Manfaat menulis jurnal refleksi dalam pembelajaran


Salah satu proses pembelajaran adalah dengan membuat tulisan refleksi (reflective writing). Apa itu? Kalau Anda diminta membuat tulisan refleksi atas sebuah film, maka Anda bukan menuliskan jalan ceritanya, tapi sebuah ungkapan perasaan atau apa saja yang bisa Anda kemukakan dari film tersebut. Misalnya sebagai contoh: "Saya hari ini menonton film 'Habibie & Ainun', di sana saya belajar tentang arti sebuah cinta, kejujuran, semangat, kesetiaan dan kerja keras. Sebuah film yang menurut saya sangat mengesankan. Saya sungguh beruntung bisa menonton film ini. Dari film ini saya belajar banyak tentang apa arti kehidupan yang selama ini tidak saya anggap penting." Tulisan ini bisa juga dilengkapi dengan detail-detail yang saya peroleh. Demikian juga ketika saya misalnya ikut kuliah S3 di salah satu mata kuliah, maka saya bisa menulis sebuah refleksi: "Kuliah hari ini membosankan, dosennya datang terlambat dan nampak sepertinya dia tidak siap mengajar. Dose hanya bercerita tentang diri sendiri yang sepertinya menghabiskan waktu untuk mengajar. Kalau begini saya merasa rugi membayar uang kuliahnya." Ini juga merupakan sebuah tulisan refleksi.

Ada banyak petunjuk mengenai bagaimana membuat tulisan refleksi. Sebagai referensi bisa klik:
1. http://kheru2006.webs.com/pedagogi/refleksi.htm
2. http://jufranhelmi.blogspot.com/2009/12/menulis-refleksi-renungan.html
3. http://zulsophistsaidi.blogspot.com/2009/10/penulisan-refleksi.html
4. http://www.lc.unsw.edu.au/onlib/reflect.html
5. http://www.port.ac.uk/departments/studentsupport/ask/resources/handouts/writtenassignments/filetodownload,73259,en.pdf
6. http://www.gponline.com/Education/article/1137992/Developing-reflective-writing-skills---part-one/
7. http://www.kent.ac.uk/learning/PDP-and-employability/pdp/reflective.html
8. http://sylviamoessinger.wordpress.com/2010/10/10/h808-criteria-for-reflective-writing/


 

0 Komentar:

Posting Komentar