24 Mei 2012

The B-Side Club: Menyikap Rahasia Piring Terbang







VIVAnews -- Para pemerhati UFO (Unidentified Flying Object) seluruh Indonesia dijadwalkan berkumpul di Jakarta pada malam hari ini. Mereka akan berdiskusi ringan tentang UFO dengan tajuk, "Menyingkap Rahasia Piring Terbang di Indonesia".

Diskusi ini menghadirkan Ranggi Ragatha selaku pengurus BETA UFO koordinator wilayah Indonesia Timur, Muhammad Irfan mewakili pengurus dan pendiri UFONESIA serta Alfi Zachkyelle, seorang komikus Vienetta dan animator Vatalla.

Diskusi tersebut merupakan kerjasama komunitas diskusi The B-Sides Discussion Club, BETA UFO dan UFONESIA.

Dalam siaran tertulisnya, Andyono Muharso, salah satu pegiat UFO mengajak para pemerhati dan pengamat dunia UFO untuk menghadiri pertemuan yang akan diselenggarakan di The Reading Room Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Mei 2012, pukul 19.00 sampai 21.00 WIB.

"Acara ini tidak dipungut biaya alias gratis," kata dia. Bagi yang ingin menghadiri diskusi ini diharapkan memakai busana kasual atau beratribut UFO.

Rasa penasaran dan ingin tahu masyarakat Indonesia terhadap mahluk angkasa luar sudah ada sejak lama. Salah satu yang mempercayai keberadaan mahluk cerdas di luar manusia adalah pendiri sekaligus mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Marsekal Muda TNI (Purn) Raden Jacob Salatun.

Pada tahun 1960, ia bahkan pernah menerbitkan buku berjudul, "Menjingkap Rahasia Piring Terbang". Juga buku, "UFO: Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini" yang terbit 1982 -- yang menceritakan pengalamannya menyaksikan benda bulat dan putih yang diduga piring terbang.

Selain itu, Salatun memperkenalkan istilah "beta" singkatan dari benda terbang aneh, sebagai padanan kata UFO dalam Bahasa Indonesia.

Hingga akhir hayatnya, pada Jumat 3 Februari 2012, Salatun tetap mempercayai keberadaan UFO. Oleh para pengamat UFO Indonesia, ia dijuluki sebagai Bapak Ufologi Indonesia.

Di luar Indonesia, salah satu usaha untuk menemukan UFO secara serius dilakukan oleh SETI (Searching for Extra-Terrestrial Intelligence).

SETI didirikan astronom bernama Frank Drake pada 1960, SETI telah beroperasi sejak lima dekade lalu. Mereka memindai sinyal radio dari luar angkasa, yang bisa memberikan indikasi bahwa manusia bukan satu-satunya mahluk yang hidup di alam semesta raya ini.


Foto: VIVAnews/ Amal Nur Ngazis

17 Jan 2011

Komunitas BETA UFO: Susah Dapat, Begitu Dapat Dicemooh


Unidentified Flying Object (UFO) merupakan misteri yang belum terjawab sampai kini. Benarkah ada? Atau hanya sekada ilusi? Bagi yang meyakini ada, UFO diburu. Banyak komunitas pemburu UFO, salah satunya BETA UFO.

BETA UFO adalah sebuah kelompok atau organisasi yang mengamati masalah UFO di Indonesia. BETA merupakan singkatan dari Benda Terbang yang Aneh. Kelompok ini didirikan pada 26 Oktober 1997 dengan tujuan meneliti, mendata, dan menganalisis penampakan UFO di Indonesia. Awal terbentuknya komunitas ini adalah minat beberapa orang yang penasaran dengan benda angkasa tak dikenal itu.

Salah satu orang yang menggagas BETA UFO adalah Nur Agustinus. Seperti diceritakan di Intisari Januari 2010, Nur Agustinus sudah tertarik dengan UFO semenjak kecil. Saat masuk SMA, bersama teman-teman sekolahnya ia membentuk kelompok pengamat UFO yang diberi nama Organisasi Masyarakat Eksplorasi Gejala Antariksa (OMEGA). Kelompok ini mirip kelompok ilmiah remaja, yang mengkhususkan diri di bidang pengembangan sains, khususnya UFO dan antariksa. "Saya dan teman-teman mencoba membuat alat detektor UFO, dan juga melakukan eksperimen peluncuran roket."

Atas aktivitasnya itu, ia sering dicemooh banyak orang karena dianggap mengurusi hal-hal yang dianggap tidak perlu. Toh segala cemoohan tidak membuatnya surut. Meskipun, diakuinya bahwa ia belum pernah melihat UFO atau bahkan bertemu dengan alien. Namun Agustinus memiliki keyakinan, UFO itu ada. "Dari apa yang telah saya baca dan pelajari, saya menyimpulkan bahwa masalah UFO ini adalah hal yang serius. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pernah melakukan sidangnya untuk membahas soal UFO pada tahun 1978. Bahkan ahli UFO dari Amerika Serikat, J. Allen Hynek, pernah datang ke Indonesia memenuhi undangan Adam Malik, untuk bertemu ketua LAPAN waktu itu, J. Salatun. Pertemuan itu juga ditayangkan oleh TVRI."

Seiring maraknya internet, Agustinus dan kawan-kawan membentuk mailing list untuk berkomunikasi dengan mereka yang tertarik akan fenomena benda terbang tak teridentifikasi itu. Dinamakanlah komunitas itu BETA-UFO.

Usianya kini sudah lebih dari satu dekade. Kegiatannya sudah banyak. Misalnya mengunjungi sejumlah situs arkeologi seperti candi Sukuh, melakukan perburuan UFO di lokasi-lokasi yang tercatat sering muncul UFO, seperti di daerah Dago, Bandung. Beberapa anggota komunitas BETA-UFO pernah melihat UFO dan berhasil mengabadikannya. Namun, berhasil melihat UFO atau merekamnya dalam bentuk video tidak serta-merta menyenangkan. Orang bisa saja kemudian mengomentari yang negatif. Misalnya dianggap mabuk, berbohong, dan cemoohan lain yang tidak menyenangkan.

Memburu UFO memang tidak mudah. Kehadirannya tidak bisa diprediksi seperti jadwal dan rute penerbangan pesawat komersial. Biarpun mata selalu memperhatikan langit, belum tentu tampak UFO yang lewat. Di sisi lain, ketika berhasil melihat UFO, maka cemoohan yang diterima. Ini seakan tidak adil, sebab orang tidak pernah dipertanyakan kewarasannya ketika mengaku melihat makhluk halus, tapi ketika mengatakan melihat UFO atau alien, maka tanggapan berbeda yang diterima.

Tidak dipungkiri, ada banyak orang yang melakukan upaya cemoohan dengan membuat foto-foto UFO hasil rekayasa yang kemudian ditampilkan di internet. Ini juga salah satu suka dukanya. Sebab sering kali kami merasa senang mendapatkan sebuah bukti foto yang meyakinkan, namun ternyata foto itu palsu. Bahkan pembuatnya sering tertawa karena berhasil mengelabui orang lain.

Makanya komunitas BETA-UFO memiliki tim untuk menguji laporan penampakan UFO. Seperti misalnya di tahun 2008, pernah ada foto UFO yang beredar di internet, dan setelah diselidiki langsung di lapangan, dapat dipastikan foto UFO itu hanya bayangan lampu di kaca jendela.

Untuk berburu UFO diperlukan perlengkapan yang tidak terlalu istimewa. Cukup kamera yang memadai, binocular, kompas, dan peta. Jika memiliki alat semacam detektor UFO, hal itu juga bisa berguna. Namun efektivitas alat ini juga tergantung jarak UFO tersebut, dekat atau tidak.

Dari pengalaman yang ada, ternyata banyak orang yang pernah melihat UFO tetapi tidak mengerti bahwa itu UFO dan juga tidak tahu harus melaporkannya kemana/siapa. Bisa juga tanya kepada orang-orang yang sudah cukup umur, misalnya orangtua kita, atau kenalan kita, mungkin dari antara mereka ada yang pernah mengalami peristiwa penampakan benda aneh di langit. Selain itu, berbagai cerita rakyat yang ada di daerah setempat atau kebudayaan setempat, mungkin sekali ada kaitannya dengan pemunculan UFO.

Tertarik menjadi pemburu UFO? Ini alamat BETA UFO!
BETA-UFO INDONESIA
Jl. Krembangan Barat 31-I
Surabaya 60175, Indonesia
Telp. (031) 3526207, 3542570
Fax (031) 3559283
 
Sumber: http://intisari-online.com/read/komunitas-beta-ufo-susah-dapat-begitu-dapat-dicemooh
author : Agus Surono
Monday, 17 January 2011

31 Jul 2010

Mana yang kau inginkan, teman atau musuh?

Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?” Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasi buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, “Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.”

31 Mei 2010

Melintas batas waktu

by Nur Agustinus (Notes) on Monday, May 31, 2010
Film seri Time Tunnel (1966)


Saya sangat suka dengan perbincangan soal mesin waktu. Tapi tentu saja tidak dengan rumus-rumus fisika namun lebih pada pemikiran filosofi maupun logikanya. Time travel yang sering dibicarakan mengandaikan sebuah kemampuan untuk mengubah masa lalu. Kalau time travel ke masa depan, apakah sejarah masa depan juga akan berubah?

Dari beberapa hari melihat film Shrek, Prince of Persia, plus salah satu episode serial The Outer Limits (A Stitch In Time) di SciFi Channel, mesin waktu yang mengubah sejarah bagi saya masih sangat absurd. Dapatkah kita mengubah masa kini kita dengan kembali ke masa lalu dan melakukan sesuatu yang berbeda? Jika kita melakukan itu, bagaimana efeknya terhadap orang lain? Jika seandainya ada mesin waktu dan saya punya alat itu, dan orang lain juga punya, maka akan berapa banyak perubahan masa lalu dan masa depan. Ini tentunya bisa sangat mengacaukan. Hidup menjadi tidak ada artinya dan hanya sebuah permainan saja. Ini tidak bisa saya terima menurut hati kecil saya.

Setelah menonton bioskop kemarin, saya berdiskusi dengan teman saya yang bersama saya nonton itu. Menyadari kompleksitas itu, jika ada pelancong waktu, nampaknya orang itu bisa melihat apa yang terjadi, tapi tidak bisa berinteraksi. Ibaratnya, dia akan menjadi semacam "hantu" yang bisa melihat kejadian tapi tidak bisa dilihat kehadirannya oleh orang itu. Sebab jika ada orang yang melihat kehadirannya, atau keberadaannya ada secara fisik di dunia waktu itu, maka secara langsung akan berakibat pada perubahan dan mengacaukan universe ini. Bahkan walau tidak bertemupun (tanpa kontak), pendatang dari waktu berbeda bisa membawa virus atau penyakit yang tidak ada di masa itu tapi ada di masanya dia.

Jadi, kesimpulannya, mesin waktu hanya bisa dibuat dan itu menjadi semacam vision bagi si pelancong. Semacam televisi atau kalau penyihir jaman dulu melihatnya di air dalam baskom. Pelacong bisa berada di sana, namun kebaradaannya saya ibaratkan seperti hantu. Dia bahkan bisa menembus tembok karena bukan materi, namun hanya energi.

Saya pikir, apa yang dilakukan di Montauk Project, itu juga sama. Perjalanan waktu tidak secara fisik kembali ke masa lalu atau ke masa depan. Demikian juga kapal di Philadelpia experiment, dia hanya "muncul" di masa atau tahun berbeda, namun keberadaannya tidak diketahui (tidak terlihat) oleh orang di jaman yang berbeda itu. Melihat masa lalu, masa depan, barangkali akan seperti seorang cenayang... sebuah vision. Dengan kata lain, bisa saja "time machine" ini bukan seperangkat teknologi dengan transistor atau reaktor fusi nuklir, tapi sekumpulan orang-orang dengan kemampuan psychic, sehingga jelas sekali kaitannya dengan mind control. Saya jadi ingat sebuah film tentang hal ini, kalau tidak salah judulnya Minority Report, di mana ada 3 manusia yang direndam dan bisa memprediksi masa depan karena mereka melihatnya. Itu adalah mesin waktu yang sebenarnya, menurut aku. Kita tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu, tapi bisa mengubah masa depan...

Salam,
nur agustinus

nb. Jika ingin tahu tentang Montauk Project: http://en.wikipedia.org/wiki/Montauk_Project

31 Jan 2010

Suka Duka Para Pemburu UFO: Berburu UFO Dalam Diam

Tulisan ini pernah dimuat di di Majalah Intisari edisi Januari 2010 halaman 130-138 dengan judul "Suka Duka Para Pemburu UFO: Berburu UFO Dalam Diam"


Nama saya adalah Nur Agustinus. Saya lahir 26 April 1966 di Surabaya. Sejak tahun 1978, saat saya masih SMP, saya mulai menyukai segala hal yang berada di langit. Waktu itu hobby saya adalah meneropong bintang dengan teleskop yang dibelikan oleh orangtua saya. Ketika saya memandangi langit dengan taburan bintang yang mempesonakan, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ada kehidupan lain di sana. Semenjak saya mengetahui bahwa matahari kita adalah juga sebuah bintang, maka saya menduga bahwa di bintang yang lain juga ada planet-planet yang mungkin juga berisi kehidupan. Pertanyaan itu terus muncul sampai suatu saat saya membaca berita di surat  kabar bahwa ada penampakan UFO di Selandia Baru dengan foto-fotonya yang spektakuler. Seakan menjawab pertanyaan saya, bahwa UFO-UFO itu adalah kendaraan makhluk dari planet lain, saya menjadi semakin penasaran untuk memburu UFO tersebut.

Begitulah awal mula saya tertarik dengan fenomena UFO. Saat itu, di tahun 1980-an, banyak sekali buku-buku tentang UFO dalam bahasa Indonesia. Salah satu yang terkenal saat itu adalah buku karangan Erich von Daniken. Daniken mempunyai teori bahwa nenek moyang kita telah berinteraksi dengan astronaut dari bintang lain. Bukti-bukti yang disampaikan adalah peninggalan artefak yang unik dan aneh, yang nampaknya bisa dikaitkan dengan keberadaan makhluk dari luar angkasa. Karena saya suka membaca, maka perburuan saya yang pertama adalah buku-buku UFO. Saya ingat waktu itu ada dua buku di lapak buku bekas, yang satu buku tentang UFO, satu lagi tentang bangsa Maya. Karena uang saya pas-pasan waktu itu (masih SMP), saya akhirnya memilih buku Maya. Sayangnya, ketika saya datang lagi, buku tentang UFO tersebut sudah tidak ada.

Selain membaca buku, saya juga punya hobby menulis dan hasil tulisan tersebut saya kirimkan ke sebuah majalah dan seringkali tulisan saya dimuat. Saya menerima honor yang kemudian saya gunakan untuk membeli buku kembali. Buku-buku tentang UFO ini sampai saat ini masih menempati lemari perpustakaan saya.

Saat mulai mengenal tentang apa itu UFO atau piring terbang, saya dijejali dengan berbagai informasi tentang kehidupan dari angkasa luar. Apalagi dengan membaca testimoninya George Adamski, yang bertemu dengan Orthon, makhluk dari planet Venus. Belum lagi ada yang mengatakan bertemu dengan makhluk Mars, Jupiter dan lain-lain. Di masa itu juga sedang ramai dibicarakan soal peluncuran pesawat antariksa tak berawak Pioneer dan Voyager yang menuju Jupiter, Saturnus dan kemudian mengarah ke alam raya yang luas ini. Di saat itu pula, film Star Trek, Lost in Space, Buck Rogers, sampai yang konyol seperti Mork and Mindy serta ALF, diputar di Televisi Republik Indonesia, satu-satunya stasiun TV yang ada. Film-film bertemakan UFO juga banyak hingga kini. UFO sudah merambah ke budaya populer dan penampilan makhluk angkasa luar yang paling sering ditampilkan adalah yang berkepala besar, botak, tubuh kecil, dengan mata hitam besar. Makhluk yang secara fisik lemah, namun diyakini memiliki teknologi yang luar biasa.

Tentu, setiap malam saya berangan-angan bisa berjumpa dengan makhluk cerdas dari luar angkasa, yang bersahabat dan mengajak saya berjalan-jalan ke alam semesta yang luas ini. Angan-angan seorang remaja, yang merasa dirinya mustahil menjadi astronaut lewat jalur NASA atau bahkan jadi pilot sebab sudah berkacamata dan giginya ada tambalannya. Angan-angan yang membuat hampir tiap malam naik ke atas atap rumah, tiduran di sana sambil membawa binocular (teropong) dan teleskop. Sesekali melihat planet Saturnus dengan cincinnya yang memukau atau melihat Jupiter dengan empat satelitnya. Bulan juga jadi sasaran dan lubang-lubang kawahnya tampak begitu artistik. Namum, tak ada UFO yang lewat di atas rumah saya. Tak ada juga ETs yang menyapa saya, meski saya sudah berulang-ulang mengirim pesan "telepati" ke mereka. Ini karena ada tulisan yang mengatakan bahwa komunikasi ET menggunakan telepati. Kalau mengenang masa lalu, terasa konyol memang. Tapi saya yakin, bukan saya sendiri yang melakukan hal-hal konyol seperti itu.

Majalah Mekatronika yang penuh dengan artikel ilmu dan teknologi sangat memperkaya pengetahuan saya. Terlebih sejak membaca edisi eksobiologi dengan Carl Sagan sebagai bintangnya, saya langsung menjadikannya sebagai idola saya.
Seakan dalam hati, saya ingin menjadi seperti Carl Sagan. Ada tiga buku Carls Sagan yang saya punya saat itu, The Cosmic Connection, Communication with Extraterrestrial Intelligence, dan The Dragons of Eden. Kini buku-buku Carl Sagan yang lain juga ada, seperti Contact, Cosmos, Comet dan juga The Demon Haunted World.

Di tahun 1981, ketika saya mulai masuk SMA, bersama teman-teman sekolah, saya membentuk kelompok pengamat UFO yang diberi nama OMEGA (Organisasi Masyarakat Eksplorasi Gejala Antariksa). Kelompok ini mirip kelompok ilmiah remaja, yang mengkhususkan diri di bidang pengembangan sains, khususnya UFO dan antariksa. Saya dan teman-teman saya mencoba membuat sebuah alat detektor UFO, dan juga melakukan eksperimen peluncuran roket.

Sebagai orang yang suka mengamati fenomena UFO, tak dipungkiri sering mendapat cemooh karena dianggap mengurusi hal-hal yang dianggap tidak perlu, tidak berguna buat nusa dan bangsa. Namun cemoohan tidak membuat saya surut. Sejauh ini saya pribadi masih bertahan dan fokus dengan minat saya akan UFO ini.
 
Saya pribadi belum pernah melihat UFO atau bertemu dengan alien. Walau demikian, saya memiliki keyakinan bahwa UFO itu ada. Dari apa yang telah saya baca dan pelajari, saya menyimpulkan bahwa masalah UFO ini adalah hal yang serius. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pernah melakukan sidangnya untuk membahas soal UFO pada tahun 1978. Bahkan ahli UFO dari Amerika Serikat, J. Allen Hynek, pernah datang ke Indonesia atas undangan dari Bapak Adam Malik, untuk bertemu dengan ketua LAPAN waktu itu, Bapak J. Salatun. Pertemuan itu juga ditayangkan oleh TVRI.

Sejak tahun 1997, dengan maraknya internet serta kemudahan mengakses informasi, maka makin banyak artikel dan berita tentang UFO yang bisa dipelajari. Saya dengan beberapa teman kemudian membentuk sebuah komunitas yang sama-sama tertarik soal UFO. Komunitas ini berbasis internet dan menggunakan mailing list sebagai sarana komunikasinya. Kami menamakan komunitas ini ETA-UFO, sebab kata BETA berasal dari singkatan Benda Terbang Aneh, dan UFO adalah singkatan dari Unidentified Flying Object. Komunitas milis ini kini telah berusia 12 tahun dan pernah melakukan berbagai kegiatan mengunjungi situs arkeologi seperti candi Sukuh, melakukan perburuan UFO di lokasi-lokasi yang tercatat sering muncul UFO, seperti di daerah Dago, Bandung. Beberapa anggota komunitas BETA-UFO pernah melihat UFO dan berhasil mengabadikannya. Namun berhasil melihat UFO atau merekamnya dalam bentuk video tidak serta merta menyenangkan, sebab bisa saja orang kemudian mengomentari yang negatif. Misalnya dianggap mabuk, berbohong bahkan mungkin cemoohan lain yang tidak menyenangkan.

Memburu UFO memang tidak mudah. Kehadirannya tidak bisa diprediksi seperti jadwal dan rute penerbangan pesawat komersial. Biarpun mata selalu memperhatikan langit, belum tentu nampak UFO yang lewat. Di sisi lain, ketika berhasil melihat UFO, maka cemoohan yang diterima. Ini seakan tidak adil, sebab orang tidak pernah dipertanyakan kewarasannya ketika mengaku melihat makhluk halus, tapi ketika mengatakan melihat UFO atau alien, maka respon yang berbeda yang akan diterimanya.

Memang tidak dipungkiri juga, ada banyak orang yang melakukan upaya cemoohan dengan membuat foto-foto UFO hasil rekayasa yang kemudian ditampilkan di internet. Ini juga merupakan salah satu suka dukanya. Sebab seringkali kami merasa senang mendapatkan sebuah bukti foto yang meyakinan, namun ternyata foto itu adalah palsu. Bahkan pembuatnya sering tertawa karena berhasil mengelabuhi orang lain. Untuk itu, komunitas BETA-UFO memiliki tim untuk menguji laporan penampakan UFO. Seperti misalnya di tahun 2008, pernah ada foto UFO yang beredar di internet, dan setelah diselidiki langsung di lapangan, maka dapat dipastikan bahwa foto UFO itu hanya bayangan lampu di kaca jendela.

Berburu UFO sendiri memerlukan perlengkapan yang tidak terlalu istimewa. Cukup kamera yang memadai, binocular, kompas dan peta. Jika memiliki alat semacam detektor UFO, hal itu juga bisa berguna. Namun efektivitas alat ini juga tergantung jarak UFO tersebut dekat atau tidak.

Penggemar fenomena UFO sendiri terbagi dalam beberapa tipe. Ada yang suka berburu UFO di lapangan, ada yang melakukan penyelidikan dengan wawancara atau investigasi lapangan. Ada juga yang melakukan riset dokumen-dokumen yang ada. Bahkan ada juga yang tertarik ingin menemukan teknologinya untuk merancang atau membuat pesawat sejenis. Tentu saja, hal itu tergantung dari minat dan potensi masing-masing.

Fenomena UFO sendiri belum masuk ranah ilmiah. Ada yang menganggap hal ini sebagai sebuah hobby, namun ada juga yang merasa bukan sekedar hobby. Sejauh ini, mengapa seseorang mempunyai minat yang mendalam soal UFO, bisa karena beberapa sebab. Pertama, mungkin karena dia pernah mengalami sendiri, entah melihat UFO, kontak dengan alien atau diculik oleh alien. Ada beberapa anggota BETA-UFO yang mengaku pernah kontak atau diculik oleh alien. Kedua, karena membaca dan kemudian tertarik. Ketiga, bisa karena kenal dengan seorang tokoh pengamat UFO, kemudian tertarik ikut juga. Terlepas dari hal ini, rasa ingin tahu akan UFO ini sebenarnya cukup besar. Walau biasanya jarang ada orang yang mau secara terang-terangan mengakui bahwa UFO itu ada atau secara serius mempelajarinya. Semua itu memang banyak dikarenakan adanya cemoohan, bahkan orang yang melaporkan bahwa dirinya telah melihat UFO, terkadang bisa mempengaruhi kariernya, sehingga akhirnya lebih baik baginya untuk diam saja.

 * * *

12 Des 2009

Pertemuan UFO di Manggala Wanabakti


Tanggal 12 Desember 2009, lingkar kecil Metafisika Study Club mengadakan pertemuan dan membahas soal UFO bersama BETA-UFO di Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Topik dibahas oleh dua orang nara sumber, yang pertama oleh Nur Agustinus, membawakan presentasi yang berjudul "Perspektif Baru Eksistensi E.T. dalam Kehidupan Manusia" yang kemudian dilanjutkan dengan membahas "Kisah Pilot UFO yang selamat ketika jatuh di Roswell, USA" oleh Sita Soedjono. Acara ini dipandu oleh Ketua Umum Metafisika Study Club, Dr Sabdono Surohadikusumo.

12 Nov 2009

Kiamat, 2012 dan Fenomena UFO



(Oleh: Nur Agustinus)

Menjelang tahun 2012, khususnya tanggal 21 Desember 2012, banyak film, banyak komentar dan pendapat, banyak orang yang konon bisa meramal kemudian memberikan ramalannya, dengan penjelasan dan analisa yang berbeda-beda. Entah kenapa, berita kiamat 2012 ini nampaknya menyentuh pemirsa fenomena UFO. Padahal, kalau kita bahas soal 2012 ini, maka kaitannya adalah dengan penanggalan kalender Maya, yang perlu dipertanyakan, apa hubungannya dengan UFO?

Tema 2012 mau tidak mau menyinggung masalah keyakinan dan juga tema spiritualitas. Banyak orang yang percaya (sekaligus berharap) akan ada jaman baru yang membawa pada peningkatan kesadaran baru pada manusia. Ada yang berteori bahwa itu karena adanya penyelarasan galaksi dan lain-lain. Namun, apa hubungannya dengan UFO, atau dengan makhluk luar angkasa?

Ramalan kiamat barangkali juga disebabkan karena saat ini kondisi bumi yang sedang bergejolak. Terjadi gempa di beberapa tempat, khususnya di Indonesia. Cuaca yang berubah, panas yang semakin luar biasa. Ahli antariksa dan astronomi yang mempelajari matahari mengemukakan bahwa terjadi peningkatan badai matahari, yang konon bisa menyebabkan kutub magnetik bumi bergeser bahkan mungkin beralih, yang utara menjadi selatan dan sebaliknya. Kalau ini benar terjadi, maka berdasarkan petunjuk jarum kompas, kita akan melihat bahwa matahari terbit di sebelah barat. Kita tunggu saja apakah itu akan terjadi atau tidak, namun ada yang pernah bilang, bahwa salah satu tanda kiamat konon katanya matahari terbit di sebelah barat.

Saya sendiri selalu bertanya-tanya, apakah 2012 ini ada hubungannya dengan UFO atau tidak? Saya pernah membicarakan hal ini dalam sebuah pertemuan yang membahas kaitan UFO dengan 2012 di Bogor tahun 2008 lalu bersama Metafisika Study Club. Saya memang mengatakan bahwa dari penelitian ilmuwan, memang terjadi peningkatan badai matahari, namun ini terjadi berkala 11 tahun sekali. Artinya, ini pernah terjadi. Namun, ada beberapa hal yang menurut hasil penelusuran saya bisa berkaitan dengan masalah makhluk cerdas selain manusia. Bagaimana hubungannya?

Penelusuran saya mulai dari penanggalan Maya itu sendiri. Kita tahu berdasarkan konversi penanggalan, maka kalender itu akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Walau soal tanggal ini ada yang tidak sepakat karena kalender kita banyak mengalami perubahan, namun marilah kita anggap bahwa asumsi itu benar. Lalu, kalau berakhir, kapan kalender itu dimulai? Bukankah jika ada akhir maka ada awal? Jawaban atas pertanyaan ini bisa dengan mudah dijawab lewat pencarian di internet, misalnya melalui wikipedia. Menurut http://en.wikipedia.org/wiki/Maya_calendar, awal kalender maya jika dikonversi dengan penanggalan kita saat ini adalah sama dengan 11 Agustus 3114 SM. Sebagian yang lain menetapkan 13 Agustus 3114 SM (Kalender Gregorian) dan  8 September 3114 BC (Kalender Julian). Namun pada umumnya sepakat bahwa tahunnya adalah 3114 SM. Saya sendiri bukan ahli mengenai kalender Maya, namun saya mencoba mencari hubungan yang ada, yaitu apa yang terjadi sebelum 3114 SM? Ada apa di planet bumi ini sebelum tahun itu?

Lalu, saya mencoba mencari, kalender atau jaman apa yang kira-kira mulainya pada masa yang sama dengan permulaan kalender Maya? Dengan mudah saya menemukan bahwa jaman Kaliyuga, ternyata juga dimulai saat tahun 3102 SM. Dengan demikian, jaman kaliyuga dimulai 12 tahun sebelum permulaan kalender Maya. Adakah ini semua hanya kebetulan? Padahal saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang kebetulan di alam semesta ini. Menurut ajaran agama Hindu, jaman Kaliyuga adalah jaman dimana keadaan tidak menentu, kacau atau tidak harmonis. Terlepas dari ajaran atau kepercayaan yang ada tentang jaman kaliyugas ini, dan juga karena saya bukan ahli di bidang tersebut, namun penting untuk dicatat bahwa permulaan jaman Kaliyuga ini hanya beda 12 tahun dengan permulaan kalender Maya. Apa yang terjadi sebelum itu?


Ada apa sebelum tahun 3114 SM?

Telah kita ketahui bahwa permulaan kalender Maya adalah tahun 3114 dan permulaan jaman Kaliyuga adalah 3102 SM. Beda waktu yang sangat kecil ini, yakni 12 tahun, menurut pendapat saya sangat menarik. Lalu. apa yang terjadi sebelum tahun 3114 SM? Apakah ada peristiwa besar di planet bumi ini sekitar tahun-tahun itu? Adakan catatan sejarah, tulisan-tulisan kuno atau bahkan temuan arkeologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai hal-hal yang berhubungan dengan jaman itu? Peristiwa apa yang cukup bisa dianggap menghebohkan?

Saya mencoba membuat urutan kronologi, dan menurut pendapat saya, ada sebuah peristiwa besar yang dicatat di tulisan-tulisan kuno yang dekat dengan masa itu yakni yang dikenal dengan banjir air bah di jaman nabi Nuh (Noah). Sejumlah ahli mencatat bahwa bencana itu terjadi sekitar tahun 3150 SM +/- 50 tahun. Memang ada berbagai perbedaan informasi tahun terjadinya bencana air bah (perubahan cuaca global yang membawa dampak besar). Dr. Barry M. Warmkessel menulis sebuah artikel dengan judul "Noah's Ark, Verification of Alien Contact", di mana dalam tulisannya disajikan beberapa informasi perkiraan tanggal saat terjadinya peristiwa tersebut.

1. Josephus Great Flood Date: (3148 BC)
2. Dr. Hales Great Flood Date: (3155 BC)
3. Septuagint Great Fload Date: (3246 BC)
4. Samaritan Pentateuch Great Flood Date: (2998 BC)

Lihat di: http://barry.warmkessel.com/NOAH.html

Dengan demikian, bisa kita lihat bahwa ada sebuah peristiwa yang mendahului permulaan kalender Maya atau jaman Kaliyuga, yakni bencana air bah tersebut. Lalu, apa penyebab bencana air bah ini, atau ada peristiwa apa yang terjadi sebelumnya?

Karena hasil penelusuran saya sampai pada jaman nabi Nuh, maka mau tidak mau akhirnya akan menggunakan beberapa teks kitab suci maupun tulisan-tulisan kuno dari masa lalu. Tentu saja hal ini bisa sangat sensitif dan saya yakin banyak yang skeptik karena hal ini dianggap tidak ilmiah.

Kita tahu bahwa cerita nabi Nuh ini menunjukkan bahwa masyarakat mereka tinggal di kawasan Irak (Sumeria). Bukti arkeologi menunjukkan dengan jelas bahwa telah terjadi perubahan iklim yang berdampak buruk di kawasan sungai Tigris dan Eufrat antara 4000 dan 3000 SM, yang berupa bencana air bah tak umum.

Lalu, apa hubungan banjir bah ini dengan makhluk luar angkasa? Apa ada hubungannya dengan tahun 2012 mendatang?


Kunjungan dan koloni makhluk Angkasa Luar

Apa yang saya kemukakan tentu tidak dapat dianggap sebagai sebuah hasil penelitian ilmiah. Tulisan ini lebih merupakan opini atau hasil pemikiran saja. Tentu saja masih dibutuhkan berbagai pembuktian atas pendapat yang saya kemukakan. Menurut saya, sebelum terjadi banjir bah, ada kunjungan dan koloni makhluk angkasa luar ke planet bumi. Apa buktinya? Sejauh mana bukti yang ada bisa dipercaya akurasinya?

Kalau kita membaca kitab Kejadian (Genesis) dari Alkitab (Bible), maka diceritakan bahwa "anak-anak Allah" (host of heaven) telah bergaul dengan "anak-anak manusia". Teks terjemahan bahasa Indonesianya dari Kitab Kejadian 6:1-4 adalah sebagai berikut:

-Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Teks ini sangat menarik dan penting serta sering dijadikan referensi mengenai keberadaan astronaut dari luar bumi. Pengertian kalimat "karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja" adalah bahwa saat itu terjadi tepat 120 tahun sebelum terjadinya banjir bah, sehingga dinyatakan bahwa 120 tahun setelah peristiwa kontak dengan makhluk luar bumi itu, terjadi air bah yang memusnahkan sebagian besar penduduk bangsa di sekitar sungai Tigris dan Eufrat.

Lalu, apakah teks di atas benar-benar bisa dianggap sebagai bukti bahwa telah terjadi kontak dan interaksi dengan makhluk luar bumi? Ada sebuah kitab yang mendukung hal ini, yaitu yang dinamakan sebagai kitab Henokh (Book of Enoch). Kitab Henokh ini menjelaskan lebih detail tentang kedatangan makhluk cerdas bukan manusia ke bumi dan berinteraksi dengan manusia, mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan tertentu pada manusia. Namun kedatangan dan interaksi ini diceritakan menimbulkan ketidaksukaan dari kelompok makhluk luar bumi yang lain sehingga menyebabkan konflik peperangan di antara mereka (antar makhluk luar bumi). Peperangan ini dikenal sebagai peperangan antara penghulu malaikat (archangels) dengan malaikat yang jatuh (fallen angels).

Catatan peperangan ini ditulis juga dalam kitab Wahyu 12:7-9, di mana dikatakan: "Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya." Teks ini jika dibaca dalam bahasa Inggris ditulis dalam tatanan bahasa masa lampau: "And there was war in heaven..." Kalau kita membaca dan mempelajari Kitab Henokh, maka semua menjadi lebih jelas, termasuk komunikasi antara Henokh dengan malaikat dan bagaimana deskripsi Henokh saat dibawa ke "surga" menunjukkan keadaan yang sama persis ketika astronaut pergi ke luar angkasa. Kitab Henokh juga menyebutkan bahwa Nuh memiliki bentuk seperti malaikat, sementara dari studi diketahui bahwa Nuh adalah albino (bule). Dengan kata lain, makhluk luar angkasa yang datang ini boleh jadi adalah tipe nordic, rambut perak dan mata merah (atau biru?).

Peperangan antar makhluk luar bumi ini diketahui dimenangkan oleh kelompok archangels (Michael, Gabriel, Uriel dan Rafael), sementara kelompok Semjaza dikalahkan dan seperti ditulis dalam kitab Wahyu, maka kelompok yang kalah ini kemudian disebut sebagai iblis atau satan, yang dilemparkan ke bumi bersama dengan bala tentaranya. Mereka ini, yang disebut juga sebagai "naga besar" atau si ular tua, boleh jadi yang berperan dan dikenal sebagai "para dewa" bagi manusia di bumi. Suku bangsa Maya mengenal Quetzalcoalt yang merupakan dewa ular berbulu. Bangsa Mesir juga memiliki dewa reptilian dan menggunakan mahkota bersimbol ular. Kita tahu bahwa peradaban bangsa Mesir dimulai sekitar 3150 SM. Info lebih lanjut bisa dilihat di: http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Egypt

Kumpulan yang terbuang

Peperangan di surga (langit) membawa hasil pada kekalahan pihak yang disebut kemudian sebagai iblis. Iblis yang sama yang dianggap pembujuk Adam dan Hawa untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Iblis yang dkatakan tidak mau sujud kepada Adam sehingga dia dan kelompoknya dianggap membangkang, takabur dan kafir. Ini secara lebih detail bisa kita baca dalam Al Quran.  Nah, kalau saya menggunakan acuan dari hal ini, biasanya ada yang mulai kurang suka. Tapi akan saya coba lanjutkan dengan hati-hati karena menurut saya petunjuk yang penting ada di dalam Al Quran. Saya bukan ahli di bidang penafsiran Al Quran sehingga pasti tidak pantas untuk menggunakan dasar ini, namun mungkin ada para ahli yang mau melakukan pengkajian lebih lanjut atau ide-ide liar yang ingin saya sampaikan. Silahkan kalau mau meneliti lebih lanjut.

Singkat kata, dalam fragmen kejadian itu diceritakan bahwa Iblis kemudian akan dihukum. Berikut adalah salah satu petunjuk yang ada dari surah Al-A'raaf 12-15:

Allah berfirman:"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu". Menjawab iblis:"Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman:"Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". Iblis menjawab:"Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman:"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".

Hal serupa juga terdapat dalam surah Al-Hijr 33-38:

Berkata iblis:"Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman:"Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat". Berkata iblis:"Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan". Allah berfirman:"(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan".

Di sini kita bisa melihat bahwa ada semacam perjanjian yang disepakati, bahwa hukuman final Iblis akan dijatuhkan sampai hari manusia dibangkitkan atau dengan kata lain adalah kiamat.  Hari itu telah ditentukan sebenarnya dan kedua belah pihak sebenarnya tahu kapan itu akan terjadi. Permintaan, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan" menunjukkan bahwa ada suatu saat manusia akan dibangkitkan. Pertanyaannya, konsep "dibangkitkan" itu bagaimana? Apakah bangkit dari kubur (mati)? Atau manusia dibangkitkan kesadarannya? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan kuno yang juga ada dalam Al Quran:

Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata:"Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru" (QS. 17:98)

Yang ingin saya kemukakan, masa tangguh itu adalah sampai hari di mana manusia akan dibangkitkan. Dalam konsep saya, kebangkitan ini adalah peningkatan kesadaran yang dimiliki manusia. Istilah yang umum adalah "awakening".

Kembali ke masalah eksistensi Iblis, ayat di atas menunjukkan bahwa Iblis dulunya ada bersama di surga namun kemudian diturunkan. Pertanyaannya, diturunkan ke mana? Menurut saya, jika kita temukan dengan apa yang ada di dalam Alkitab, maka Iblis dan bala tentaranya diturunkan ke bumi dengan seluruh teknologinya dilucuti. Hal ini juga ditunjang dengan apa yang ada dalam surah Al-Jin 8-11:

"...dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda."

Bagi saya, informasi ini jelas sangat menarik. Ada sekumpulan makhluk yang disebut sebagai jin, yang dulunya dapat menduduki beberapa tempat di langit (punya koloni di luar bumi), namun kini tidak lagi dan bahkan jika berusaha mengetahui rahasia langit, mereka mendapat ancaman "panah-panah api". Menarik juga bahwa di antara mereka sendiri terpecah-pecah, ada yang "saleh" dan ada yang tidak. Menempuh jalan yang berbeda-beda sehingga akan banyak sekali kelompok-kelompok di antara mereka. Lebih jauh lagi mereka juga bertanya, penjagaan yang ketat itu, apakah demi kebaikan manusia di bumi atau sebaliknya?

Bukankah jika kita mencoba membayangkan hal ini, sungguh luar biasa? Apa yang sesungguhnya terjadi di sana?

Buku Dzyan

Apakah ada petunjuk lain yang bisa kita peroleh selain dari kitab suci? Ya, ada sebuah manuskrip yang disebut sebagai "Buku Dzyan", yang merupakan naskah paling kuno di India dan dibuat pada waktu orang di sana mulai dapat menulis. Salah satu cerita di dalamnya ialah mengenai sekelompok kecil makhluk yang datang di bumi beberapa ribu tahun yang lalu di dalam sebuah pesawat logam yang mengeliling bumi beberapa kali sebelum mendarat. Makhluk-makhluk itu hidup menyendiri dan dihormati oleh manusia-manusia di tempat di mana mereka bermukim. Akan tetapi, kemudian timbullah perbedaan paham di antara mereka dan timbullah perpecahan. Beberapa pria, wanita dan anak-anak memisahkan diri dan mengungsi ke kota lain, di sana mereka dinobatkan menjadi penguasa oleh penduduk yang ketakutan.

Pemisahan diri itu ternyata tidak memulihkan perdamaian di antara makhluk-makhluk itu dan akhirnya kemarahan mereka memuncak sehingga pemimpin dari kelompok di kota yang pertama mengumpulkan sekelompok kecil prajuritnya dan mereka membubung ke udara menaiki sebuah pesawat logam yang besar dan mengkilap. Ketika mereka masih jauh dari kota musuhnya, mereka meluncurkan sebuah tombak yang besar dan bercahaya yang bergerak menuruti sebuah berkas sinar cahaya. Senjata itu meledak di kota musuhnya menjadi bola api yang besar yang menjulang ke langit, hampir mencapai bintang-bintang.

Semuanya yang berada di dalam kota menjadi hangus secara mengerikan dan bahkan mereka yang tidak berada di dalam kota, akan tetapi berada di daerah sekitarnya, terbakar pula. Mereka yang memandang ke arah tombak dan bola api tadi menjadi buta selamanya. Mereka yang kemudian berjalan kaki memasuki kota, jatuh sakit dan mati. Bahkan debu dari kota tadi menjadi beracun, begitu juga air dari sungai-sungai yang mengalir melalui kota itu. Tidak ada manusia yang berani mendekati kota tersebut, yang berangsur-angsur punah dan dilupakan manusia.

Ketika pemimpin dari makhluk-makhluk pendatang itu melihat apa yang telah ia perbuat terhadap anak buahnya sendiri, ia mengundurkan diri ke dalam istananya dan tidak mau bertemu dengan siapa saja. Akhirnya ia mengumpulkan prajuritnya yang masih ada, serta anak dan istri mereka, lalu masuk ke dalam pesawat masing-masing, membubung ke langit satu per satu dan pergi untuk tidak kembali lagi.

Kisah di atas dimuat dalam buku "Introductory Space Science - Volume II", Chapter XXXIII, yang diterbitkan oleh Department Of Physics - USAF, editor: Major Donald G. Carpenter dengan co-editor: Lt. Colonel Edward R. Therkelson. Buku ini sejak tahun 1968 merupakan buku resmi yang digunakan oleh Air Force Academy, di Colorado Springs, Colorado.

Kisah ini nampaknya memberi gambaran tentang koloni makhluk luar bumi di masa lalu. Apakah kisah ini menggambarkan peristiwa yang sama dengan peperangan di surga antara Michael dengan sang naga (iblis) atau Semjaza dan kawan-kawannya? Entahlah. Boleh jadi ada peristiwa kelanjutan lain yang tidak diketahui oleh penulis Buku Dzyan. Kemana mereka mengungsi, apakah ke luar angkasa atau ke tempat lain di belahan bumi yang lain?

Kumpulan kisah-kisah yang saya utarakan sebelumnya menunjukkan bahwa telah ada kunjungan makhluk dari luar bumi. Keberadaan mereka di bumi ternyata menimbulkan perpecahan dan berakhir pada peperangan di antara mereka. Peristiwa itu terjadi sebelum bencana air bah dan bisa saja diduga yang menjadi penyebabnya. Karena nampaknya salah satu pihak mempunyai rencana proses anihilisasi (pemusnahan) dengan mendatangkan banjir besar. Caranya bagaimana, tidak akan saya uraikan di sini, karena maksud saya mengemukakan kejadian ini adalah berkaitan dengan awal peradaban baru manusia setelah bencana besar. Masa di masa mulainya penanggalan kalender Maya dan juga dimulainya jaman Kaliyuga.

Pertanyaan yang sering muncul di benak saya adalah, kapan akhir dari masa tangguh itu? Jika Bangsa Maya erat kaitannya dengan makhluk dari luar bumi dengan dewa Queltzalcoalt (ular berbulu), lalu mereka membuat penanggalan seperti itu, yang berakhir pada 21 Desember 2012, pertanyaan saya yang langsung muncul adalah, apakah itu merupakan tanda dari akhir masa tangguh itu? Jika tidak, maka kita tidak perlu merisaukan apa-apa. Namun jika memang benar, apakah yang akan terjadi setelah masa tangguh itu?

Dijelaskan bahwa masa tangguh itu berlaku sampai manusia "dibangkitkan". Kita bisa berdebat panjang lebar tentang makna manusia "dibangkitkan" ini. Manusia sendiri kalau kita tinjau dari sejarah, maka sudah pernah mengalami "kebangkitan" yaitu di jaman Renaisans. Renaisans adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan "renaisans" berasal dari bahasa Perancis renaissance yang artinya adalah "Lahir Kembali" atau "Kelahiran Kembali". Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Namun zaman sekarang hal ini bisa menyangkut segala hal.

Saya sendiri langsung terhenyak dengan tahun yang ada, yakni 1500, di mana ini berarti 1000 tahun setelah jaman nabi Muhammad SAW. Saya pernah mempunyai ide liar yang tentu banyak yang tidak setuju, bahwa sebagian besar yang tercantum dalam Kitab Wahyu adalah sudah terjadi. Kerajaan 1000 tahun juga sudah berlalu, dan tahun 1500 menjadi awal "lahir kembali" manusia. Apakah ini sebuah kebetulan? Atau hanya saya yang menggathuk-gathukkan saja padahal sama sekali tidak ada hubungannya? Sejak masa itu dimulai juga jaman imperialisme, penjajahan oleh sebuah bangsa atas bangsa lain.

Dalam kitab Wahyu 20:7 disebutkan "Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya." Wah, ini tentu sangat menarik sekali untuk dipelajari. Ini berarti, Iblis yang selama ini dipenjara, dilepaskan dan menurut kitab Wahyu 20:8 dikatakan "dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut." Menariknya adalah, Iblis yang disebutkan di sini tentunya adalah entiti yang sama yang dulu kalau perang, dan mereka adalah makhluk dari luar bumi.

Kita tahun, bahwa setelah tahun 1500 hingga kini, di planet bumi ini terjadi beberapa kali peperangan, termasuk dua kali perang dunia. Ada banyak peristiwa di bumi yang terjadi yang bisa dibandingkan dengan nubuat yang ada dalam Kitab Wahyu. Namun, tentu saja saya bisa salah. Saya hanya melihat bahwa fenomena makhluk luar angkasa yang dulunya pernah berkuasa di bumi ini, kemudian dipenjara setelah kalah perang, diberi tangguh hingga manusia "dibangkitkan" dan kemudian mulai berkuasa lagi hingga suatu saat akan mengalami penghancuran atau hukuman. Saya pikir, saat ini mereka sedang kejar-kejaran dengan waktu. Kalau memang mereka yang membuat kalender dan mencatat batas waktu akhirnya, maka bukankah wajar jika 21 Desember 2012 menjadi batas akhir nasib mereka ditentukan? Jika memang itu merupakan sebuah "kiamat", pertanyaannya adalah apakah kiamat itu adalah untuk mereka atau untuk manusia?

Lalu, apakah yang akan terjadi pada saat itu?

Persiapan Menghadapi 2012

Jika saya adalah berasal dari kelompok makhluk luar angkasa yang dulu kalah perang dan kini menghadapi penetuan akhir, pertanyaannya adalah apakah yang akan saya lakukan? Apa-apa saja yang harus saya persiapkan? Apakah saya akan menyerah begitu saja menerima "hukuman", atau saya akan berusaha mempersiapkan diri untuk membuat perlawanan akhir, dengan harapan siapa tahu bisa menang dan mengubah nasib? Namun, seperti diketahui. di antara kelompok ini telah terpecah-pecah. Seperti diungkapkan sebelumnya, ada kelompok yang "saleh" dan ada yang tidak.

Kini, sejak tahun 1500, mulai banyak medium yang menjadi perantara atau lebih sering dikenal dengan istilah channeling. Kita tahu yang terkenal adalah Nostradamus, dan apakah sebuah kebetulan kalau  lahirnya tanggal 14 Desember 1503? Nostradamus meninggal 2 Juli 1566 dalam umur 62 tahun. Apakah Nostradamus mendapat pengelihatan dan pesan-pesan dari makhluk luar angkasa yang telah dibebaskan dari "penjara"nya? Tentu pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mudah dan memuaskan semua pihak.

Fenomena UFO mulai marak setelah perang dunia kedua. Ada informasi kalau pemerintah Jerman di masa PD2 telah menjalin kerja sama dengan mereka dan membuat pesawat Haunebu dan Vrill yang berbentuk seperti piring terbang. Kemudian ditengarai pemerintah Amerika Serikat juga menjalin kerja sama rahasia dengan alien. Yang menarik adalah kedatangan alien jenis grey yang nampaknya menjadi tamu tak diundang sekaligus memberi keuntungan strategis karena dapat diambilnya teknologi yang dimiliki oleh greys untuk kepentingan mereka. Apakah juga sebuah kebetulan jika di tahun 1980-an, pemerintahan Ronal Reagan mulai membangun persenjataan "star wars"? Menarik jika membaca pengakuan dari Dr. Carol Rosin yang pernah bekerja untuk Wernher Von Braun (pakar peroketan AS yang berasal dari Jerman yang kemudian bekerja untuk NASA) bahwa di tahun 1977 mereka telah membuat persenjataan luar angkasa untuk menghadapi ancaman aliens. (sumber: http://www.illuminati-news.com/ufos-and-aliens/html/carol_rosin.htm) Menjadi makin menarik juga saat mendengar pidato Ronald Reagan di sidang PBB tanggal 21 September 1987,  "I occasionally think how quickly our differences, worldwide, would vanish if we were facing an alien threat from outside this world."

Maka menjadi pertanyaan kembali, apa yang akan terjadi pada setelah 21 Desember 2012? Apakah kelahiran kembali umat manusia? Padahal bisa saja hal itu telah terjadi saat jaman Renaisans. Apakah ada peningkatan kesadaran baru? Apakah masa tangguh telah berakhir dan dimulainya proses hukuman? Jika semua ini dikaitkan, maka nampaknya ada upaya untuk melawan balik, upaya setidaknya mempertahankan diri dari kedatangan makhluk luar angkasa yang lain. Itulah yang membawa saya pada pemikiran, barangkali setelah kalender Maya berakhir, maka akan terjadi lagi peperangan di langit, semacam pertempuran penentuan. Tentu saja kitab-kitab suci telah menubuatkan kekalahan mereka. Namun bukankah tak ada salahnya untuk melawan, mencoba mengubah nasib, walau mungkin umat manusia sekali lagi akan mengalami penderitaan.

Di sini saya mencoba mengemukakan pandangan saya, kaitan antara 2012 dengan fenomena UFO. Apa yang saya kemukakan bisa saja salah karena tidak ada dasar ilmiahnya. Kaitan antara 2012 dengan pertemuran antar makhluk luar angkasa ini memang masih kabur, tidak semua bisa menerima penjelasan yang saya sampaikan. Alhasil, semua itu akan kembali kepada kita masing-masing. Apakah akan ada kiamat, tentu saja saya tidak tahu. Namun mungkin akan terjadi bencana di sana-sini. Akan ada penderitaan dan mungkin sekali akan terjadi sebuah perang besar. Mudah-mudahan saja tidak. Terburuk jika ide liar saya ini benar, maka terjadi perang bintang lagi. Semua ini tergantung dari apa yang kita percayai dan harapan apa yang kita inginkan terjadi... mari berharap yang terbaik bagi umat manusia...

Popular Posts