Buku: Alor Incident

Indonesia UFO Network
Alor Incident, 60 Years of Unknown 1959-2019

Oleh: Nur Agustinus dan Venzha Christ

Penerbit: Bina Grahita Mandiri
ISBN: 978-602-71493-5-9
Cetakan pertama: Juli 2019
Halaman: 76 + viii

Tak banyak orang mengetahui bahwa di Indonesia pernah terjadi sebuah peristiwa perjumpaan dengan UFO yang melibatkan sejumlah petugas polisi dan warga setempat. Kejadian di Kepulauan Alor ini berlangsung pada bulan Juli 1959. Sejumlah makhluk asing terlihat, sempat berkomunikasi, bahkan ada seorang anak yang diculik, kemudian terjadi penembakan oleh petugas kepolisian setempat hingga penampakan UFO berbentuk oval di pesisir pantai yang melesat dari Barat ke Timur. Menyimak laporan yang ada, insiden di Kepulauan Alor ini termasuk luar biasa. Investigasi pernah dilakukan  oleh Marsekal Muda TNI (Purn) J. Salatun. 

Setelah 60 tahun berlalu, apakah ada informasi lebih lanjut yang bisa digali? Siapa dan dari manakah mereka? Apa misi mereka selama di Pulau Alor dan Pulau Pantar?

Buku ini mencoba membahas tentang peristiwa tersebut.

Untuk pemesanan buku, bisa menghubungi:
Nur Agustinus
WA: 0818307319

Harga Rp 50.000,- (belum ongkir)
No Rek. BCA 6190005231
a.n. Agustinus Nur Pratidina



 




River of Heaven



Saat mengikuti acara Indonesia UFO Network #2 di Yogyakarta, 21 Juli 2019, saya mendapatkan sebuah pencerahan. Harus saya akui, walau suka, saya memang kurang mendalami topik ancient aliens atau ancient arkeologi, termasuk yang dari sudut pandang non mainstream. Pencerahan itu saya dapatkan dari mas Erianto Rachman dari Human Earth. Saat itu topik yang dibawakan adalah tentang hubungan antara makrokosmos dengan mikrokosmos pada peradaban Mesir kuno.

Dari penjelasannya yang sangat menarik itu, saya baru sadar bahwa selama ini, galaksi kita yang namanya milky way atau jalan susu (disebut juga Bima Sakti), adalah sebuah “sungai yang mengalir di surga”. Memang sudah sejak lama saya memahami bahwa surga ini adalah heaven, sky atau langit. Saya tidak pernah membayangkan surga seperti kepercayaan orang-orang bahwa di sana merupakan tempat yang penuh permata, intan dan batuan yaspis yang indah sebagaimana ditulis di kitab-kitab kuno, karena bagi saya itu adalah metafora. Tapi mendengar ceramahnya mas Erianto Rachman, ternyata itulah yang sebenarnya. Yaitu, bagaimana masyarakat di masa lalu, memandang langit yang begitu indah, penuh intan permata di langit. Tentu saja, intan permata, batu delima dan yaspis itu adalah bintang-bintang yang bertaburan di langit.

Di masa lalu, saat manusia masih banyak tinggal di luar, padang gurun dan mengembara, maka duduk dengan memandang langit adalah sebuah kegiatan yang biasa dilakukan. Pemandangan langit juga pasti lebih luar biasa dibandingkan dengan saat ini. Belum ada polusi cahaya, tak ada juga polusi asap pabrik, maka sudah pasti langit akan nampak bertaburan bintang-bintang yang sangat indah dan cemerlang.

Pemandangan langitpun juga tidak sama dengan saat ini karena bumi dan matahari mengalami pergerakan. Dengan demikian, arah atau garis “sungai di surga” juga beda dengan saat ini. Mas Erianto menjelaskan tentang posisi sungai Nil yang pas bertemu dengan sungai atau jalan susu (milky way). Penjelasan ini langsung mengingatkan saya pada sungai di taman Eden yang kemudian membuat empat cabang di bumi, yaitu sungai Eufrat, Tigris, Gison dan Pison. Saat ini, di bumi yang dikenal hanya ada dua sungai yaitu Eufrat dan Tigris. Hasil penyelidikan ahli arkeologis, konon mengatakan bahwa kedua sungai yang lain sudah tertimbun pasir atau menjadi sungai yang ada di dalam tanah.

Boleh jadi, rasi-rasi bintang yang indah di langit, juga membuat orang-orang di masa itu membayangkan sebagai bidadari-bidadari yang rupawan. Dengan bintang-bintang cemerlangnya nampak bagai bidadari surga yang bermata jeli. Apakah sebuah kebetulan, jika Zodiaque de Denderah (Zodiak Dendera) dengan 48 rasi bintang dari Claudius Ptolemaus, diidentifikasi di antara yang hadir 72 rasi bintang di Zodiak tersebut.

Terlepas dari semua itu, kosmologi di masa lalu memang menakjubkan. Kita selalu terpesona melihat langit dan memuat kita merasa begitu kecil tak berdaya. Carl Sagan juga mengatakan bahwa bumi ini sebagai sebuah titik biru muda di jagad raya.... dan kita, manusia, hanyalah bagian dari debu bintang. 

(nur agustinus)

Kosmos dan Pendidikan Karakter

Oleh SARAS DEWI

Dosen Filsafat UI
Jawa Pos, 22 Juni 2019


DALAM salah satu ceramahnya di Universitas Cornell pada 1994, Carl Sagan yang tengah berulang tahun ke-60 menutup pidato dengan mengatakan bahwa astronomi adalah suatu  pengalaman yang menggetarkan. Yang membangun karakter.


Dia merujuk pada hasil fotografi dari Voyager 1 yang memperlihatkan bumi sebagai rumah bagi kehidupan, yang tampak sebagai titik samar berwarna kebiruan. Itulah kenyataan kosmos ini.Bumi hanya sebagian kecil dari miliaran bintang yang terserak pada bentangan alam raya. Manusia bukan pusat. Manusia tidak mengendalikan hukum alam. Sebaliknya, manusia adalah spesies sekelebat dalam rentang kosmos yang primordial ini.

Kata-kata Carl Sagan itu membuat saya berpikir, bagaimana sains dapat menempa karakterseseorang. Sains dalam hal ini tidak terbatas bagaimana ia digunakan oleh para positivis maupun instrumental untuk kebutuhan hidup yang praktis. Tapi sebagai pola pikir.


Pola pikir ini tidak hanya soal ketatnya metode ilmiah, tapi yang melibatkan sensibilitas imajinasi, bahkan refleksi yang dapat menghadirkan sikap rendah hati dan belas kasih. Masyarakat yang menjauhkan diri dari ilmu pengetahuan adalah masyarakat yang terperangkap di dalam tempurung. Masyarakat yang enggan mengejar kebenaran secara kritis akan rentan terhadap kebohongan dan kebencian.


Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Dua perempuan ilmuwan yang membicarakan krisis pendidikan di Indonesia adalah Premana Premadi dan Karlina Supelli. Mereka mempersoalkan bagaimana sistem pendidikan di Indonesia tidak mendorong individu menjadi berani dan kritis.

Premana Premadi membahas bagaimana kurikulum menjadi persoalan utama pendidikan Indonesia. Dia mengusulkan kurikulum yang berkelanjutan, yang menyasar pada tiga hal: individu, komunal, dan alam.


Individu dapat mengembangkan dirinya. Tidak saja terkait dengan cara-cara bertahan hidup, tetapi demi keberlanjutan masyarakat dan lingkungan hidup. Kurikulum ini tidak lagimenghasilkan peta mental yang terkotak-kotak, tetapi kesanggupan untuk memahami sebab akibat yang runtun.
Pandangan senada disampaikan filosof Karlina Supelli dalam Pidato Kebudayaan di DewanKesenian Jakarta. Dia soalkan bagaimana budaya dan pendidikan di Indonesia tidakmengembangkan nalar yang mandiri dan bebas. Peserta didik justru dicekam rasa takut. Takut untuk berbeda, takut untuk bertanya, dan terburu-buru ditargetkan untuk menjadi saleh. Kegagapan masyarakat terjadi karena tidak terbiasa melatih pikiran, untuk menguji asumsi-asumsi sebelum mendeklarasikan kebenaran.


Inspirasi kedua pemikir itu sangat dipengaruhi pembelajaran di observatorium. Karlina Supelli mengutip Johannes Kepler yang terilhami laju gerak planet yang mengitari matahari. Gerakan yang elegan itu mengumandangkan musik antariksa.

Musik harmoni alam raya Kepleryang diinterpretasikan kembali oleh Laura Spiegel, nantinya disertakan Carl Sagan dalam Cakram Emas Voyagers yang kini tengah mengembara di antara bintang sebagai pesan perkenalan bagi kemungkinan peradaban ekstraterestrial di samudra kosmik. Kosmos mengajarkan suatu filosofi tentang betapa mungilnya kita, alam raya membuat manusia terpesona dan gentar pada saat yang bersamaan.

Carl Sagan mengkritik antroposentrisme dan bagaimana kepandiran umat manusia akan menyebabkan penghancuran kehidupan di bumi. Pandangan sempit yang meletakkan manusia sebagai pusat dunia telah mengakibatkan kesembronoan manusia dalam memperlakukan lingkungan hidup.


Manusia harus berbenah diri. Salah satunya adalah dengan merombak orientasi pendidikan ke arah keberlanjutan lingkungan hidup. Pendekatan non-antroposentrik Sagan kini bergaung-gaung dalam data-data ilmiah yang telah dipublikasikan IPBES (Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services).

Laporan IPBES yang disusun ratusan ilmuwan dari seluruh dunia menyimpulkan bahwa bumi sedang terkikis keragaman hayatinya. Satu juta spesies satwa dan tumbuh-tumbuhan terancam punah dalam kecepatan yang begitu tinggi dikarenakan aktivitas manusia. Pada 14 sampai 19 Juni 2019, Observatorium Jakarta dibuka untuk umum. Masyarakat dapat datang dan menyaksikan bagaimana fenomena astronomi; susunan indah Bulan, Planet Jupiter, dan Planet Saturnus. Setiap sore menjelang malam, observatorium riuh dengan antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak.

Di tengah problem kegandrungan terhadap berita bohong dan  ujaran kebencian, melihat kesukariaan masyarakat untuk belajar  dan meneropong angkasa merupakan sesuatu yang menyegarkan. Pengamatan melalui teropong  bintang adalah perjumpaan manusia yang fana dengan sesuatu  agung. Alam raya adalah segara  inspirasi yang mengasah pikiran  dan karakter manusia. (*)

Immanuel Kant tentang kehidupan di planet lain




"Semua planet sudah atau akan dihuni, dan planet-planet yang jauh dari matahari mempunyai massa berkembang lebih panjang, barangkali dihuni oleh spesies yang lebih cerdas dibandingkan dengan penghuni bumi kita ini." ~Immanuel Kant

Sumber: Buku "Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra", oleh Prof. DR. Ahmad Tafsir, halaman 158.

Dikutip dari posting Widiani di FB BETA-UFO Network

Tentang Immanuel Kant :
http://en.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant

Online Course: HOSPITALITY MARKETING

Hospitality marketing adalah pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dalam industri/bisnis yang berhubungan dengan hospitality, seperti penginapan, rumah makan, event organizer, dan lain-lain di mana yang mengutamakan keramahtamahan. Namun dalam pembahasan kursus ini hanya dibatasi untuk bidang usaha kuliner, khususnya rumah makan.

Course Roadmap

Deskripsi kursus

Kursus ini memperkenalkan prinsip, konsep dan sistem yang digunakan di bidang pemasaran dalam industri hospitality.  Informasi tentang segmentasi pasar, riset pemasaran, hubungan masyarakat, promosi, pengemasan, strategi penetapan harga, dan masa depan pemasaran hospitality.

Tujuan Kursus

Kursus ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menganalisis kebutuhan pemasaran layanan yang khas. Ini bergantung pada studi kasus dunia nyata yang praktis pada berbagai bidang pemasaran yang beragam untuk memberi siswa pengetahuan yang lebih luas tentang isu-isu utama


Fase Pembelajaran

Anda bisa mengunduh (download) file Course Roadmap di sini



Week 1
Pendahuluan: Marketing Hospitality 
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 2
Segmentasi, Targeting & Positioning  
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 3
Analisis SWOT 
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 4
Marketing Mix – 4Ps  
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 5
Analisis Competitor  
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 6
Analisis Harga 
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 7
Rencana Pemasaran  
[Download Marketing Plan Template]

Tambahan: Business Model Canvas [Download Presentasi] [Uraian Penjelasan]
Week 8
UTS
Week 9
Strategi Daur Hidup Produk
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 10
Week 11
Memahami Perilaku Pelanggan
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 12
Hubungan Pelanggan
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 13
Saluran Pemasaran
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 14
Branding/Merk
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Week 15
Peran Teknologi dan Media Sosial dalam Pemasaran
[Download Presentasi] - [Uraian Penjelasan]
Materi: Marketing to Millenials
Week 16
UAS
Mulai: 28 Januari 2019

Sasaran kursus

Setelah menyelesaikan kursus ini, siswa harus dapat:

  • Jelaskan dan jelaskan dasar-dasar pemasaran
  • Mengevaluasi industri hospitality, segmentasi pasar dan menentukan positioning pasar
  • Identifikasi dan jelaskan metodologi pemasaran yang terkait dengan pengemasan, bahan jaminan dan dukungan promosi.
  • Terapkan strategi dan penetapan harga untuk memaksimalkan pendapatan
  • Mengembangkan rencana pemasaran dan anggaran untuk memaksimalkan sumber daya yang terbatas
  • Menunjukkan pemahaman tentang trend baru dalam teknologi pemasaran (media sosial, aplikasi mobile dan aplikasi E-Marketing) dan bagaimana mereka mengubah pemasaran di industri restoran dan hospitality lainnya.

Fasilitator/Instruktur:
Nur Agustinus
Psikolog, Penulis, Pengajar
Kantor: Bina Grahita Mandiri
Email: agustinus.nur@gmail.com
HP/WA: 0818307319
FB/IG: Nur Agustinus
www.nuragustinus.com












Pesawat untuk Vito (2)

Rupanya Vito kurang puas dengan pesawat warna birunya yang berbadan gemuk. Dia ingin pesawat tempur model jet. Dengan bahan seadanya, yakni dari PVC, saya mencoba membuat pesawat jet untuk Vito.
Memotong pipa PVC dan membentuk seperti pesawat jet.
Sebelum dipasang kokpitnya.
Kokpit dipasang.
Diberi rudal dari udara ke udara dengan ballpoint bekas




Setelah jadi...





Pesawat untuk Vito (1)

Setelah membuat pesawat mainan dari PVC untuk Ferdinand Krista (bisa dilihat di sini), Vito ingin dibuatkan pesawat juga...

Kali ini membuat pesawat berbadan gemuk.

Vito ikut mewarnai pesawatnya...



Vito senang juga punya pesawat...

Tapi rupanya Vito juga ingin pesawat model jet fighter. Mungkin dia merasa pesawatnya kuno karena pakai baling-baling. Ingin tahu pesawat jet untuk Vito? Ikuti tulisannya di sini.



Bikin pesawat dari PVC untuk Ferdinand

Bulan Februari 2018 lalu, Ferdinand Krista minta dibikinkan mainan pesawat. Di rumah banyak sisa-sisa pipa pvc tak terpakai. Jadi, coba-coba bikin mainan pesawat dari bahan seadanya...

Pipa PVC dipotong dan dibentuk. Untuk membuat pipih digunakan hotgun.

Kok[it menggunakan bola plastik.

Pesawat sudah jadi, perlu dicat...

Proses pewarnaan dengan cat acrylic.


Akhirnya selesai...
Selain pesawat, Ferdinand juga punya pesawat X-Wing yang dibuat juga dari PVC. Cara membuatnya bisa dibaca di sini. Ternyata Vito juga ingin dibuatkan pesawat. Bagaimana bentuk pesawat untuk Vito? Silahkan ikuti tulisannya di link berikut ini.

Membuat Model Satelit


Bagi yang suka luar angkasa dan ingin membuat model satelit, mungkin tulisan ini bisa memberi inspirasi.

Saya membuat sebuah model dengan menggunakan toples, lepek plastik dan tripleks. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan. Alat yang saya gunakan adalah lem tembak.






Binder kertas
Dipasang di badan model satelit

Menggunakan binder kertas
Solar Panel, menggunakan stiker.
  
Hasil akhir
 

Model satelit ini bisa dipasang di langit-langit atau plafon dengan senar. Saya beri nama satelit "Krista-1".



Membuat X-Wing



Anak-anak minta X Wing? Ayo coba buat sendiri dengan bahan PVC. Anda juga bisa menggunakan bahan lain seperti karton atau plastik. Alat yang saya gunakan adalah gergaji besi, gunting, lem tembak, cutter.

Skema bisa diunduh di sini.



Untuk stikernya, bisa klik untuk lihat ukuran sebenarnya/besar:


Petunjuk membuatnya bisa dilihat di bawah ini:




Membuat mainan Tie Fighter (DIY)

Ingin membuat sendiri mainan atau model pesawat Tie Fighter dari Star Wars?

Do it yourself...


Anda bisa ikuti petunjuk di bawah ini, atau mungkin dari apa yang saya buat ini bisa memberi inspirasi bagi Anda.

File DIY bisa diunduh di sini  (pdf)
Stiker untuk melapisi permukaan Tie Fighter bisa diunduh di sini (jpg) atau klik gambar untuk hasil lebih besar.










Selamat berkarya...


Mengapa ragu memulai bisnis baru?

Ada buku bagus yang saya pinjam dari perpustakaan, judulnya “What’s Stopping You?: Shatter the 9 Most Common Myths Keeping You from Starting Your Own Business” yang ditulis oleh Bruce R. Barringer PhD dan R. Duane Ireland PhD.

Hampir tiap orang ingin menjadi seorang pengusaha. Namun di sisi lain, Anda merasa harus membutuhkan "banyak uang" dan "banyak talenta" untuk mempunyai bisnis. Menurut penulis buku ini, hal itu adalah mitos. Jangan sampai mitos-mitos ini menghalangi untuk mengikuti impian Anda.

Buku ini menunjukkan mengapa Anda tidak memerlukan semua itu untuk meluncurkan bisnis baru Anda dan mengungkapkan apa yang benar-benar Anda butuhkan untuk berhasil.  Buku ini cocok bagi yang henda memulai sebuah bisnis dan menjadi seorang entrepreneur. Ada sembilan mitos yang dibahas di buku ini dan hal itu sebenarnya jauh dari realita.

Buku ini sangat menginpirasi dan memberi semangat.  Berikut adalah daftar isinya:

Part I: Getting Started—It May Not Be as Hard as You Think

Chapter 1. Myth No. 1: It Takes an Extraordinary Person to Start a Business:

Truth No. 1: You Can Do It!


Chapter 2. Myth No. 2: Starting a Business Involves Lots of Risk:

Truth No. 2: It May Not Be as Risky as You Think


Chapter 3. Myth No. 3: It Takes a Lot of Money to Start a Business:

Truth No. 3: It Might Not Cost as Much as You Think

Chapter 4. Myth No. 4: It Takes a Great Deal of Business Experience to Start a Successful Business:

Truth No. 4: Successful Businesses Are Started by People with All Levels of Business Experience

Myth No. 5: The Best Business Ideas Are Already Taken:

Truth No. 5: There Are an Infinite Number of Possibilities for Good Business Ideas

Part II: Running and Growing a Business—Don’t Underestimate Your Chances

Chapter 6. Myth No. 6: No One Can Compete Against Wal-Mart and the Other Big-Box Retailers:

Truth No. 6: You Can Compete Against the Big-Box Retailers if You Have the Right Plan

Chapter 7. Myth No. 7: It’s Almost Impossible for a New Business to Get Noticed:

Truth No. 7: There Are Many Ways for New Businesses to Get Noticed and Recognized

Chapter 8. Myth No. 8: The Internet Isn’t What It Was All Hyped Up to Be:

Truth No. 8: There Are Many Legitimate and Enjoyable Ways to Make Money Online

Chapter 9. Myth No. 9: It’s Easy to Start a Business, But It’s Difficult and Stressful to Grow One:

Truth No. 9: Businesses Can Be Grown Profitably and Enjoyably