Role Model


A role model is a person who inspires and encourages us to strive for greatness, live to our fullest potential and see the best in ourselves.

Mengapa banyak remaja atau mahasiswa yang tidak tahu tujuan hidupnya atau juga bingung dengan passionnya. Mereka tidak tahu cara meraih mimpi, mencapai sukses, bahkan tidak berani bermimpi. Cenderung memilih menjalani saja apa yang ada saat ini. Ketika punya mimpi pun, tak sedikit yang kehilangan arah dalam mewujudkannya. Saat ditanya apa passionnya, mereka juga bingung.

Salah satu cara untuk membentuk passion sekaligus tujuan hidup adalah adanya role model. Ini erat kaitannya dengan keteladanan. Albert Bandura yang terkenal dengan teori pembelajaran sosial, mengemukakan sebagian besar tingkah laku manusia dipelajari melalui peniruan maupun penyajian, contoh tingkah laku (modeling).
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu "Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh (tentang kelakukan, perbuatan, sifat, dan sebagainya)". Sedangkan Wikipedia menjelaskan role model sebagai "person who serve as an example, whose behaviour is emulated by others" yang artinya "Orang yang berfungsi sebagai contoh, yang perilakunya ditiru orang lain". - See more at: http://masvi2n.blogspot.com/2013/04/role-model-itu-penting.html#sthash.c0xFscH6.dpuf
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu "Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh (tentang kelakukan, perbuatan, sifat, dan sebagainya)". Sedangkan Wikipedia menjelaskan role model sebagai "person who serve as an example, whose behaviour is emulated by others" yang artinya "Orang yang berfungsi sebagai contoh, yang perilakunya ditiru orang lain". - See more at: http://masvi2n.blogspot.com/2013/04/role-model-itu-penting.html#sthash.c0xFscH6.dpuf

Role model terdekat adalah keluarganya, orang tuanya. Tapi seringkali, orang tua tidak mendidik anaknya sesuai dengan dirinya. Misalnya, ayahnya seorang guru, tidak ingin anaknya juga jadi guru. Orangtuanya petani dan tidak ingin anaknya jadi petani juga. Orang tua juga seringkali ingin anaknya bisa hidup layak sehingga merasa perlu campur tangan dengan bidang studi anaknya di perguruan tinggi. Tapi semua itu menurut saya yang penting adalah role model.

Nah, role model ini bisa dibentuk melalui film. Film yang ditonton anak-anak kita, barangkali kebanyakan adalah sinetron di televisi. Kita tahu sinetron apa yang lagi trend. Banyak sinetron menggambarkan situasi keluarga yang sangat kaya raya (entah dapat uangnya dari mana), dengan empat kondisi yang selalu ada yakni: keserakahan, iri hati, dendam dan perselingkuhan.

Coba kita bandingkan dengan film seri di luar negeri, seperti di AS. Ada film seri tentang dokter, misalnya Doogie Houser MD, ER, dan lain sebagainya. Ada cerita tentang pengacara, ada yang tentang polisi, bahkan ada yang tentang kehidupan pemadam kebakaran, tentara, dan lain sebagainya. Ini bisa menjadi sebuah role model. Paling tidak, film ini jika ditonton anak-anak, akan membuatnya ada yang tertarik menjadi polisi, menjadi perawat, dokter, atau mungkin juga pengacara. Film yang disuguhkan juga membentuk karakter, bagaimana etika dan integritas perlu dijaga.

Saya tidak tahu sejauh mana pengaruh film sinetron kita saat ini terhadap pemikiran anak-anak dan remaja kita. Di sekolah juga dipacu untuk mencari nilai terbaik. Anak barangkali bukan saja kurang diberi kesempatan untuk mengungkapkan ingin jadi apa, tapi seringkali memang benar-benar tidak tahu ingin jadi apa.  Menurut saya, kuncinya adalah role model atau tokoh yang dikaguminya. Repotnya, sekarang yang dikagumi kebanyakan adalah artis.

0 Komentar:

Posting Komentar