Bentor



Bentor atau becak motor ada di berbagai kota dan daerah. Di surabaya sendiri telah menjadi salah satu alat transportasi yang cukup umum. Keberadaannya sudah dilarang dengan perda, namun di bulan agustus 2019 lalu, ratusan pengemudi bentor melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Jawa Timur. Alhasil, saat ini banyak bentor yang masih beroperasi.

Tentu pelarangannya, salah satunya berkaitan dengan masalah keamanan. Bentor bisa melaju dengan sangat cepat, karena menggunakan mesin motor. Namun seperti diketahui, motor yang dipakai bukan motor baru. Saya hanya memikirkan masalah keselamatan penumpangnya. Apa yang terjadi jika mengalami gagal pengereman? Atau mengalami kecelakaan sehingga bentor terguling? Tentu beda jika becak biasa yang terguling. Ini dengan kecepatan tinggi tentu akibatnya bisa lebih fatal. Masalahnya, harga nyawa di sini rasanya masih murah.

Selain itu, karena bentuknya jika dari depan masih seperti becak, ini juga membahayakan bagi pengendara lain serta pejalan kaki, khususnya saat menyeberang. Mata kita bisa memperkirakan antara jarak dan waktu. Tapi hal itu juga dipengaruhi persepsi. Ketika melihat ada sebuah becak berjalan, bisa saja perkiraannya becak tersebut akan sampai ke dekatnya masih lama, tetapi karena menggunakan mesin, maka bisa sampai hanya segera. Apalagi jika bentor itu ngebut.

Untuk keselamatan penumpang, yang tak ada sabuk pengaman atau menggunakan alat pelindung kepala, mungkin setidaknya harus ada besi penghalang. sebab naik bentor bisa serasa naik roller coaster, dan biasanya untuk wahana uji nyali seperti itu juga dilengkapi pengaman yang memadai. Atau, kita menunggu ada kecelakaan dulu yang melibatkan kehilangan nyawa?

Apakah saya sahabatmu?


Barusan saya ke tukang potong rambut langganan, nganter Tiko, anak saya potong rambut. Pak Nasir, demikian namanya, beliau sudah saya anggap sebagai mentor saya. Kami ngobrol banyak, hingga beliau sampai pada tentang "ilmu".

Ada tiga macam ilmu, pertama ilmu untuk pribadi, kedua ilmu untuk sahabat dan ketiga ilmu untuk orang banyak. Kata beliau, kalau kita bicara ilmu pribadi kita ke orang lain, kita bisa dianggap gendeng (gila). Nah, ilmu untuk sahabat juga dibicarakan dengan hanya yang benar-benar sahabat. Untuk bisa disebut sahabat memang perlu kriteria tertentu. Kami belum tuntas membahas pengertian sahabat ini, namun bisa diartikan dengan satu frekuensi, satu tujuan... Tapi masih belum ketemu penjelasan kata-kata yang pas meski paham yang dimaksud. Ilmu pribadipun belum tentu cocok utk disampaikan ke sahabat.

Pelajaran hari ini yang saya dapat, sangat mencerahkan... kenapa di group wa atau fb yg satu topik sekalipun, kita bisa berselisih bahkan bertengkar... Supaya tidak dianggap aneh, kalau di group umum, kata beliau ya ngomong ilmu untuk orang banyak saja... 

Transformasi dari percaya klenik ke orientasi teknologi melalui fiksi ilmiah


Paper ini dipresentasikan di Seminar Nasional HISKI-MLI tanggal 30 September 2019 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia. Tema seminar adalah "Indonesia di Tengah Pascahumanisme: Merumuskan Model Humanisme Baru". Rekaman audio presentasi bisa dilihat di sini.

Presentasi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Presentasi di Seminar Nasional HISKI-MLI di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 30 September 2019. Materi yang saya bawakan berjudul: "TRANSFORMASI DARI PERCAYA KLENIK KE ORIENTASI TEKNOLOGI MELALUI FIKSI ILMIAH"

Materi dan video presentasi ada di bagian bawah.





Rekaman audio/video presentasi








Teleskop

Saat ulang tahun ke 13 (1979), waktu itu kelas 2 SMP (kena perpanjangan 1,5 tahun), saya minta hadiah ulang tahun teleskop. Orangtua saya kemudian membelikan hadiah teleskop ini. Pembesaran maksimum 60 kali. Senang sekali bisa lihat kawah-kawah bulan, satelit Jupiter, cincin Saturnus dan Alpha Centauri adalah bintang kembar. Foto sekitar tahun 1981.