Bikin papercraft Helicopter Bell AH1S


Sayang anak... beli diecast helicopter mahal, bikin dari kertas.. 
http://en.gigazine.net/news/20090605_jgsdf_paper_craft/


 

 

Buat mainan pesawat Star Trek

Masih prototype..

Belum sreg dengan piringannya, kurang besar dan terlalu tebal..
Bahan seadanya..

1. Pipa pvc kecil
2. Rexona roll on yang sudah habis
3. Piring/lepek plastik 2 buah

Alat: gergaji, gunting, tang, lem tembak, hotgun.





Membuat diorama UFO yang jatuh


Diorama sebuah UFO jatuh dengan beberapa korban lalu dikepung oleh tentara.






 



Pesawat buat Andre, dari kardus bekas

Kali ini membuat pesawat sayap ganda, baling-baling untuk Andre. Bahan dari kardus bekas dan tusuk gigi. Roda menggunakan kacing dari plastik. Untuk merekatkan menggunakan lem tembak.




 

Buat pesawat dari karton

Bikin pesawat... Nggak begitu bagus, yang penting usernya suka..





 



Kapal Titanic dari kardus bekas

Ferdinand suka sekali dengan kapal Titanic. Dengan bahan-bahan seadanya, saya mencoba membuat kapal Titanic buat dia.

 






Bahan yang digunakan adalah kardus bekas dan dipotong-potong serta dilem (menggunakan lem tembak) untuk membuat badan kapal. Buat juga cerobong asapnya dari lembaran kardus bekas.






 




Berikut hasilnya setelah jadi:


Membuat kapal selam untuk Ferdinand


Kapal selam setelah jadi dan dicat hitam


Cara membuatnya, menggunakan karton dan ujungnya memakai telur mainan dari plastik yang dipotong. Bahan-bahan lainnya dari karton dan isolasi kertas.




Konentar film seri Messiah dari Netflix


Ini komentar dan pandangan saya setelah nonton Messiah.

Menurut saya film ini bagus. Fiksi tentu saja. Banyak yang bisa saya pelajari atau ambil sebagai pembelajaran dalam hal psikologi, sosiologi, politik, komunikasi, antropologi, dan studi lintas agama. Misal, apakah jika Yesus atau Isa Almasih datang lagi, itu datang untuk umat Islam atau Kristen. Apakah datang lagi mulai dari bayi atau turun langsung dari langit bagaikan ET... Tidak semua episode saya komentari. Total ada 10 episode utk season pertama ini.

Eps 1. Ada bbrp pandangan...
1. Untuk jadi pemimpin spt itu, perlu punya jiwa narsistik, agresive, tapi ada compassion.
2. Jika Anda punya pengikut real aktif 2000 orang saja, Anda akan menarik perhatian intellijen atau pemerintah.
3. Pihak intellijen pasti akan berusaha memecah kelompok utk memperlemah kecuali Anda bisa bermanfaat baginya...

Eps 3.
Satu kota diazab gara2 sedikit yg mau ke gereja 🤭 semua hancur kena tornado kecuali bangunan gerejanya... Ini tergantung persepsi, apakah dapat hukuman, atau diselamatkan. Tapi hal semacam ini membuat orang trrtarik datang. Media suka blow up hal begini.

Eps 6. Orang mudah goyah imannya, tidak sabar

Eps 7. Langsung mikir, jika mesias datang lagi, satu2nya orang yg paling terancam posisinya adalah Paus, dan orang2 yang berkepentingan akan berusaha membuktikan bahwa ia mesias palsu.

Eps 8.. Saya membayangkan saat dulu alien bertemu presiden AS dan menawarkan semua teknologinya asalkan memenuhi permintaan mereka. Amerika  menolak.... Demikian juga jika ada utusan dari Tuhan meminta sesuatu kepada presiden AS, apakah akan dituruti?

Eps 10. Pemerintah melalui media, mudah mengubah persepsi seseorang dengan model post-truth.

Selanjutnya perlu ditonton sendiri. Orang butuh mukjijat untuk percaya. Namun orang tetap skeptik walau ada mukjijat. Orang butuh mukjijat yang personal. Tapi orang akan kecewa jika keinginannya tidak jadi kenyataan. Keselamatan tidak selalu datang lewat penyembuhan, tapi juga lewat kematian yang membebaskan dari penderitaan. Memahami kehendak Tuhan tidak mudah. Dalam ketakutan dan kemarahan, memang lebih mudah menganggapnya tak ada...

Wah, kok jadi kotbah... Hehehe

Tambahan dari mas Gondrong Berhati Nyam Nyam:
Mungkinkah Tuhan bekerja pada orang gila?

Maleficent: Mistress of Evil


Nonton Maleficent: Mistress of Evil, buat saya sangat menarik. Bukan soal ceritanya, tapi pada makhluk Dark Fey, di mana eksistensi mereka yang mesti tersisih dan harus sembunyi karena keganasan manusia. Mengingatkan pada fallen angels, perkawinan silang dengan manusia serta inner earth civilizations. Lebih jauh lagi, mereka mungkin yang dianggap sebagai alien. Seperti dugaan saya, alien yang ada di bawah bumi memang tidak berteknologi canggih, namun lebih spiritual dan berkemampuan psychic... (Nur Agustinus)

Matriks Kinerja dan Popularitas

Pejabat publik saat ini nampaknya dituntut dua hal, pertama adalah kinerja dan yang kedua adalah popularitas. Kita bisa melihat dalam penunjukan menteri baru-baru ini, ada yang populer di masyarakat namun tidak ditunjuk kembali. Tapi mengapa ada yang tidak begitu populer namun tetap dipilih? Nampaknya kinerja juga menjadi kriteria penilaian yang utama. Sebenarnya, model seleksi seperti ini sudah umum, misalnya digunakan di kalangan lembaga survei untuk menilai elektabilitas. Berangkat dari hal ini, muncul ide untuk membuat matriks pejabat publik, dengan menilai aspek kinerja dan popularitasnya.

Saya menyebut yang berkinerja baik dan populer adalah tipe matahari. Dia akan bisa menjadi bagi organisasi yang dipimpinnya. Saya menggunakan nama-nama benda langit karena saya suka dengan astronomi. Berikutnya yang kedua, yang berkinerja baik atau tidak populer saya sebut sebagai tipe bulan. Bulan tidak selalu nampak cemerlang, tetapi bulan menerangi gelapnya malam. Memang ada waktu tertentu bulan tidak begitu kelihatan, namun keberadaannya tetap dibutuhkan.

Selanjutnya, tipe yang ketiga yaitu yang berkinerja tidak baik namun popularitasnya tinggi. Saya sebut ini sebagai tipe meteor. Kemunculan meteor memang indah, bahkan kehadirannya saat hujan meteor amat dinanti. Tapi apa manfaat meteor? Boleh dibilang hampir tidak ada, bahkan bisa menimbulkan kehancuran besar. Konon dinosaurus punah karena bumi terhantam meteor. Semakin besar "sang meteor", semakin buruk bagi organisasi. Kalau saya analogikan, tipe yang ini malah bisa menjadi parasit yang mengganggu. Kira-kira seperti itu. Lalu yang terakhir, keempat, adalah yang berkinerja buruk serta tidak populer. Saya sebut ini sebagai komet. Komet adalah anggota tata surya yang kehadirannya sangat jarang. Kehadirannya juga tidak populer karena sering dikaitkan dengan mitos akan ada bencana.

Nah, apakah tipe-tipe ini juga bisa diterapkan di dunia kerja profesional? Menurut saya tergantung dari pimpinan dan budaya organisasi yang ada. Ada bos yang tidak suka anak buahnya lebih populer dari dirinya. Tapi ada juga yang iklim organisasinya memberi peluang bagi orang-orang yang cemerlang.

Nur Agustinus
Surabaya, 24 Oktober 2019

Bentor



Bentor atau becak motor ada di berbagai kota dan daerah. Di surabaya sendiri telah menjadi salah satu alat transportasi yang cukup umum. Keberadaannya sudah dilarang dengan perda, namun di bulan agustus 2019 lalu, ratusan pengemudi bentor melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Jawa Timur. Alhasil, saat ini banyak bentor yang masih beroperasi.

Tentu pelarangannya, salah satunya berkaitan dengan masalah keamanan. Bentor bisa melaju dengan sangat cepat, karena menggunakan mesin motor. Namun seperti diketahui, motor yang dipakai bukan motor baru. Saya hanya memikirkan masalah keselamatan penumpangnya. Apa yang terjadi jika mengalami gagal pengereman? Atau mengalami kecelakaan sehingga bentor terguling? Tentu beda jika becak biasa yang terguling. Ini dengan kecepatan tinggi tentu akibatnya bisa lebih fatal. Masalahnya, harga nyawa di sini rasanya masih murah.

Selain itu, karena bentuknya jika dari depan masih seperti becak, ini juga membahayakan bagi pengendara lain serta pejalan kaki, khususnya saat menyeberang. Mata kita bisa memperkirakan antara jarak dan waktu. Tapi hal itu juga dipengaruhi persepsi. Ketika melihat ada sebuah becak berjalan, bisa saja perkiraannya becak tersebut akan sampai ke dekatnya masih lama, tetapi karena menggunakan mesin, maka bisa sampai hanya segera. Apalagi jika bentor itu ngebut.

Untuk keselamatan penumpang, yang tak ada sabuk pengaman atau menggunakan alat pelindung kepala, mungkin setidaknya harus ada besi penghalang. sebab naik bentor bisa serasa naik roller coaster, dan biasanya untuk wahana uji nyali seperti itu juga dilengkapi pengaman yang memadai. Atau, kita menunggu ada kecelakaan dulu yang melibatkan kehilangan nyawa?

Apakah saya sahabatmu?


Barusan saya ke tukang potong rambut langganan, nganter Tiko, anak saya potong rambut. Pak Nasir, demikian namanya, beliau sudah saya anggap sebagai mentor saya. Kami ngobrol banyak, hingga beliau sampai pada tentang "ilmu".

Ada tiga macam ilmu, pertama ilmu untuk pribadi, kedua ilmu untuk sahabat dan ketiga ilmu untuk orang banyak. Kata beliau, kalau kita bicara ilmu pribadi kita ke orang lain, kita bisa dianggap gendeng (gila). Nah, ilmu untuk sahabat juga dibicarakan dengan hanya yang benar-benar sahabat. Untuk bisa disebut sahabat memang perlu kriteria tertentu. Kami belum tuntas membahas pengertian sahabat ini, namun bisa diartikan dengan satu frekuensi, satu tujuan... Tapi masih belum ketemu penjelasan kata-kata yang pas meski paham yang dimaksud. Ilmu pribadipun belum tentu cocok utk disampaikan ke sahabat.

Pelajaran hari ini yang saya dapat, sangat mencerahkan... kenapa di group wa atau fb yg satu topik sekalipun, kita bisa berselisih bahkan bertengkar... Supaya tidak dianggap aneh, kalau di group umum, kata beliau ya ngomong ilmu untuk orang banyak saja... 

Transformasi dari percaya klenik ke orientasi teknologi melalui fiksi ilmiah


Paper ini dipresentasikan di Seminar Nasional HISKI-MLI tanggal 30 September 2019 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia. Tema seminar adalah "Indonesia di Tengah Pascahumanisme: Merumuskan Model Humanisme Baru". Rekaman audio presentasi bisa dilihat di sini.

Presentasi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Presentasi di Seminar Nasional HISKI-MLI di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 30 September 2019. Materi yang saya bawakan berjudul: "TRANSFORMASI DARI PERCAYA KLENIK KE ORIENTASI TEKNOLOGI MELALUI FIKSI ILMIAH"

Materi dan video presentasi ada di bagian bawah.





Rekaman audio/video presentasi