11 Mei 2013

Belajar tentang Organizational Sustainability (OS)





Camilo A.B. Naraval, Jr. (kanan)
Pada tanggal 27 Juli 2009, di sekretariat GN berlangsung pertemuan yang membahas bagaimana sebuah organisasi non pemerintah (Ornop atau NGO) seperti GN, bisa menjadi sebuah organisasi yang hebat serta berkelanjutan. Pertemuan ini difasilitasi oleh International Council on Management of Population Programmes (ICOMP) dari Malaysia, dengan dukungan dari Ford Foundation. Camilo A.B. Naraval, Jr., senior programmer officer ICOMP, membawakan presentasi yang berjudul “Scaling-Up Sustainability of Civil Society Organizations in Indonesia: Toward Organizational Excellence”.


Pertemuan ini diikuti oleh Dewan Pembina, Dewan Pengurus, Dewan Pengawas dan Kepala Divisi dari GAYa NUSANTARA. Pelajaran yang diperoleh dari pertemuan ini adalah bahwa kebanyakan Ornop sangat tergantung dari lembaga donor eksternal dan kurang mandiri secara finansial. Padahal ada banyak cara untuk memobilisasi sumber daya, termasuk sumber finansial lain, mulai dari pencarian donasi perorangan hingga upaya untuk melakukan penggalangan dana.

Dalam kesempatan ini, dilakukan juga pengukuran ”Sustain Ability” dari organisasi yang indikatornya meliputi “Organizational Viability”, “Program Effectiveness”, “Financial Security” dan “Enduring Impact”. Hasil pengukuran ini sangat menarik sebab dapat memberi informasi yang sangat berharga untuk meningkatkan kinerja dari organisasi. Jun, panggilan akrab Camilo A.B. Naraval, mengatakan bahwa adalah teramat penting untuk sebuah organisasi agar memiliki kemampuan dan fokus untuk memobilisasi sumber daya sehingga menjadi penopang yang kuat, termasuk bagaimana menjalin hubungan yang jauh lebih baik dengan komunitas serta stakeholder yang ada. Namun juga perlu untuk diingat, sumber daya organisasi tidak semata adalah soal dana, tapi juga hal-hal lain yang non-finansial tapi juga sangat perlu, seperti suplai material, ruang gedung, manusia dan juga informasi.


Popular Posts