Tiko step pertama kali

Surabaya, 11 Januari 2006

Pagi pulang dari jakarta. Semua baik-baik saja. Tiko juga nggak ada masalah. Trus tidur sampai sekitar jam 11-an siang. Siang Tiko masih guyon-guyon. Namun tiba-tiba, ketika aku dan yuthi sedang melihat foto di Jakarta di laptop, tiko yang saat itu ada di ranjangnya tiba-tiba bersuatra "uugh" lalu yuthi langsung melihat Tiko dan kondisi Tiko sudah kejang. Aku langsung mengangkat Tiko dan sudah mulai membiru. Aku tidak tahu apa sebabnya, trus aku coba beri nafas buatan sambil menekan-nekan dada serta menepuk punggungnya.

Tiko tidak bernafas dan kaku.

Aku tegang . Apa Tiko harus pergi saat ini?

Aku trus beri Tiko nafas buatan sambil menepuk dada dan punggungnya. Mulutnya sudah nggeget namun aku paksa buka dan aku tiup. Lalu, mulai tiko sedikit batuk dan mau muntah dan akhirnya ada sedikit muntahan. Tiko mulai bernafas dan menangis.

Aku lega tiko bisa bernafas lagi. Badannya panas dan aku beri obat penurun panas dan dikompres. Beberapa saat kemudian dia tidur dengan nyenyak selama beberapa menit. Sudah mulai bisa ketawa sedikit-sedikit. Panasnya sempat 39 derajat namun kini turun terus sudah hampir 38 derajat.

Aku tidak tahu apa penyebabnya, apakah karena suhu ruangan yang sangat panas (AC aku matikan karena biasanya kalau siang tidak pakai AC).

Siang yang sangat menegangkan. Sempat terbayang kalau tiko tiada. Sempat juga minta tolong sama tadi kepada Tuhan supaya Tiko bisa sadar kembali.

Tuhan masih memberi hidup.

Semoga Tiko baik-baik saja dan doakan Tiko ya semoga terus sehat.

Tiko sudah baikan kembali dari step...