Kelas Online Bisnis Fashion

Keperluan seorang wanita akan fashion memang tidak ada habisnya, dunia fashion yang terus update membuat para wanita-wanita ini mengikuti tren yang sedang digandrungi. Dengan sebab itulah bisnis fashion wanita selalu berkembang dan tidak pernah sepi pembeli. Karena wanita itu mengikuti mengkuti trend maka barang fashion yang di beli bukan berdasarkan kebutuhan, contoh sederhana aja, perhatikan ada berapa set sepatu wanita yang ada di rumahnya, tentunya kebanyakan lebih dari satu set yang dimiliki. Tapi, menjalankan bisnis fashion tidak bisa sekedar jualan saja.

Karena sangat penting nya hal ini untuk Anda yang akan memulai usaha ini jangan tanggung-tanggung. Anda juga harus mengerti dengan dunia fashion tersebut. Jadi, bila Anda ingin sukses berbisnis di bidang fashion, mengapa tidak bergabung dengan kelas online: FASHION BUSINESS BASICS, yang dibimbing langsung oleh: Bu Janet Teowarang (Dosen, desainer dan pemilik usaha fashion Allegra Jane).

Materi yang akan diajarkan antara lain:
- Pengetahuan tentang Fashion dan Industri Fashion di Indonesia
- Sejarah dan Perjalanan Industri Fashion di Dunia dan Indonesia
- Tren bisnis yang terjadi dalam industri fashion di Indonesia
- Keterampilan dasar & pengetahuan mendirikan bisnis fashion
- Perencanaan mempersiapkan bisnis fashion yang akan dijalankan
- Berbagai studi kasus bisnis fashion.

Biaya Rp 1.000.000,- Kelas mulai 21 Mei 2016 dan akan berlangsung selama 12 minggu

Untuk informasi pendaftaran silahkan kontak: Nayla Ipunk, WA +85295302797

Pendaftaran online di: http://tinyurl.com/gnd6npj

Biaya bisa ditransfer ke:
Bank Mandiri -KCP Surabaya Citra Raya
No Rekening: 1410014957872
Agustinus Nur Pratidina S.

Setelah transfer harap konfirmasi ke Nayla Ipunk.

Kenapa sebuah produk tidak laku?


Ada banyak produk ketika diluncurkan ke pasar, disambut baik oleh masyarakat. Tetapi ada juga yang laris sebentar kemudian tidak laku lagi. Ini membuat akhirnya produk tersebut ditarik dari pasar. Demikian juga ada produk yang mengalami kegagalan. Penjualannya seret dan seakan masyarakat tidak butuh atau tidak mau menerima produk tersebut. Kenapa?

Sebuah produk bisa tidak laku antara lain karena:
1. Masyarakat tidak butuh produk itu
2. Masyarakat punya persepsi produk itu tidak menarik
3. Produk itu tidak dipasarkan dengan baik
4. Penjualnya kurang pintar menjual produk tersebut.

Saya ingin bercerita sebuah contoh kasus pemasaran.

Ada sebuah produk yang gagal dipasarkan di indonesia waktu dulu. Produk itu adalah motor matic merk Kymco. Produk ini dari Taiwan, masuk ke pasar Indonesia, di mana pasar dikuasai oleh motor bebek merk Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki.

Orang ternyata tidak suka dengan kymco ini, padahal motor ini adalah motor matic. Bisnis Kymco di Indonesia tidak sukses. Padahal sudah menggunakan harga penetrasi pasar, dia lebih murah dari harga motor bebek yang ada saat itu.

Apakah masyarakat tidak butuh motor matic?

Belum tentu...

Kesalahan Kymco menurut saya adalah, sebagai produk baru yang inovatif, masyarakat perlu diedukasi penggunaan motor matic. Hal ini terbukti ketika Yamaha memasarkan motor maticnya Mio, mereka melakukan strategi pemasaran dengan persiapan serta strategi yang baik.

Sebagaimana teori dalam strategi pemasaran, pertama kali adalah menentukan segmentasi pasarnya. Lalu setelah itu melakukan targeting (menentukan pasar yang akan disasar) dan membuat tugas utama marketer adalah melakukan positioning. Ini ilmu pemasaran yang sangat dasar. Kymco (agen penjualan di Indonesia) tidak melakukan hal itu. Mereka hanya berfokus pada penjualan, bukan pemasaran.

Yamaha membidik pasar perempuan muda, maka kemudian melakukan strategi marketing mix (bauran pemasaran) sesuai target pasar. Marketing mix dikenal dengan 4P (price, product, promotion, place). Mio yang ditujukan untuk pasar perempuan muda, maka dalam promosinya, . Yamaha menggambarkan Mio sebagai kendaraan yang mudah digunakan oleh perempuan muda (iklannya dengan artis muda yang ceria, nampak awalnya kikuk mengendarai motor tetapi setelah pakai, langsung bisa, nyaman dan aman).

Jadi, mereka membuat positioning, bahwa naik motor matic itu mudah, enak, aman. Bahkan sekarang motor matic banyak diminati. Berbeda dengan dulu, orang berpendapat naik motor matic itu seperti "banci". Namun dengan strategi pemasaran yang dilakukan secara tepat, masyarakat kemudian sangat suka dengan motor matic.

Itulah gunanya ilmu marketing.

Apa nilai 10 dari bisnismu?



Saya mau sharing satu ilmu yang kudapat beberapa minggu lalu... Kalau kita melihat sebuah usaha, seperti 7 Eleven, Yoshinoya, McD, Cathay Pacific, HP merk Samsung, atau lainnya, apa yang membuat mereka bisa diminati banyak orang? Semua pasti punya keistimewaan sendiri-sendiri. Misalnya, kalau kita bayangkan Mc Donald, apa yang membuat McD itu istimewa digemari banyak orangdan berbeda dengan rumah makan burger lainnya?


Sebagai entrepreneur atau orang yang sudah belajar entrepreneur dan punya mindset entrepreneur, kita mesti terbiasa memikirkan ini. Apa kelebihan atau keistimewaan usaha itu, kok sampai bisa jadi hebat seperti itu.
Nah, ini bukan cuma perusahaan-perusahaan besar. Usaha kecilpun ada yang bisa menjadi terkenal karena ada keistimewaannya dalam hal tertentu. Nah, di sinilah saya yang ingin bagi tipsnya dan ini sebenarnya sederhana saja.

Setiap usaha, pasti punya banyak aspek. Ada aspek pelayanan, ada aspek kualitas, ada aspek keramahan, ada aspek harga, ada aspek kemudahan, ada aspek rasa, ada aspek keunikan, ada aspek keamanan, ada aspek kecepatan, dan lainnya.

Yang pasti, setiap usaha yang berjalan lancar dan berkembang pasti punya setidaknya satu kelebihan dan ini bisa dibilang nilainya 10 (dari angka nol hingga 10). Jadi, dia dapat nilai terbaik untuk hal itu.
Sama halnya dengan diri kita. Kalau kita tidak punya nilai 10 di salah satu aspek yang ada di diri kita, maka kita akan menjadi seperti orang kebanyakan, tidak ada yang terlalu peduli dengan kita. Tapi misalnya, kalau si A itu dapat nilai 10 dari aspek kesabarannya (misalnya), atau si B itu dapat nilai 1-0 dari keramahannya, atau si C dapat nilai 10 dari hal ketegasannya, atau si D karena penampilannya yang 10, maka dia akan diketahui dan dikenal banyak orang.

Usaha juga sama. Kalau Anda bikin usaha sama dengan yang lain, dijamin usaha Anda tidak akan berkembang pesat. Tetapi, apa yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa dapat nilai 10 dari salah satu aspek yang ada. Misalnya, untuk soal rasa, nilainya 10. Atau mungkin, untuk soal keramahan, nilainya 10, atau untuk soal kecepatan pengiriman barang, nilainya 10.

Jadi, saya belajar dari apa yang saya dapat ini, bagaimana kita berusaha mencarti di bisnis kita, apa yang kita bisa buat supaya nilainya 10. Tidak harus sempurna semuanya 10 sebab itu tidak mungkin. Tapi cukup satu atau dua saja...

Oleh karena itu, kalau hendak membuat bisnis, apapun itu, mungkin cuma sederhana, kecil dan berada di pelosok, jangan lupa memikirkan dan mengerjakan dengan komitmen penuh, hal apa yang bernilai 10 di bisnis teman2.

Yang pasti, nilai 10 itu harus dipertahankan, sebab itu keistimewaan kita. Memang tidak mudah, tapi nilai 10 di bidang rasa kalau misalnya saya bisnis kuliner, mungkin tidak mudah dikalahkan oleh rumah makan lain. Tetapi kalaupun ada yang sama-sama enaknya, maka saya harus punya nilai 10 di hal ini. Ini butuh kreativitas dan inovasi. Yang paling sulit ditiru adalah pelayanan. Kalau produk itu paling gampang ditiru. Tas yang baru keluar di Eropa, dalam seminggu sudah banjir di Hong Kong grin emoticon Tetapi cara Anda melayani, itu tidak mudah ditiru. Di sinilah pentingnya nanti hubungan dengan pelanggan yang baik.
Ok, itu sharing singkat dari saya tentang pentingnya ada salah satu aspek bernilai 10 di bisnis kita. Salam sukses untuk semua.