Belajar menerima kekalahan itu penting


Pelajaran penting untuk kehidupan salah satunya adalah belajar menerima kekalahan. Dalam sebuah pertandingan, pasti ada yang menang atau kalah. Demikian juga kompetisi antar pribadi, baik dengan teman, atau bahkan keluarga sendiri, misalnya ayah dengan anak. Masalahnya, banyak orang tidak terbiasa untuk menerima kekalahan. Akibatnya, ketika dia kalah dalam sebuah kompetisi, langsung marah dan menghindari hal itu lagi. Orang bilang langsung mutung. Menurut pak Lucky Cahyana Subadi​, seorang rekan kerja saya yang berprofesi sebagai pendidik, hal ini bisa jadi karena kebiasaan main game di komputer atau gadget. Lho kok bisa? Karena kalau kita main game, ada banyak cara untuk menang. Kalau kita kalah, kita bisa cari cheat code agar bisa mengalahkan lawannya. Jadi, anak atau kita yang suka main game, akan tidak terbiasa menerima kekalahan. Nah, kalau begitu, sepertinya kita mesti memikirkan kembali dampak permainan ini. Kalau sehari-hari anak kita bermain dengan gadgetnya dan tampak menyenanginya, itu bisa jadi karena memang dia tidak pernah terkalahkan. Kalaupun kalah, tidak kontak dengan orang lain yang mengganggu emosinya. Dia akan berusaha untuk selalu menang, bahkan jeleknya, dengan curang. Bagaimana pendapat Anda?

Kelas Online: Analisis SWOT

Pokok Bahasan:

Analisis SWOT ( Strengths, weaknesses, opportunities, and threats). Analisis SWOT ini merupakan sebuat cara melakukan analisis kondisi internal dan eksternal usaha. Bisa juga dilakukan untuk menganalisis produk. Kedua kekuatan, baik internal maupun eksternal akan menentukan keberhasilan sebuah usaha. Ada perusahaan yang memiliki keunggulan namun tidak dipungkiri ada juga yang memiliki banyak kelemahan. Demikian juga situasi eksternal bisa menjadi peluang atau ancaman tergantung dari bagaimana kondisi usaha tersebut. Dengan melakukan analisis SWOT, kita dapat memilih strategi yang tepat.

Sub Pokok Bahasan
  • Analisis internal: Kekuatan dan kelemahan
  • Analisis eksternal: Peluang dan ancaman
  • Pemilihan strategi berdasarkan analisis SWOT
Tujuan pembelajaran
Setelah mengikuti dan mempelajari materi minggu pertama ini, UC Onliners bisa memperoleh pemahaman tentang bagaimana cara berpikir seorang pemasar dalam menganalisis lingkungan usahanya, baik internal maupun eksternal.

http://ciputrauceo.com/marketing/Jun2014/preview/

Transkrip video ada di bagian bawah video.

Video 1: Analisis SWOT


Video 2: Analisis Kekuatan dan Kelemahan


Video 3: Analisis Peluang dan Ancaman


Video 4: Strategi berdasarkan analisis SWOT


Transkrip keseluruhan video:

Analisis SWOT

Salam Entrepreneur UC Onliner. Bersama saya Nur Agustinus, kita kembali mempelajari tentang Strategi Pemasaran. Melanjutkan modul yang pertama tentang 3C, kini kita masuk pada analisis SWOT. Analisis SWOT itu adalah singkatan dari Strenghts, Weaknesses, kemudian Opportunities, dan Threats. Empat hal ini, Strenghts adalah kekuatan, Weaknesses adalah kelemahan, Opportunities/ peluang, kemudian Threats adalah ancaman, itu berhubungan dengan apa yang ada di perusahaan kita dan apa yang ada di luar perusahaan kita.

Di luar perusahaan kita tentunya ada beraneka ragam. Ada competitors, ada pelanggan, ada pemerintah, ada apa saja. Nah, kita akan melihat bahwa apa yang ada di perusahaan atau internal perusahaan itu sangat ,mempengaruhi bagaimana nantinya memasarkan sebuah produk atau jasa. Demikian juga peluang dan ancaman yang dari luar itu juga bisa mempengaruhi bagaimana perkembangan dari usaha kita.

Analisis SWOT itu berbicara soal kondisi internal. Kalau kita berbicara kondisi internal, itu bicara tentang kekuatan yang kita miliki dan kelemahan yang ada dalam diri kita. Tentunya dalam kaitan dengan produk dan usaha kita. Sementara di luaran itu ada opportinity, ada peluang dan juga ada ancaman. Ancaman bisa beraneka ragam. Bahkan bisa sekecil sekali pun. Misalnya ada perubahan aturan di jalan raya, di jalan tempat usaha kita berada katakanlah tiba-tiba dipasang rambu dilarang parkir, mungkin itu bisa mempengaruhi pendapatan kita. Jadi, semua ini harus kita analisis. Jangan sampai kita kemudian ceroboh dan kemudian mengabaikkan hal itu.

Dalam modul yang kedua ini, kita akan mempelajari bagaimana melakukan Analisis SWOT yang baik. Kita akan mendalami satu per satu bagaimana menganalisis kekuatan kita, kelemahan kita, peluang yang ada, dan ancaman. Keempat hal inilah yang akan kita pelajari untuk merumuskan strategi yang baik, strategi marketing agar kita bisa menjalankan usaha kita secara entrepreneurial, mampu bersaing, dan lebih baik lagi.

Strenghts and Weakness


Salam entrepreneur UC Onliners. Kali ini bersama saya Nur Agustinus akan membahas mengenai bagaimana menganalisis kekuatan dan kelemahan. Jadi artinya kalau kita membahas dari analisis SWOT, Strenghts,Weaknesses, Opportunities, and Treats, itu ada dua elemen yang pertama, yaitu Strenghts dan Weakness (Kekuatan dan kelemahan) yang sebetulnya merupakan bagaimana kita melakukan pengukuran dari sisi internal organisasi atau perusahaan.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita itu memiliki kelebihan atau kekurangan? Kadang-kadang ada kritik dari analisis SWOT ini bahwa orang cenderung subjektif dalam melakukan penilaian. Misalnya cenderung mngunggul-unggulkan. Jadi, artinya merasa bahwa sumber daya yang dimilikinya itu bagus. Atau mungkin orangnya itu cenderung atau pimpinannya itu pesimis sehingga merasa dirinya kalah dan banyak kekurangannya. Sebetulnya ada banya cara, antara lain misalnya bagaimana kita mengukur apakah sumber daya yang kita miliki itu memang terlatih dengan baik apakah dari sisi financial kita juga kuat atau pun misalnya dari aspek-aspek lain apakah sistem operasi kita itu berjalan dengan efisien dan efektif.

Pada dasarnya adalah kalau kita kembali pada pembelajaran value chain dimana kita melakukan company analysis, di sini kita bisa lihat bahwa operasi atau hal-hal atau faktor-faktor utama atau faktor-faktor pendukung yang ada dalam value chain itu, itulah nanti yang akan dianalisis dalam kaitannya dengan mengukur kekuatan dan kelemahan. Tetapi seringkali orang mengukur hanya sepihak, yaitu mengukur dari dirinya sendiri. Padahal untuk melakukan analisis SWOT, itu harus dibandingkan dengan pesaing. UC Onliner harus ingat, jangan dibandingkan dengan pesaing yang bukan dari segmen pasar yang sama. Misalnya sebuah industri mobil, tentunya tidak bisa dibandingkan antara mobil yang untuk kelas menengah dengan yang untuk kelas premuim (yang harganya mahal). Harus dibandingkan yang setara.

Kalau UC Onliner punya usaha dan tahu pesaing-pesaing mana saja yang mempunyai segmen pasar yang sama, maka usahakanlah untuk membandingkan. Apa yang bisa dibandingkan? Misalnya yang pertama adalah lokasi usaha. Apakah lokasi usaha itu lebih baik atau lebih tidak menguntungkan. Jika lebih baik, maka masukkanlah itu dalam kategori kekuatan. Tapi jika lebih buruk atau lebih tidak menguntungkan, masukkanlah dalam posisi yang kelemahan.

Hal lain misalnya market share/ pangsa pasar. Ini bisa diketahui sebetulnya apakah pelanggan Anda itu lebih banyak daripada pesaing. Kalau lebih banyak, masukkan pada kekuatan, kalau lebih sedikit, masukkan pada kelemahan. Demikian juga misalnya untuk kualitas produk Anda. Bandingkan dengan segmen pasar atau target pasar Anda yang sama. Jadi, kualitas barang yang diminati dari pesaing Anda itu apakah kualitas Anda lebih baik atau lebih buruk. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Demikian juga masalah harga. Apakah harga Anda lebih kompetitif, karena orang toh cenderung di segmen pasar yang sama untuk produk yang sejenis, orang akan memilih akhirnya barang yang lebih murah.

Masalah harga ini tentunya berkaitan dengan policy pricinbg. Artinya sejauh mana UC onliner menentukan margin yang hendak diperoleh. Tentunya kalau kita soal margin, kita akan kembali pada teori value chain. Ada hal-hal yang harus kita amati. Mengapa margin kita itu tipis atau msialnya margin kita itu besar tapi harga kita tidak bisa lebih murah, tentunya biasanya karena biaya-biaya yang lebih besar.

Demikian juga soal pelayanan. Pelayanan ini berhubungan dengan sumber daya manusia. Apakah pelayanan dari usaha kita itu lebih baik atau lebih buruk dari kompetitor. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Dengan begitu, kita akan bisa menghasilkan sebuah analisis kekuatan dan kelemahan secara objektif. Bukan secara subjektif dalam arti mengumpulkan kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan yang ada atau kemudian mengira bahwa, “O, ini kelemahan saya, kelemahan usaha saya di sini”, dan sebagainya, tanpa membandingkan dengan pesaing. Jadi, untuk menentukan analisis dari internal usaha kita, bandingkanlah dengan pesaing. Demilikanlah mengenai Analisis Strenghts and Weakness.

Opportunities and Threats


Salam Entrepreneur UC Onliners. Setelah kita membahas kekuatan dan kelemahan dalam analisis SWOT, kita akan bahas sekarang mengenai peluang dan ancaman (Opportunities and Threats). Sebetulnya kalau tadi kita telah membahas tentang kekuatan dan kelemahan, itu berarti adalah hal-hal yang ada dalam internal usaha kita. Tentunya karena dalam internal, kita sebetulnya bisa punya akses untuk memperbaiki namun berbeda dengan kondisi di luar kita atau lingkungan eksternal yang bisa menjadi ancaman atau mungkin juga peluang. Barangkali ada orang yang tidak suka dengan kata ancaman, tapi mengartikan sebagai tantangan. Namun lingkungan di luar ini seringkali tidak bisa kita kendalikan. Berbeda dengan lingkungan yang ada di internal kita.

Tentunya lingkungan itu dianggap merupakan ancaman jika keadaan atau perubahan yang terjadi di luar kita memberikan dampak yang negatif. Jadi misalnya membuat turunnya omset penjualan atau mungkin prospek usaha menjadi tidak menentu, itu adalah merupakan ancaman. Berbeda misalnya ketika perubahan-perubahan yang ada di luar kita itu malah memudahkan. Itu bisa mebajdi sebuah peluang.

Sebuah analisis yang kita bisa pakai untuk mengetahui peluang dan ancaman, itu dengan PESTEL analysis, yaitu PESTEL merupakan singkatan dari Political, Environment, Social, Technological, Economic, dan juga Legal atau hukum.

Dari aspek politik, tentunya itu akan mempengaruhi usaha. Memang ada politik yang sifatnya nasional, ada yang sifatnya global. Mungkin ada juga politik yang sifatnya sangat-sangat regional atau sangat-sangat kecil. Ini bisa mempengaruhi usaha kita. Demikian juga masalah lingkungan. Itu bisa juga memberikan dampak yang positif maupun yang negatif. Kalau kita bicara sosial, perubahan sosial, perubahan gaya hidup juga akan memberikan peluang tapi sekaligus bisa memberikan ancaman. Teknologi juga sama. Perkembangan teknologi, kalau kita bisa mengikutinya dengan baik, maka itu akan membawa dampak yang positif. Bagaimana pun juga teknologi bisa mendongkrak atau meleverage usaha kita. Namun juga teknologi kadang-kadang kalau kita tidak bisa mengadopsinya dengan baik, itu akan menjadi ancaman. Ekonomi, keadaan inflasi, juga perubahan aturan perdagangan di dunia misalnya. Itu juga akan mempengaruhi usaha kita. Masalah hukum juga sama. Kadang-kadang perubahan peraturan, perubahan regulasi, kalau misalnya itu memudahkan, tentunya akan memberikan suatu peluang, tetapi apabila itu semakin menyulitkan, justru bsia menyebabkan sebuat masalah.

Kalau kita bisa merinci satu per satu, apa-apa saja yang dari keenam aspek ini itu memberikan dampak positif, maka kita bisamasukkan sebagai sebuah peluang, sementara kalau dampaknya negatif untuk usaha kita, itu akan menjadi sebuah ancaman.

Kalau kita kembali pada analisis SWOT, kita nanti akan bisa menimbang-nimbang apakah posisi usaha kita ini lebih banyak peluangnya atau lebih banyak ancamannya. Seperti tadi apakah lebih banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya. Nantinya dari semua ini kita akan pelajari untuk video pembelajaran berikutnya mengenai bagaimana strategi jika kita mempunyai kondisi-kondisi tertentu.

Demikian mengenai analisis SWOT khususnya Opportunities and Threats.


Strategi Berdasarkan Analisis SWOT


Salam entrepreneur UC Onliner. Kini kita masuk pada video terakhir di minggu ke-2, yaitu mengenai analisis SWOT tentang bagaimana menerapkan analisis SWOT ini ke dalam sebuah strategi. Kalau kita lihat dari video-video pembelajaran sebelumnya tentang bagaimana mengukur kekuatan-kelemahan, demikian juga menimbang antara peluang dan ancaman, maka kita bisa mengetahui apakah posisi kita itu banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya dan apakah lebih banyak peluangnya atau sebaliknya malah lebih banyak ancamannya. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa posisi kita itu memiliki kekuatan yang lebih baik (Strengths-nya tinggi, dan ooportunity-nya tinggi), dengan demikian strategi yang dipakai yaitu strategi yang disebut dengan SO atau Strengths Opportunity, dimana strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Ini adalah strategi yang pertama, yaitu Strategi SO.

Kemungkinan yang lain adalah, kita mungkin tidak punya kekuatan yang banyak. Artinya dibandingkan kompetitor kita, kita cenderung lebih banyak weaksesses-nya. Tapi sebetulnya peluang yang ada itu bagus. Maka strategi yang diambil adalah strategi Wo (Weaknesses Opportunity). Yaitu strategi dimana kita bisa meninimalkan kelemahan-kelemahan yang ada tetapi kita bisa memanfaatkan peluang.

Kadang-kadang perusahaan kita tidak seberuntung itu, yaitu lebih banyak Threats-nya. Tapi di sisi lain kita punya kekuatan. Dibandingkan pesaing yang ada kita lebih unggul. Maka strateginya adalah Strengths Threats, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada. Jadi kita berasaha mengatasi dengan kekuatan-kekuatan kita karena kalau kita bisa mengatasi hal ini tentunya ini akan membuat produk kita lebih baik.

Yang terakhir, posisi kita mugkin buruk sekali. Yaitu dalam posisi yaitu banyak kelemahan dan juga banyak ancaman. Artinya WT (Weaknesses Threats). Nah, memang ini ada strategi dimana meminimalkan kekurangan yang ada, bagaimana kita segera melakukan peningkatan atau mengimprove diri kita supaya lebih baik, dan kita harus pandai-pandai untuk menghindari ancaman yang ada. Ada strategi dimana ketika ada ancaman, itu bukan dihadapi karena tentu saja kalau kita misalnya tahu di depan kita ada ancaman yang besar, apabila kita lemah, maka cara terbaik adalah menghindar. Yaitu bisa strategi gerilya danm lain sebagainya.

Ada juga strategi marketing yang sifatnya ofensif. Itu biasanya dilakukan oleh yang kuat dan berpeluang besar. Tapi ada yang difensif, misalnya adalah ancamannya banyak tapi dia kuat. Dia akan defensif. Demikian juga yang tadi, banyak kelemahan dan banyak ancaman, startegi yang paling baik adalah dengan bergerilya. Itu juga dilakukan dalam bentuk-bentuk kemiliteran ketika menghadapi lawan yang lebih kuat, tapi peluangnya tipis maka kita tidak bisa berhadapan langsung, namun kita harus melakukan cara-cara cerdik.

Memang kalau kita tahu kekuatan dan kelemahan kita, tahu kekuatan dan kelemahan pesaing kita juga, kite lebih juga membuat strategi dan juga taktik dalam hal melakukan pemasaran.

Salam entrepreneur.