Mau sukses? Ambil resiko! (2/6)




Oleh: Nur Agustinus

Dr. Jeffrey Spencer membahas di bab pertama tentang "Mengapa Sukses itu Penting?". Kita semua ingin sukses tapi sering kita tidak menyadarinya, bahwa sukses ternyata penting bagi kehidupan. Bab ini membawa kita lebih jelas tentang perlunya sebuah kesuksesan bagi diri kita.

"Bisakah saya menjadi sukses?" Pertanyaan itu sering dikemukakan di saat-saat tertentu. Jawaban yang paling umum adalah, "Ya, Anda tentu bisa sukses." Keinginan untuk menjadi sukses tidak bisa ditolak, karena merupakan insting dasar manusia yang mempengaruhi satu manusia dengan yang lain melalui pemikiran dan tindakan. Tiap orang mendefinisikan kesuksesan dengan cara yang berbeda-beda. Seperti dijelaskan oleh Spencer dalam buku "Always on Top" ini, kita semua dibekali kemampuan dan kendali untuk sukses. Masalahnya, kita tidak pernah mempelajari sehingga kita seakan tidak percaya pada diri sendiri bahwa kita memiliki kemampuan untuk meraih mimpi kita.

Nah, sukses bukanlah sesuatu yang dengan mudah bisa dikuasai oleh semua orang. Orang yang sukses tidak malu atau merasa bersalah atas segala hal yang mereka lakukan untuk meraih kesuksesan. Persoalannya, ada banyak orang yang mudah merasa malu kalau gagal, malu kalau ditolak atau bersalah jika tidak berhasil. Menjadi seorang yang sukses secara konsisten mudah dalam konsepnya, yakni: Hanya dibutuhkan penyelesaian yang tepat waktu atas tugas-tugas tertentu di dalam sebuah rencana yang dirancang dengan baik yang mencapai hasil yang telah ditentukan. Apa maksudnya dengan pernyataan dari Dr. Jeffrey Spencer ini?

Satu atau dua buah kesuksesan tidak serta merta menjadikan seseorang disebut sukses. Sukses adalah ketrampilan yang dilatih dengan rajin, yang kemudian menjadi suatu yang alami secara konsisten menghasilkan apa yang diinginkan dengan menciptakan kehidupan yang produktif, berguna dan bergairah. Sukses itu penting bagi semua orang yang menginginkan hidup yang sangat bersemangat, bergairah dan memuaskan. Saya kemudian berpikir lagi, kalau kita hidup hanya ikut arus, atau just follow the flow, kita tidak akan pernah mengalami kesuksesan. Untuk memperoleh hasil yang sukses, seseorang harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa sukses.

Dengan kesuksesan, seseorang akan melepaskan diri dari belenggu yang mengikat dirinya untuk kemudian menjadi yang terbaik. Sukses akan membangun pikiran kita menjadi kuat dan jiwa menjadi bersemangat, sekaligus menciptakan hubungan yang berarti, mencerahkan masa depan kita, optimis merealisasikan mimpi, menentukan siapa jati diri kita sehingga membuat kita bisa membangun sekaligus mendayagunakan bakat yang kita miliki dengan optimal.

Oke, sukses memang membangun mentalitas juara. Tapi bagaimana caranya? Jawabannya memang sederhana tapi tidak mudah. Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa. Sukses menuntut dan memaksa Anda untuk mengembangkan pemikiran yang fokus serta perhatian sepenuhnya. Dengan fokus yang cukup akan membuat kita mendapat banyak manfaat, menghasilkan lebih banyak, dan menjadi dasar yang penting bagi keberhasilan kita. Sedangkan pikiran yang tidak fokus tidak akan menghasilkan apapun. Saya jadi teringat, ketika mengobrol di antara teman, ada yang mengatakan bahwa akan melakukan bisnis sampingan. Lalu ada seorang yang menimpali, kalau melakukan bisnis secara sampingan, hasilnya juga sampingan. Jangan berharap sukses kalau kita tidak fokus.

Kalau Anda sudah sering mengalami sukses, Anda akan lebih mudah menyeleksi siapa saja yang bisa Anda dengarkan pendapatnya. Ini bukan berarti Anda mudah dibujuk orang lain, tetapi kalau Anda punya keyakinan diri, Anda bisa mengatakan pada orang-orang di sekitar Anda bahwa pendapat mereka akan Anda dengarkan jika Anda membutuhkan. Anda tidak akan mudah terombang-ambing hanya karena banyak pendapat yang meragukan kemampuan Anda. Ingat, tidak ada seorangpun yang berhak menghambat Anda dengan pemikiran, pendapat, atau harapan mereka pada Anda. Hidup Anda adalah sepenuhnya milik Anda. Kata-kata di halaman 23 ini saya garis bawahi dengan tebal dan sekali lagi saya kutip: "Hidup Anda adalah sepenuhnya milik Anda." Saya jadi teringat dengan kata-kata George Bernard Shaw: "Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself."

Sebenarnya banyak peristiwa dalam hidup kita yang bisa dianggap sukses. Namun orang seringkali lebih teringat akan kegagalan yang dialaminya. Saya pernah melihat sebuah video dokumenter dari BBC yang berjudul "Human Instict: The Will to Win" tentang mengapa kegagalan lebih diingat ketimbang kesuksesan. Ketika seseorang mengalami kegagalan, ingatan itu disimpan di dalam amygdala (organ kecil dalam otak kita) yang membuat kita tidak hanya merekam ingatannya tapi sekaligus emosi yang menyertainya. Ini bagian dari manusia mempertahankan dirinya, agar tidak mengalami kegagalan yang sama. Ketika seseorang gagal naik kelas, atau mengalami kerugian dalam bisnis, atau gagal dalam rumah tangga, akan jauh lebih teringat ketimbang keberhasilan yang telah dicapai dalam hidupnya. Jika tertarik melihat video ini, kunjungi: http://bestonlinedocumentaries.com/human-instinct-the-will-to-win/

Mengapa orang sukses makin sukses, sementara yang terpuruk makin menderita? Ini tak lain karena semakin Anda sukses, semakin banyak pilihan yang akan Anda temui, dan Anda tentunya akan semakin sukses. Jika Anda telah sukses, Anda bisa memiliki pikiran yang segar untuk meraih kesuksesan yang lain lagi. Namun jika yang terjadi sebaliknya, kita akan ragu dan sikap plin-plan akan membuat kesempatan yang Anda miliki lenyap dengan cepat. Spencer mengatakan, "Kata keraguan tidak ada di dalam kosa kata orang-orang sukses." Kesuksesan akan meningkatkan kecepatan dan akurasi kita untuk membuat sebuah keputusan.

Yang kita butuhkan sekarang adalah percaya pada kemampuan kita. Kesuksesan bisa diraih dengan berbagai cara dan tidak ada yang tidak bisa dicapai. Saya teringat dengan kata-kata Walt Disney, "If you can dream it, you can do it." Ketika Anda percaya pada kemampuan Anda dan mencocokkan kemampuan Anda dengan kesempatan yang ada, maka Anda bisa mengubah hal-hal yang mungkin menjadi sesuatu yang pasti. Saya menggaris bawahi dari buku ini, ada tiga hal yang perlu diingat:
  1. Tidak ada yang bisa, atau, bahkan Anda sendiri, menentukan tindakan seperti apa yang benar-benar tepat bagi Anda.
  2. Kekalahan hanyalah sebuah gambaran yang menunjukkan seseorang yang tidak berhasil meraih apa yang diinginkan padahal telah melakukan usaha terbaiknya, namun itu bukan masalah besar, selama kita berkomitman mengejar dan mencapai impian kita.
  3. Menentukan waktu yang tepat serta kesabaran adalah hal penting untuk mencapai kesuksesan yang konsisten.
Kini kita mengetahui apa gunanya sukses bagi diri kita. Sukses melahirkan optimisme. Optimisme adalah segalanya! Kesuksesan akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih optimis dibanding dengan orang-orang yang bingung, baru memulai usahanya, sedang berjuang, atau masih mencoba meraih impiannya. Saat optimisme Anda mulai tumbuh, begitu pula kemampuan, energi, dan antusiasme Anda. Ini akan membuat Anda ingin mencapai tingkatan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Spencer mengatakan bahwa berusahalah selalu mengambil jalan hidup utama karena Anda tidak pernah bisa mengetahui siapa yang memperhatikan Anda. Karena sukses adalah sebuah hasil, maka kesuksesan adalah sebuah modal yang penting. Ini makin jelas, bahwa sukses bukan tujuan tapi hasil. Orang-orang yang sukses kadang-kadang mendapat julukan yang tidak adil sebagai orang yang terlalu memikirkan diri sendiri, terlalu hebat bagi orang lain. Saya jadi teringat juga dengan kata-kata Bong Chandra saat memberi motivasi di Universitas Ciputra, "Sedikit egois banyak empati." Sepertinya hal ini hampir mirip. Spencer juga mengemukakan bahwa seorang individu yang sukses akan selalu melihat kesuksesan sebagai memiliki harta yang cukup untuk semua orang. Bisa berbagi dengan sesama merupakan berkah dari kesuksesan.

(bersambung)

0 Komentar:

Posting Komentar