11 Mei 2013

Entrepreneurship: Menjadi Unggul Melalui Inovasi

Innovation distinguishes between a leader and a follower.”  (Steve Jobs)

Inovasi saat ini menjadi kata kunci dan hal yang wajib dilakukan jika mau sukses. Padahal kata ini barangkali belum populer dalam kurun waktu dua puluh tahun lalu. Di masa lalu hanya orang-orang tertentu saja yang dianggap memiliki kelebihan khusus yang menemukan sesuatu dan bisa melakukan inovasi. Kini, kreativitas dan inovasi menjadi sebuah keharusan yang tak bisa dihindarkan. Mengapa inovasi menjadi penting saat ini?

Apakah inovasi itu?

Inovasi adalah proses membuat perbaikan dengan mengenalkan sesuatu yang baru, atau dengan cara yang baru. Proses inovasi juga  bisa merupakan ide, metode atau pemikiran yang baru. Peter Drucker menyebutkan sebagai sebuah perubahan atas penciptaan dimensi yang baru dari kinerja. Menurut Luecke dan Katz, inovasi dapat diartikan sebagai pemahaman umum tentang pemikiran baru atau metode baru. Dengan kata lain, inovasi  merupakan perwujudan, kombinasi, atau sintesis atas pengetahuan yang orisinil, relevan, nilai baru atas produk, suatu cara, atau pelayanan.

Pada dasarnya inovasi adalah sesuatu yang baru yang dihasilkan (sebagai output perusahaan) atau sebagai suatu proses adopsi atau pengaplikasian sesuatu yang “baru” oleh sebuah organisasi sedemikian rupa sehingga organisasi ini menjadi lebih kompetitif. Sesuatu yang baru tersebut bisa berupa produk atau jasa baru yang dapat memberikan nilai lebih dibandingkan produk yang lama. Sesuatu yang baru itu bisa berupa proses baru menciptakan efisiensi dalam produksi, penyampaian maupun upaya peningkatan pelayanan. Menurutnya, inovasi juga mencakup proses mengadaptasi produk atau mengadaptasi proses yang sudah ada. Mengacu pada pendapat Woodman, inovasi dapat diartikan sebagai proses adaptasi produk, jasa, ide atau proses baik yang sudah ada di dalam organisasi maupun yang dikembangkan dari luar organisasi. Dengan kata lain, perusahaan yang meniru produk perusahaan lain atau mencontoh cara kerja perusahaan lain dapat juga dikatakan melakukan inovasi.

Pendorong terjadinya inovasi

Inovasi terjadi karena didorong oleh berbagai hal, misalnya mulai dari perubahan tuntutan kualitas, penciptaan pasar baru, perluasan lingkup produk, pengurangan biaya tenaga kerja, perubahan proses produksi, pengurangan bahan baku, untuk mengurangi kerusakan lingkungan, penggantian produk atau jasa, efisiensi penggunaan energi, sampai pada penyesuaian terhadap peraturan atau regulasi baru.

Ada dua hal yang menjadi sumber inovasi, yaitu manufacturer innovation dan end user innovation. Dalam manufacturer innovation, orang atau bisnis melakukan inovasi dalam rangka untuk menjual inovasi. Sedangkan dalam end user innovation orang atau perusahaan mengembangkan inovasi untuk digunakan sendiri sebab keadaan produk tidak memenuhi kebutuhan.

Dengan demikian, karyawan yang inovatif melakukan inovasi untuk menjual karyanya dan “dirinya” kepada perusahaan, agar dipandang memiliki nilai lebih dari karyawan lain. Kondisi tersebut akan menimbulkan keunggulan bersaing dalam diri karyawan, sehingga jika terjadi downsizing untuk merampingkan organisasi, dia layak untuk dipertahankan.

Menjadi entrepreneur

Menurut Ciputra, Indonesia membutuhkan entrepreneur yang inovatif, artinya entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah (value added), bukan sekedar pengusaha yang bertipe “broker” atau “berdagang”. Menjadi inovatif entrepreneur membuat nilai value added yang diperoleh lebih maksimal, baik dari sisi daya tahan menghadapi persaingan karena barang dan jasa susah ditiru pesaing.  Michael Porter  menyebutkan, “Innovation is the central issue in economic prosperity”

Idealnya agar bisa melahirkan entrepreneur yang inovatif setidaknya melekat 3 L (Lahir, Lingkungan, dan Latihan). Artinya apabila seseorang dilahirkan dari keluarga yang berprofesi entrepreneur akan lebih mudah diarahkan menjadi entrepreneur. Kalau lingkungannya mendukung pengkondisian menjadi entrepreneur yang handal akan lebih baik. Apalagi kalau disamping 2L di atas, ditambah L yang ketiga atau latihan (proses dan latihan), hal ini akan semakin mempercepat lahirnya entrepreneur.

Di Indonesia, dua L pertama (Lahir dan Lingkungan) kurang mendukung, mengingat tidak banyak anak yang lahir dari keluarga entrepreneur, dan dari sisi lingkungan pun yang masih mengutamakan bekerja sebagai pegawai negeri dan  ini menjadi pola pikir (mind-set) yang mendominasi.

Inovasi dan Keunggulan Kompetitif

Diakui atau tidak, inovasi menjadi sebuah keharusan dalam globalisasi. Stephen M. Shapiro, dalam bukunya yang berjudul 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change, mengemukakan kunci utama untuk sukses dan tetap bertahan adalah perpetual & pervasive innovation. Untuk mencapai kemampuan ini, perusahaan membutuhkan inovasi tanpa batas di setiap detak waktu yang ada, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. pervasive innovation adalah inovasi yang meresap di setiap sisi perusahaan, di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja, dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Seolah inovasi adalah napasnya perusahaan. Untuk itu diperlukan kapabilitas yang akan membantu perusahaan menghasilkan kinerja yang optimal dalam aktivitas-aktivitas yang membutuhkan proses, orang, dan teknologi yang didefinisikan sebagai strategi.Inovasi tak selalu mengacu kepada sesuatu yang baru sama sekali, yang penting ada hal baru yang berbeda yang dapat mendorong tercapainya keunggulan bersaing.  Michael Porter juga pernah mengemukakan, “strategic positioning means performing different activities from rivals or performing similar activities in different ways.”

Menurut Steve Jobs, inovasi sangat sulit diperoleh sebab itu dibutuhkan kontrol. Inovasi akan menyebabkan masalah, sebab itulah lebih mudah untuk menghindari inovasi daripada mengejar inovasi. Sudah banyak orang yang menyerah, tapi tidak demikian halnya dengan Jobs. Ia adalah orang yang cerdas, dan lebih dari itu, ia juga adalah orang yang dapat berkata kepada pegawainya untuk tidak pulang ke rumah dan terus bekerja di kantor untuk berpikir beda. Itulah kontrol kedua, yaitu Jobs tidak akan segan-segan memecat pegawainya yang tidak bisa bekerja sesuai keinginannya. Jobs adalah sosok yang sangat bersemangat dalam bidang pengembangan produk dan dalam mewujudkan visi-visi pribadinya. Dia tidak pernah berhenti untuk mewujudkan visinya. Agar bisa memantau seluruh aktivitas pegawainya, Jobs membuat ramping struktur manajemen Apple dengan hanya mempekerjakan 20.000 orang. Dengan demikian, ia dapat mengetahui apa yang terjadi pada struktur terbawah.

Mindset entrepreneurship

Keberhasilan seorang entrepreneur ditunjang dengan pola pikir dan menghasilkan sesuatu yang baru atau melakukan hal lama dengan cara yang baru (thinking and doing new things or old thing in new ways). Hal ini tergantung dari mindset yang dimiliki. Peter F. Drucker, menyebutkan inovasi yang berhasil adalah hasil pencarian dengan penuh kesadaran dan bertujuan mengantisipasi munculnya peluang inovasi yang hanya ditemukan dalam segelintir situasi. Proses inovasi adalah mengenai cara perusahaan menghasilkan, melakukan evaluasi, dan mengimplementasikan solusi-solusi kreatif yang akhirnya memudahkan perusahaan mencapai dan memperbarui bisnisnya dalam konteks global.

Tanpa mindset entrepreneurial, di masa kini akan sulit untuk mencapai keberhasilan yang berkesinambungan di bidang apapun. Entrepreneur memiliki kualitas tertentu yang membuat mereka berhasil melakukan apapun. Melakukan banyak hal dengan apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka memandang segala sesuatunya.

Mindset entrepreneurial adalah yang menentukan keberhasilan sesorang di dalam bisnis. Hal ini terkait dengan bagaimana mereka berpikir dan memandang segala sesuatunya. Pola pikir kita bisa menentukan apakah kita akan menjadi pengusaha sukses atau tidak, mampu berinovasi atau tidak. Ditekankan oleh Peter F. Drucker bahwa,  “Innovation is the specific instrument of entrepreneurship. The act that endows resources with a new capacity to create wealth.”

Seorang entrepreneur harus memiliki keberanian untuk berubah. Change the rule of the game! Seperti kata Michael Porter, jika kamu ingin menjadi market leader, buatlah bisnismu tampak berbeda. Menjadi seorang entrepreneur memerlukan keberanian menghadapi resiko. Untuk itu penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya dalam memanfaatkan peluang yang ada. Kunci perubahan adalah mengatualisasikan potensi. Ini dibutuhkan kreativitas, yang berarti kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru, terutama menemukan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menciptakan peluang. (Diedit dari berbagai sumber)

Popular Posts