Komunikasi Diam

Diam sejam menyimak I'Talk (Innovation Talk) yang disampaikan oleh Ersa Sanjaya tentang Komunikasi Diam tanggal 30 Juni 2015 di kampus Universitas Ciputra. Ada banyak hal yang menarik dari bincang-bincang ini karena komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antar manusia.

Ersa mengawalinya dengan mengutip dari Stephen Covey, "Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan maksud untuk memahami, mereka mendengarkan dengan maksud untuk menjawab." Betapa pentingnya diam itu dalam berkomunikasi karena dengan diam kita bisa menyimak. Ada 3 hal yang penting untuk dilakukan dalam komunikasi diam.

Pertama adalah nondefensive listening. Artinya mendengar tanpa perlawanan. Seringkali kita dalam bicara itu maunya mengalahkan lawan bicara atau ingin suara kita yang didengar. Memang, untuk ini perlu self control (pengendalian diri). Padahal, adalah baik kalau kita bisa fokus pada apa yang dikatakan orang lain. Yang kedua adalah Active Listening. Kita mendengar secara aktif, perlihatkan dalam bentuk gestur (gerak gerik) tubuh kita bahwa kita memang mendengarkan. Di sini perlu dilakukan silent probing, artinya menggali lebih banyak dengan diam. Kata-kata Ersa yang menarik perhatian saya adalah, "Waktu mendengar adalah waktu terbaik untuk belajar." Yang ketiga, adalah editing. Tidak semua harus diomongkan. Walau kita jujur, bukan berarti harus semua diomongkan. Ini untuk menjaga perasaan orang lain. Kita perlu berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu. 

Selanjutnya Ersa juga memberikan tips berkomunikasi yang baik, yaitu: Connect, Discover & Respond. Kita harus bis amenjalin koneksi atau hubungan dengan orang lain, selanjutkan galilah dan dapatkan banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang yang kita ajak bicara. Lalu, lakukan tanggapan/reaksi atau respon sesuai dengan konteksnya. Jangan ketika diajak bicara A, malah responnya adalah B.

Acara I'Talk ini diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Library Team.

Kelas Online: Menembus Pasar Ekspor (Ir. Budhi Wibowo)

Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya, misalnya franchise dan akuisisi. Secara sederhana ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri dengan mengikuti aturan perdagangan yang berlaku (Berdokumen). Bagi kita yang tidak memiliki perusahaan, mungkin akan merasa tidak begitu ingin tahu tentang ekspor. Bisa jadi, kita hanya sebatas tahu bahwa ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain. Untuk itu, kita perlu mempelajari tentang bagaimana memasuki pasar ekspor, prosedur pertukaran barang mulai dari segi peraturan, kepabean, shipping atau pengiriman barang, maupun perbankan. Hal-hal tersebut sangatlah saling berkaitan. Ini akan dibahas dalam kelas online "Menembus Pasar Ekspor".

Pengajar: Ir. Budhi Wibowo

Tujuan Umum
Peserta memiliki pemahaman dan insight mengenai bagaimana menembus pasar ekspor sehingga bisa mempunyai gambaran serta pengetahuan untuk memulai mengembangkan pasar di manca negara.

Tujuan Khusus
• Agar memiliki keinginan dan kemampuan menjadi seorang entrepreneur bergerak di bidang ekspor.
• Agar mampu menciptakan peluang usaha yang lebih besar di luar negeri.
• Agar termotivasi untuk menumbuhkan usahanya, melalui pengambilan resiko yang terukur.
• Agar bisa terus berinovasi dan mempersiapkan diri memasuki pasar global.

Materi Pembelajaran
• Tidak perlu takut melakukan ekpor (Mengetahui produk yang layak dijual ke pasar global)
• Persyaratan menjadi eksporter
• Beberapa contoh profil pengusaha UKM yang sukses ekspor
• Tahapan ekspor
• Menghitung Biaya dan harga jual
• Sistem Pembayaran Internasional
• Cara mendapatkan buyer

Selamat belajar.

Sumber: UCEO

Jangan Takut Melakukan Ekspor


Mengatasi keraguan melakukan ekspor


Syarat menembus pasar global


Tahapan Ekspor (1/2)


Tahapan Ekspor (2/2)


Sistem Pembayaran Internasional 1


Sistem Pembayaran Internasional 2


Mendapatkan Pembeli 1


Mendapatkan Pembeli 2