapi karena penjualnya menarik, tampan atau cantik, bisa saja kemudian Anda kena rayu dan beli. Inilah bedanya.
Kalau Anda ke sebuah toko mau beli susu merk tertentu untuk anak, dan di sana ada SPG (sales promotion girl) dari susu merk lain. Kalau dia SPG yang handal, dia bisa membelokkan Anda untuk membeli susu merknya. Mungkin dengan menyampaikan manfaat, keunggulan dan hal lainnya. Bisa jadi Anda mengatakan, saya tidak mungkin membeli susu yang lain untuk anak saya. Itu berarti, Anda belum bertemu dengan seorang sales yang hebat.
Jadi, beda sales dan marketing bukan pada yang sales di luar sementara marketing di dalam. Bukan juga marketing itu lebih luas cakupannya. Marketing bertujuan agar produk atau toko atau usaha kita tertanam di benak pelanggan (atau calon pelanggan). sementara sales adalah berusaha membuat orang membeli produk/jasa yang dijualnya. Sales yang baik bisa membuat orang tertarik membeli, meski orang itu awalnya tidak berniat membeli merk tersebut. Fasilitas seperti garansi (layanan purna jual), fasilitas layanan antar, itu adalah program penjualan, bukan marketing. Marketing berusaha menentukan siapa target pelanggannya (customer segment yang disasar), lalu membuat produk yang sesuai. Dengan demikian, jangan sampai produk itu diluncurkan di pasar yang salah. Namun sales yang hebat, dia bisa menjual kepada siapa saja. Misalnya, saya bukan penggemar HP merk Apple. Brand Apple tidak cocok untuk saya. Tentu saya punya banyak alasan. Tapi kalau ada sales yang hebat, bisa saja kemudian membelinya. Contoh lain, program asuransi ditujukan kepada orang yang butuh rasa aman dan proteksi. Meski saya tahu manfaatnya, mungkin saya merasa saya tidak perlu beli asuransi. Atau, kalau ada program marketing yang bagus dan berhasil, mungkin di benak saya akan ada asuransi yang saya sukai, meski saya tetap saja belum tentu membelinya. Nah, sales yang hebat, bisa membuat saya membeli program asuransinya.
16 Nov 2015
Kelas Online: Pengantar Manajemen Bisnis
Yang dipelajari selama 5 bulan:
1. Konsep dasar Manajemen Bisnis
2. Kepemimpinan & Entrepreneurship
3. Pengertian dan Bentuk Usaha
4. Fungsi-Fungsi Manajemen
5. Konsep Dasar Pemasaran
6. Perilaku Konsumen
7. Dasar Manajemen Keuangan
8. Pembelanjaan dan Modal
9. Perilaku Organisasi
10. Analisis Lingkungan Bisnis
11. Komunikasi Bisnis dan Networking
12. Tanggung Jawab dan Etika Bisnis
13. Manajemen Risiko
14. Inovasi dan Pertumbuhan
15. Manajemen Perubahan
Segera daftar, kelas dimulai 2 Desember 2015:
www.akademiwirausaha.com/pendaftaran.html
Kelas online menggunakan Edmodo untuk belajar.
Petunjuk mendaftar jika menggunakan HP:
1. Konsep dasar Manajemen Bisnis
2. Kepemimpinan & Entrepreneurship
3. Pengertian dan Bentuk Usaha
4. Fungsi-Fungsi Manajemen
5. Konsep Dasar Pemasaran
6. Perilaku Konsumen
7. Dasar Manajemen Keuangan
8. Pembelanjaan dan Modal
9. Perilaku Organisasi
10. Analisis Lingkungan Bisnis
11. Komunikasi Bisnis dan Networking
12. Tanggung Jawab dan Etika Bisnis
13. Manajemen Risiko
14. Inovasi dan Pertumbuhan
15. Manajemen Perubahan
Segera daftar, kelas dimulai 2 Desember 2015:
www.akademiwirausaha.com/pendaftaran.html
Kelas online menggunakan Edmodo untuk belajar.
Petunjuk mendaftar jika menggunakan HP:
Jangan abaikan ilmu manajemen
Menurut Michael E. Gerber dala, bukunya "The E-Myth, Why Most Small Businesses Don't Work and What to Do About It ", ada 3 ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang yang menjalankan usaha. Pertama adalah ketrampilan di bidang teknisnya. Artinya, seorang yang jualan makanan harus tahu seluk beluk memasak. Yang jadi perias juga harus tahu cara merias. Artinya tahu betul tentang cara melakukan kegiatan usahanya.Yang kedua adalah kemampuan entrepreneurshipnya. Di sini adalah kemampuan melihat peluang, keberanian mengambil resiko serta inovasi ditambah ketrampilan menjual. Entrepreneurship diperlukan untuk memulai sebuah usaha.
Nah, yang ketiga yang sering dilupakan adalah kemampuan manajemen. Yang ketiga ini sering diabaikan karena memang banyak yang tidak mau mempelajarinya. Maunya segera action. Padahal ini pondasinya menjalankan bisnis. Akibatnya, menghadapi persaingan bisnis, seringkali gagal. Tidak bisa mengelola usaha dengan baik. Banyak kebocoran di sana-sini. Banyak usaha yang tutup di tahun pertama karena pemiliknya tidak memahami ilmu dan ketrampilan manajemen. Jadi, sebelum itu terjadi, jangan mengabaikan ilmu manajemen.
24 Agu 2015
Dynamic People Skills
Dynamic People Skills
Developing Relationships That Develop Success
By: Dexter Yager
Characteristics of an immature person
- Living in the immediate
- Short on discipline
- Dominated by emotions
- Limited knowledge without knowledge of the limits
- Operating from a sentimentality base, not a reality base
- Sexually absorbed
- Identity sensitive
Ten Obstacles to personal change
- Get rid of the “Positive Cover”
- Avoid the “Hidden Hooks” of Life
- Let go of your “comfort blanket”
- Give up deceptive desires
- Quit being suspicious of change
- Spring the trap of small thinking
- Don’t ignore the passing of time
- Avoid fantasy-filled failure
- Destroy lethal laziness before it destroy you
- Quit sabotaging yourself by focusing on yourself
Positive patterns for success: Personal nonnegotiables
- Health
- Family and friends
- Morality
- Spiritual life
Developing Principles for successful living
- Make friends with the realities of life
- Take responsibility for your action – and your reactions
- Choose inspiring role models
- Get excited by the posibilities
- Get a direction and a mission
- Practice forgiveness
- Maintain sensible security
- Balance time with people and time alone
- Live in obedience to God
Productivity guidelines
- Know and control your aggravation scale
- Be willing to stretch
- Ride the emotional flow of your life
- Declare war on personal weakness
- Keep your promises
Twenty one Dynamic People Skills
- Practice a friendly flexibility
- Broadcast positive body language
- Keep your voice pleasant
- Express convictions appropriately
- Listen Attentively
- Be prepared
- Be autenthic
- Find a connection
- Build bridges
- Be empathetic
- Stand firm
- Defuse conflict
- Focus on a solution
- Use a “Can you help me?” approach
- Practice the “duck response”
- Develop a sense of humor
- Express genuine praise and appreciation
- Exude Happiness
- Make change easy
- Becoma a storyteller
- Pray with and for people
What motivates people
- Desire for respect
- A sense of legacy
- Need for financial security
The Pursuit of Pleasure
- Unreached golas of childhood
- Desire for power
- Desire for good health
- Desire to please God
- Helping others
- The joy of life itself
Motivation murderers
- Withdrawal from relationship
- Loss of energy
- Moral muck
- Surrendering to doubt
- Trying to be somebody else
- Gorillas from the past
- Laziness and pessimism
- Guilt
Staying Motivated
- Focus on your dream
- Remember who you influence
- Remember honor and duty
- Keep good role models in front of you
- Get your daily surge
- Jus do it!
Deal with regret:
Sources of regret
- Emotional baggage
- Halfheartedness
- Deliberately hurting someone
- Missed opportunities
- Not taking care of yourself
- Financial missteps
- Relationship blunders
- Unfulfilled personal expetations
Why it’s hard to deal with regret?
- Fear of personal guilt
- Fear of ongoing damage
- Fear of emotional exhaustion
- Powerless depression
- Spontanious anger
How to handle regret
- Make a clean sweep
- Commit to forward focus
- Be your own best friend
- Develop a desciplined memory
- Practice thankfulness
- Concentrate of giving
- Acknowledge a spiritual base
- Believe on yourself
Seven reasons people reject you
- You’ve become a threat to their lack of performance
- Jealousy
- Reluctance to change
- Misconceptions
- Mistrust
- Dislike
- Experiences of personal rejection and disappointment
How rejection affects you
- It causes you to soubt your judgment
- It challenges relationships you thought
- It feed your natural insecurity
- It cracks your confidence
- It attacks your most basic motivation
How Not to respond to rejection
- Rapid retreat
- Sellout to self-doubt
- Camouflage compromise
- Approval pursuit
- Becoming a turtle
- Recycling the rejection
- Rejection reflection
Right ways to respond to rejection
- Spiritual clarity
- Battle training
- A love of excellence
- True grit
True grit give you three things:
- Emotional control
- Mental discipline
- The power of chosen optimism
How’s your ego doing?
- You feel secretly hurt or resentful when other people are recognized or rewarded
- You tend to resist new information
- You talk about yourself too much
- You tend to de-edify other people
- You resist constructive feedback
- You treat the laws of God Lightly
How to retain humility
- Never lose your sense of wonder at what you’re learning from others
- Cultivate gratefullness
- Make people your priority
- Learn to see yourself from God’s perspective
Eliminate negative patterns
Negative Relationship patterns
- Temperamentalism
- Response laziness
- Reaction ruts
- Relational fantasies
- Operating from assumptions, not facts
- Pouring negatives onto others\
- Manipulation games
- Attack of the raptor
Changing negative patterns
- Don’t be trapped by perfectionism
- Don’t ignore your vulnerabilities
- One other thing to avoid
The Humanistic View of People
- Life is primarily a physical phenomenon
- People are simply an advanced form og animal life
- People are morally neutral
- People are environmentally controlled and developed
Negative emotions
- Fear
- Worry
- Anger
- Depression
- Hatred
Positive emotions
- Desire
- Confidence
- Excitement
- Happiness
- Love
How emotions work?
- Emotions are responders – not inisiators
- Emotions follow an ebb-and-flow pattern
- Emotion have only the power you give
- Emotions can be mistaken
Mastering your emotions
- Understand them
- Accept them
- Control them
Wrong reasons for dating
- Sex
- Status
- Social preassure
Right reasons for dating
- To honor God
- To build up the orthe person
- For personal development
- To prepare for marriage
Vital quality in the person you date
- Respect
- Good manners
- Emotional stability
- Sense of humor
- Thins in common
- Strong identity
- Be the right kind of person yourself
Communication blockages
- Controlling
- Crushing
- Ridiculing
- Negative comparisons
- Extracurricular satisfaction
- Lack of responsibility and discipline
- Inability to accept reality
- Living by lies
How to restore intimacy
- Respect your partner
- Act and speak with honesty
- Lead in love
- Protect your source
- Dream together an celebrate
- Make sex a priority
- Be united spiritually
8 Agu 2015
7 hal penting dalam perjalanan menggapai sukses
Banyak orang ingin sukses, tapi
maunya dengan cara yang instan,
akibatnya justru sering gagal. Ada 7 hal yang perlu
diperhatikan dalam perjalanan
menggapai sukses. Apa sajakah itu?
Pertama adalah impian. Orang tanpa impian tak akan tahu mau kemana arah tujuan hidupnya. Kita perlu punya sesuatu yang sangat kita idamkan atau harapkan. Ingat, impian tidak sama dengan mimpi. Jadi, jangan bermimpi tapi milikilah impian yang sangat ingin kita wujudkan.
Ada yang bilang, kalau berangan-angan jangan terlalu tinggi, nanti kalau jatuh akan sakit. Tapi, jangan juga terlalu rendah, sebab hal itu nantinya akan membuat kita tidak bersemangat dan cenderung bersantai-santai. Miliki impian yang besar, sebab tanpa begitu kita akan hidup bagai jalan di tempat. Proklamator Bangsa Indonesia, Ir Soekarno pernah berkata, ""Gantungkan cita-cita mu setinggi langit!"
Kita tahu bahwa impian kita itu pasti tidak mudah untuk mencapainya. Tapi kita jangan sampai kehilangan keyakinan. Miliki kepercayaan bahwa Tuhan pasti menyertai perjalanan hidup kita. Miliki juga keteguhan hati, yakin dan tidak ragu-ragu. Jangan mudah terbelokkan karena kita sendiri merasa tidak yakin akan tujuan yang hendak dicapai.
Nah, hal berikutinya, yang ketiga adalah ilmu. Tanpa ilmu kita tidak tahu harus bagaimana jika menghadapi masalah atau ingin mengerjakan sesuatu. Ada nasihat yang mengatakan, jangan buang hari-hari Anda tanpa mempelajari sesuatu, karena itu berarti menutup hari dengan kegagalan. Semakin banyak ilmu yang anda pelajari, semakin mudah bagi anda memahami ilmu yang lainnya. Untuk itu, belajarlah hal-hal kecil setiap hari, namun rutin setiap hari. Lakukan peningkatan kecil setiap hari, dan akan menjadi berarti sangat banyak di tahun-tahun yang akan datang.
Anda ingin sukses? Anda harus berusaha. Sukses tidak akan datang sendiri. Bahkan orang yang sangat beruntungpun melakukan usaha atau berikhtiar. Tak ada orang yang hanya berdiam diri atau bermalas-malasan akan menjadi sukses. Berikhtiar bisa dalam berbagai cara dan bentuk. Berusaha untuk mengumpulkan ilmu, modal, teman, atau apa saja yang baik. Untuk ini memang perlu prioritas, mana yang harus dikerjakan dan yang tidak. Hal yang kiranya membawa pengaruh buruk sebaiknya dihindari.
Lalu, banyak orang bekerja namun merasa berat melakukannya. Kunci kesuksesan adalah ikhlas. Melalui iklas kita akan bekerja dengan sepenuh hati. Kita akan siap untuk bekerja keras. Orang lain akan melihat dan menilai apa yang kita kerjakan. Ini akan membawa kita pada peluang-peluang baru karena orang melihat kesungguhan hati kita.
Hal yang keenam, dalam hidup kita perlu melakukan dengan sebaik mungkin. Do your best. Lakukan yang terbaik. Jadilah sempurna atau ihsan. Kalau kita mengerjakan dengan biasa saja, maka tak akan ada bedanya dengan yang lain. Kita perlu melakukan lebih dari yang lain, baik melalui kerja keras dan kerja cerdas. Inovasi perlu dilakukan untuk lebih baik.
Akhirnya yang ketujuh adalah istiqomah. Kerjakan segala sesuatunya secara konsisten. Dengan daya juang yang baik serta komitmen yang tinggi, niscaya apa yang kita lakukan akan membawa pada kesuksesan. Kesuksesan tidak selalu berarti harta berlimpah, tapi bisa juga hidup bahagia, berkecukupan dan apa yang kita lakukan memberi manfaat yang besar bagi banyak orang.
Demikianlah ketujuh hal yang perlu kita perhatikan, lakukan dan jadikan kebiasaan hidup agar membuat perjalanan kita menggapai sukses bisa lebih baik. Kalau kita ulang, ketujuh hal itu adalah:
Akhirnya, barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil.
Semoga bermanfaat.
nur agustinus
8 Agustus 2015
Pertama adalah impian. Orang tanpa impian tak akan tahu mau kemana arah tujuan hidupnya. Kita perlu punya sesuatu yang sangat kita idamkan atau harapkan. Ingat, impian tidak sama dengan mimpi. Jadi, jangan bermimpi tapi milikilah impian yang sangat ingin kita wujudkan.
Ada yang bilang, kalau berangan-angan jangan terlalu tinggi, nanti kalau jatuh akan sakit. Tapi, jangan juga terlalu rendah, sebab hal itu nantinya akan membuat kita tidak bersemangat dan cenderung bersantai-santai. Miliki impian yang besar, sebab tanpa begitu kita akan hidup bagai jalan di tempat. Proklamator Bangsa Indonesia, Ir Soekarno pernah berkata, ""Gantungkan cita-cita mu setinggi langit!"
Kita tahu bahwa impian kita itu pasti tidak mudah untuk mencapainya. Tapi kita jangan sampai kehilangan keyakinan. Miliki kepercayaan bahwa Tuhan pasti menyertai perjalanan hidup kita. Miliki juga keteguhan hati, yakin dan tidak ragu-ragu. Jangan mudah terbelokkan karena kita sendiri merasa tidak yakin akan tujuan yang hendak dicapai.
Nah, hal berikutinya, yang ketiga adalah ilmu. Tanpa ilmu kita tidak tahu harus bagaimana jika menghadapi masalah atau ingin mengerjakan sesuatu. Ada nasihat yang mengatakan, jangan buang hari-hari Anda tanpa mempelajari sesuatu, karena itu berarti menutup hari dengan kegagalan. Semakin banyak ilmu yang anda pelajari, semakin mudah bagi anda memahami ilmu yang lainnya. Untuk itu, belajarlah hal-hal kecil setiap hari, namun rutin setiap hari. Lakukan peningkatan kecil setiap hari, dan akan menjadi berarti sangat banyak di tahun-tahun yang akan datang.
Anda ingin sukses? Anda harus berusaha. Sukses tidak akan datang sendiri. Bahkan orang yang sangat beruntungpun melakukan usaha atau berikhtiar. Tak ada orang yang hanya berdiam diri atau bermalas-malasan akan menjadi sukses. Berikhtiar bisa dalam berbagai cara dan bentuk. Berusaha untuk mengumpulkan ilmu, modal, teman, atau apa saja yang baik. Untuk ini memang perlu prioritas, mana yang harus dikerjakan dan yang tidak. Hal yang kiranya membawa pengaruh buruk sebaiknya dihindari.
Lalu, banyak orang bekerja namun merasa berat melakukannya. Kunci kesuksesan adalah ikhlas. Melalui iklas kita akan bekerja dengan sepenuh hati. Kita akan siap untuk bekerja keras. Orang lain akan melihat dan menilai apa yang kita kerjakan. Ini akan membawa kita pada peluang-peluang baru karena orang melihat kesungguhan hati kita.
Hal yang keenam, dalam hidup kita perlu melakukan dengan sebaik mungkin. Do your best. Lakukan yang terbaik. Jadilah sempurna atau ihsan. Kalau kita mengerjakan dengan biasa saja, maka tak akan ada bedanya dengan yang lain. Kita perlu melakukan lebih dari yang lain, baik melalui kerja keras dan kerja cerdas. Inovasi perlu dilakukan untuk lebih baik.
Akhirnya yang ketujuh adalah istiqomah. Kerjakan segala sesuatunya secara konsisten. Dengan daya juang yang baik serta komitmen yang tinggi, niscaya apa yang kita lakukan akan membawa pada kesuksesan. Kesuksesan tidak selalu berarti harta berlimpah, tapi bisa juga hidup bahagia, berkecukupan dan apa yang kita lakukan memberi manfaat yang besar bagi banyak orang.
Demikianlah ketujuh hal yang perlu kita perhatikan, lakukan dan jadikan kebiasaan hidup agar membuat perjalanan kita menggapai sukses bisa lebih baik. Kalau kita ulang, ketujuh hal itu adalah:
Akhirnya, barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil.
Semoga bermanfaat.
nur agustinus
8 Agustus 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
UFO Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini Oleh J. Salatun Yayasan Idayu Jakarta, 1982 Download https://www.mediafire.com/ ?kd79l30kbkfy3c...
-
Hari Kamis, 23 September 2010, saya mengikuti kuliah filsafat yang disampaikan oleh Romo Adrian Adiredjo, OP. Kuliah filsafatnya meng...
-
Pada tahun 1985-1986, Sinar Harapan menerbitkan 3 buku komik berukuran besar tentang UFO. terjemahan karya Jacques Lob (naskah) dan Robert ...
-
Oleh: Nur Agustinus Pasti kita sudah sering melihat, sebuah perusahaan didirikan tapi tidak bertahan lama. Ada yang bangkrut, ada yang ...
-
Saya dulu ikut ISPSI (Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia) yang sekarang menjadi HIMPSI. Saya jadi anggota dan saya ikut beberapa pertemuanny...
-
Prinsip 1: Bird in hand Apa yang dimaksud dengan efektuasi? Bagaimana menjelaskan cara berpikir efektuasi ini dengan mudah supaya dapat...
-
Saat ini banyak yang membahas soal BMC, Business Model Canvas. Bentuk dari BMC memang macam-macam, bamun karena namanya canvas, secara pr...
-
Bersama Profesor Saras D. Sarasvathy Banyak orang ketika ditanya, apakah ingin jadi pengusaha? Pasti banyak yang ingin. Namun ketik...
-
Indonesia UFO Network Alor Incident, 60 Years of Unknown 1959-2019 Oleh: Nur Agustinus dan Venzha Christ Penerbit: Bina Grahita Mandi...
-
(Oleh: Nur Agustinus) Dalam beberapa ajaran agama dikenal adanya tokoh iblis (satan). Peran iblis ini diketahui sejak awal ketika me...














