8 Feb 2018

Cinta




Cinta mewakili serangkaian emosi dan pengalaman yang berhubungan dengan kasih sayang dan ketertarikan seksual. Kata cinta bisa berhubungan dengan berbagai macam perasaan, keadaan, dan kesenangan secara umum hingga daya tarik personal. Perbedaan arti ini, dikombinasikan dengan kompleksitas perasaan yang ada dan membuat cinta menjadi sebuah kesulitan yang tidak biasa hingga secara konsisten menegaskan bahkan membandingkan rasa emosi lainnya.
Secara abstrak, konsep cinta itu biasanya merujuk pada perasaan yang kuat dan tak terlukiskan. Bahkan konsep cinta yang terbatas ini, meliputi kekayaan perasaan yang berbeda dari nafsu birahi dan rasa intim yang romantis hingga menjadi konsep yang menawarkan kegiatan nonsexual. Cinta dalam bentuk yang bermacam-macam merupakan fasilitator utama dari hubungan interpersonal hingga kepentingan psikologi, merupakan satu diantara banyak tema seni yang kreatif.

Definisi

Dalam bahasa Inggris cinta memiliki variasi yang saling berhubungan namun arti yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Sering juga ditemui, bahasa yang lain  menggunakan kata-kata yang beragam untuk mengekspresikan konsep-konsep yang berbeda dengan Bahasa Inggris yang menyandarkan diri pada cinta untuk meringkasnya; satu contoh adalah bahasa Yunani yang memiliki beragam kata yang bermakna “cinta”. Perbedaan budaya dalam mengartikan cinta dapat membuat kesulitan untuk mengartikannya secara universal. Psikolog Amerika Zick Rubin mencoba untuk mendefinisikan cinta dengan menggunakan Psikometrik. Karyanya menyebutkan ada tiga factor dalam cinta : kasih sayang, perhatian dan intimasi.

Meskipun cinta merupakan kasus yang sering diperdebatkan, aspek yang berbeda pada kata ini dapat ditengahi dengan cara menentukan apakah yang “bukan cinta” itu menjadi sesuatu yang umum tentang sentiment positif (bentuk yang lebih kuat dari suka), Umumnya cinta berseberangan dengan benci (apatis yang netral); sebagai bentuk yang intim yang lebih emosional dan jauh dari kesan seksual akan cinta yang romantis, cinta berbeda dengan pertemanan, meskipun definisi lainnya bisa digunakan dalam pertemanan dekat. Ketika mendiskusikannya secara abstrak, cinta biasanya merujuk pada cinta interpersonal, suatu pengalaman yang dirasakan oleh seseorang untuk orang lain. Cinta sering menyertakan perhatian atau mengidentifikasi dengan seseorang atau sesuatu, termasuk orang itu sendiri (cf. narsisme)
 
Sebagai tambahan, pengertian cinta berubah dari tahun ke tahun. Beberapa ahli sejarah mencatat adanya sejarah modern tentang pengertian cinta yang romantis yang terjadi Eropa sesudah masa pertengahan, keberadaan kasih sayang romantis di sana pada mulanya dibuktikan dengan puisi bertemakan cinta. Karena cinta itu natural, abstrak dan kompleks, maka percakapan tentang cinta biasanya menajadi suatu hal yang klise, dan ada sejumlah kata-kata mutiara yang berhubungan dengan cinta, dari ungkapan Virgil “Love Conquers all (Cinta menaklukkan segalanya)” hingga Beatles “ All you need is love (Yang kamu butuhkan adalah cinta)” Bertrand Russel menjelaskan cinta sebagai “absolute value” lawan dari “relative value” Ahli theology Thomas Jay Oord mengatakan bahwa mencinta adalah “melakukan sesuatu secara sengaja, member simpati kepada yang lain dan untuk menambah semangat dalam hidup.”


Seseorang bisa dikatakan mencintai negara, prinsipnya, atau tujuannya jika ia menilainya dengan baik dan berkomitmen pada cintanya itu. Ada rasa lagi yang agak mirip, yaitu rasa kasian yang berlebihan dan sikap rela melakukan apa saja demi “cinta” dimana terkadang mereka merasa tertunggangi oleh cinta interpersonal, namun cinta impersonal berpasangan dengan alturisme dan pendirian politisnya. Seseorang juga dapat mencintai materi seperti benda, hewan atau suatu kegiatan jika mereka mau atau hal-hal lain semacamnya. Jika nafsu seksual disertakan, kondisi ini disebut sebagai paraphilia.

Cinta interpersonal

Cinta interpersonal merujuk pada cinta antar sesama. Cinta macam ini sentimennya lebih kuat daripada rasa suka yang sederhana. Cinta yang tak terbalas merupakan perasaan cinta yang tidak mendapat jawaban. Cinta interpersonal lebih diartikan dengan hubungan interpersonal. Cinta yang demikian muncul dalam anggota keluarga, teman dan pasangan. Ada sejumlah gangguan yang berhubungan cinta ini seperti erotomania.

Pandangan Ilmiah

Sepanjang sejarah, filosofi dan agama telah melakukan banyak spekulasi pada fenomena cinta. Akhir abad, ilmu psikologi telah menulis banyak hal tentang kasus ini. Akhir-akhir ini, ilmu evolusi psikologi, biologi, antropologi, neuroscience dan biologi telah menambahkan bab mengenai alam dan fungsi cinta.

Zat Kimia

Biologi cenderung melihat sex sebagai kekuatan mamalia, lebih tepatnya sebagai kelaparan atau kehausan. Helen Fisher, sang ahli dalam masalah cinta, membagi pengalaman cinta ke dalam 3 level stage, nafsu, ketertarikan dan kasih sayang. Nafsu menyingkap orang orang dengan yang lain, hubungan romantis membuat orang berani memfokuskan energinya pada hubungan yang menyertakan kasih sayang yang mentoleransi pasangannya untuk menempatkan masa kecilnya ke dalam masa kanak-kanaknya.

Nafsu adalah keinginan seksual yang meningkatkan suatu hubungan ke tingkat yang lebih tinggi dan menyertakan unsur kimia seperti testosterone dan estrogen. Efek ini jarang bertahan lebih dari beberapa minggu atau bulan. Ketertarikan sifatnya lebih individu dan nafsu romantis untuk calon tertentu dalam perkawinan yang mengembangkan nafsu sebagai komitmen untuk bentuk pertemanan individu. Studi terakhir di neuroscience mengindikasikan bahwa orang-orang yang jatuh cinta, memiliki otak yang secara konsisten mengeluarkan aura kimia tertentu seperti pheromones, dopamine, norepinephrine, dan serotonin yang bertingkah sebagai amphetamine, yang merangsang pusat kesenangan otak dan membuat efek samping seperti detak jantung, kehilangan selera makan dan susah tidur dan sebuah perasaan yang selalu senang. Penelitian menunjukkan fase ini secara umum terjadi dalam satu hingga tiga tahun.

Karena nafsu dan ketertarikan dianggap hal yang muncul secara temporary, level ketiga dibutuhkan dalam hubungan jangka panjang. Level ini adalah kasih sayang membuat hubungan bisa bertahan selama beberapa tahun dan bahkan puluhan tahun. Kasih sayang umunya didasarkan pada komitmen seperti pernikahan dan anak-anak, atau hubungan pertemanan yang saling menguntungkan seperti ketertarikan yang sama. Telah dihubungkan dalam level yang lebih tinggi akan zat kimia seperti oxytocin dan vasopressin daripada hubungan jangka pendek. Pada 2005, ilmuwan dari Itali di Pavia University menemukan bahwa molekul protein dikenal sebagai pengembang kegelisahan yang memiliki tingkat yang tinggi. Secara spesifik empat tingkat neurotrophin itu adalah NGF, BDNF, NT-3 dan NT-4, dari 58 orang yang telah mengalami jatuh cinta dibandingkan dengan tingkatan-tingkatan dalam pengontrol kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa NGF secara signifikan lebih tinggi dari subyek dalam cinta daripada kelompok-kelompok pengontrolnya.

Psikologi

Psikologi menggambarkan cinta sebagai fenomena kognitif dan social. Psikologis Robert Sternberg membuat formulasi teori segitiga tentang cinta dan berargumen bahwa cinta itu memiliki tiga komponen: intimasi, komitmen dan nafsu. Intimasi adalah bentuk dimana dua orang saling berbagi kepercayaan dan berbagai hal yang menyangkut kehidupan pribadi mereka. Intimasi biasanya tercipta dalam pertemanan, affair cinta yang romantis. Komitmen, di lain pihak, merupakan pengharapan akan adanya hubungan yang permanen. Ketertarikan seksual dan nafsu adalah hal terakhir yang paling sering muncul. Cinta macam ini muncul dalam nafsu dan cinta yang romatis. Semua bentuk cinta itu dipandang sebagai kombinasi yang bervariasi dari tiga komponen.

Supaya sama dengan teori elektronik tersebut, seperti hukum Coulomb, yang menunjukkan adanya ketertarikan positif dan negative, analog dalam kehidupan manusia dikembangkan seperti “opposite attract.” Selama lebih dari seabab yang lalu, penemuan alami dalam perkawinan manusia ditemukan kenyataan bahwa tidaklah benar ketika  menjadi karakter dan personality; orang cenderung menyukai orang yang sama dengan dirinya. Namun, dalam domain-domain tertentu dan tidak biasa, seperti system kekebalan, sepertinya manusia menyukai orang lain yang tidak mirip dengan dirinya sendiri (contohnya dengan system imun orthogonal), karena hal ini akan menghasilkan anak yang sama baiknya untuk keduanya. Di tahun-tahun terakhir, beragam teori ikatan manusia telah berkembang dalam hal kasih sayang, hubungan, ikatan, dan ketertarikan.

Beberapa system di Negara barat memisahkan dua komponen utama, altruistic dan nascistic. Pandangan ini menunjukkan bahwa karya Scott Peck, yang pekerjaannya dalam bidang psikolgi menggali definisi cinta dan kejahatan. Pack menjaga bahwa cinta adalah kombinasi dari perhatian perkembangan spiritual pada yang lain, dan narsisme sederhana. Dalam kombinasinya, cinta adalah kegiatan, bukan perasaan yang sederhana.

Perbandingan model ilmiah

Biologi juga menganggap cinta lebih cenderung melihatnya sebagai mamalia yang kelaparan dan kehausan. Psikologi melihat cinta sebagai fenomena social dan budaya. Ada elemen-elemen yang mungkin benar kala kedua pandangan tersebut – tentu saja cinta dipengaruhi oleh hormone (seperti oxytocin), neurotrophins (seperti NGF) dan pheromones serta bagaimana orang berpikir dan bersikap dalam bercinta dipengaruhi oleh konsep mereka tentang cinta. Biologi secara konvensional memandang ada dua hal yang mempengaruhi cinta – ketertarikan secara sexual dan kasih sayang. Kasih sayang oleh dua makhluk yang sudah dewasa dianggap bekerja dalam prinsip yang sama yang membawa anaka-anak disayangi oleh ibunya. Psikologi tradisional melihat cinta sebagai kombinasi dari cinta pertemanan dan cinta atas dasar nafsu. Cinta atas dasar nafsu biasanya besifat memiliki dan sering diselingi dengan rangsangan psikologi (seperti napas, jantung yang meningkat debarannya). Cinta atas dasar pertemanan merupakan jenis cinta yang menunjukkan adanya perhatian dan perasaan intim tersebut tidak diselingi adanya rangsangan psikologi.

Studi menunjukkan bahwa otak yang diobsesi oleh cinta menunjukkan kemiripan dengan mereka yang mengalami sakit mental. Cinta membuat pekerjaan dalam area yang sama di dalam otak yang merasa kelaparan, kehausan dan  pemakaian obat-obatan membuat kegiatan itu berkelanjutan. Karenanya, cinta yang baru bisa saja lebih bersifat fisik daripada emosi. Selanjutnya reaksi ini bisa menjadi mellow dalam area yang berbeda dalam otak yang aktif, pada awalnya seseorang berada dalam komitmen cinta jangka panjang. Dr. Andrew Newberg, seorang neuroscientist, mengatakan bahwa reaksi untuk mencintai ini mirip dengan obat-obatan karena tanpa cinta manusia bisa mati. 

26 Des 2017

Tiga kritik terhadap teori Ancient Astronaut



 Oleh: Nur Agustinus

Teori Ancient Astronaut dipopulerkan oleh Erich von Daniken di sekitar awal tahun 1970an. Teori ini mengemukakan bahwa nenek moyang kita telah kedatangan makhluk luar angkasa dan dianggap dewa oleh mereka. Teori ini didukung dengan berbagai bukti temuan arkeologi dan juga kisa-kisah mitos yang berhubungan dengan interaksi para dewa dengan manusia di masa lampau.

Di tahun-tahun itu, perkembangan teori ini begitu pesat. Berkaitan dengan masalah dewa-dewi di masa lalu yang dikaitkan dengan makhluk cerdas dari gugusan bintang lain, maka pengamat UFO kemudian melirik ke cerita-cerita dalam Alkitab serta kitab-kitab suci lainnya. Tentu ini menimbulkan kontroversi tersendiri. Masing-masing orang hadir dengan argumentasinya.

Pendukung teori ini tidak sedikit, namun teori ini juga tak kurang yang mengkritiknya. Bagi pendukung, menganggap para pengkritik adalah pihak skeptik yang berusaha men-debunk teori ini. Tapi di pihak lain, argumentasi yang ada tidak boleh diabaikan juga. Berikut tiga kritik yang sering disampaikan berkenaan dengan teori ancient astronaut.

1. Inkblot (melihat apa yang diinginkan)

Inkblot adalah percikan tinta di kertas yang dilipat lalu dibuka dan ketika dilihat oleh orang akan bisa berbeda-beda jawabannya. Apa yang terlihat tergantung persepsinya. Mungkin terlihat seperti kupu-kupu, kelelawar, perahu, pesawat dan lain sebagainya. Ada juga pepatah “if all you have is a hammer, everything looks like a nail”. Jika yang kamu punya adalah palu, maka semua akan terlihat sebagai paku.

Nah, kalau kita memang sukanya ufo atau alien, maka apa saja akan dipersepsikan sebagai alien atau UFO. Kira-kira seperti itu penjelasannya.

Banyak peninggalan pra sejarah yang berupa lukisan dinding gua, pahatan di batu atau patung. Mungkin patung itu membawa keranjang biasa, tapi bisa terlihat seperti membawa pistol laser. Atau mungkin ukiran di dinding pintu bisa terlihat seperti helikopter dan pesawat terbang. Biasanya, ukiran atau bentuk tiga dimensi ini dianggap sebagai cara orang di masa lalu menggambarkan sosok atau pesawat dari makhluk luar angkasa yang datang ke bumi di masanya.

Karena faktor inblot ini, maka tafsiran arkeolog yang punya referensi pendidikan yang mendalam, maka beda dengan tafsiran dari seorang seperti Erich von Daniken yang sebelumnya bekerja sebagai manajer hotel di Swiss. Tapi tentang persepsi ini memang bisa jadi debat panjang. Benda yang dilihat sama, tapi tafsir bisa berbeda. Ini yang dimaksud dengan faktor inkblot.

2. The Amorous Astronaut

Penganut teori ancient astronaut sering mengatakan bahwa manusia adalah hasil keturunan dari para pendatang dari luar angkasa di masa lalu. Bahwa ada interaksi di mana terjadi perkawinan di antara manusia dengan makhluk luar angkasa. Bahkan teori ini digunakan untuk menjelaskan missink link yang sering dikemukakan oleh penganut teori evolusi.

Di kemudian hari, teori ancient astronaut diperkuat dengan buku-buku dari Zecharia Sitchin yang bercerita tentang kehadiran Anunnaki di tanah Sumeria kuno. Mereka yang bertanggung jawab membuat manusia yang diawalnya untuk dijadikan budak guna menambang emas untuk mereka.

Namun demikian, memang menarik melihat kritik yang diajukan. Apakah alien itu datang ke bumi hanya untuk bercinta dengan manusia? Memang banyak sekali mitos yang menceritakan dewa dewi bercinta dengan manusia. Kisa-kisah ini bahkan dicatat di berbagai kitab suci. Ada juga kisah malaikat yang jatuh (fallen angels) yang tertarik dengan perempuan bumi dan kemudian menghasilkan keturunan.


3. Nenek moyang kita itu idiot

Ada anggapan bahwa artefak kuno itu tidak mungkin dibuat oleh nenek moyang kita karena teknologi dan kecerdasan manusia saat itu belum sampai. Tidak mungkin bisa membangun piramid yang begitu besar dan megah. Atau memotong batu dengan begitu presisinya. Hal ini menimbulkan gagasan bahwa pastilah ada bantuan dari makhluk cerdas dari luar angkasa. Ini menjadi dasar adanya teori ancient astronaut sekaligus kelemahannya.

Menjadi kelemahan karena sebenarnya ada banyak teori yang sudah dikemukakan pakar arkeologi dan antropologi bahwa bangunan-bangunan kuno itu bisa dibangun dengan kondisi yang ada di masa itu. Hanya saja, penganut teori ancient astronaut seringkali mengabaikan pandangan para pakar dan tetap bersikukuh dengan alasannya. Bagi penganut teori ini, adalah mustahil nenek moyak kita di masa lalu bisa secanggih itu. Mereka tentunya masih bodoh. Tak akan mungkin bisa kalau tanpa adanya bantuan dari makhluk angkasa luar. Padahal, nenek moyak kita tidak seidiot yang dikira.

Nah, berdasarkan tiga hal ini, teori ancient astronaut memang dibangun. Adu argumentasi dan bukti artefak sering diajukan. Misalnya, garis-garis yang ada di Nazca, Peru, patung besar di pulau Paskah (Easter Island), dan lain-lain. Begitu juga kisah Bulan Pejeng di Bali, di mana artefak yang ada dianggap bagian dari mesin UFO padahal pakar budaya dan arkeologi sudah menjelaskan bahwa itu adalah genderang (nekara) perunggu. Adu argumen ini memang tak pernah selesai. Yang satu berlatar belakang pendidikan keilmuan, sementara lainnya biasanya otodidak dan studinya tidak mendalam. Siapa yang benar? Itulah yang perlu diuji.

Surabaya, 27 Desember 2017



23 Des 2017

Peluncuran SpaceX Falcon 9 dikira UFO

Mungkin akan ramai di media sosial mengenai penampakan di langit spt digambar. Itu BUKAN pesawat alien (UFO) atau tanda mau kiamat, akan tapi itu adalah peluncuran roket SpaceX Falcon 9.






Klik https://youtu.be/uVwKNA-L2-A




6 Nov 2017

SINYO SIPIT

Sebuah novel perjuangan yang ditulis oleh Basuki Soejatmiko pada tahun 1985.



Bisa dibaca/download di:

Issuu: http://bit.ly/2lYBH9Z

Scribd: http://bit.ly/2AfKtmq 

Mediafire: http://bit.ly/2zn1jT6



Pernah dimuat secara bersambung di harian Jawa Pos tanggal 29 Desember 1985 hingga18 Maret 1986. Pembuatan ebook ini adalah dalam rangka dokumentasi karya Basuki Soejatmiko.



Link:


Issu 

Scribd 

Medifire

28 Agu 2017

Bintang Bintang Ruang Angkasa UFO, Ripley's Believe it or Not


Judul: Bintang Bintang Ruang Angkasa UFO, Ripley's Believe it or Not
Oleh: Ripley
Terjemahan oleh: Hanoman
Judul asli: Ripley's Believe It or Not! Stars Space UFOs
 Penerbit: Ufonaut, Bandung
Tahun: 1979

Download: Mediafire

Program digitalisasi buku-buku ufo lama berbahasa Indonesia oleh BETA-UFO Indonesia. Proses pengerjaan tanpa scanner tetapi dengan camera HP agar cepat. Hasil foto dan OCR mungkin dirasa tidak memuaskan namun secara umum tampilan dapat dibaca.
Semoga bermanfaat.

26 Agu 2017

Asal Usul Kecerdasan Manusia (ebook)

Program digitalisasi buku-buku ufo lama berbahasa Indonesia. Proses pengerjaan tanpa scanner tetapi dengan camera HP agar cepat. Hasil foto dan OCR mungkin dirasa tidak memuaskan namun secara umum tampilan dapat dibaca.

Semoga bermanfaat.

Judul: Asal Usul Kecerdasan Manusia
Oleh: Erich von Daniken
Terjemahan oleh:Wulandari
Judul asli:According to The Evidence
Penerbit:Apollo, Bandung
Tahun: 1979

Download: Mediafire

.

Popular Posts