7 Jul 2015
Belajar menerima kekalahan itu penting
Pelajaran penting untuk kehidupan salah satunya adalah belajar menerima kekalahan. Dalam sebuah pertandingan, pasti ada yang menang atau kalah. Demikian juga kompetisi antar pribadi, baik dengan teman, atau bahkan keluarga sendiri, misalnya ayah dengan anak. Masalahnya, banyak orang tidak terbiasa untuk menerima kekalahan. Akibatnya, ketika dia kalah dalam sebuah kompetisi, langsung marah dan menghindari hal itu lagi. Orang bilang langsung mutung. Menurut pak Lucky Cahyana Subadi, seorang rekan kerja saya yang berprofesi sebagai pendidik, hal ini bisa jadi karena kebiasaan main game di komputer atau gadget. Lho kok bisa? Karena kalau kita main game, ada banyak cara untuk menang. Kalau kita kalah, kita bisa cari cheat code agar bisa mengalahkan lawannya. Jadi, anak atau kita yang suka main game, akan tidak terbiasa menerima kekalahan. Nah, kalau begitu, sepertinya kita mesti memikirkan kembali dampak permainan ini. Kalau sehari-hari anak kita bermain dengan gadgetnya dan tampak menyenanginya, itu bisa jadi karena memang dia tidak pernah terkalahkan. Kalaupun kalah, tidak kontak dengan orang lain yang mengganggu emosinya. Dia akan berusaha untuk selalu menang, bahkan jeleknya, dengan curang. Bagaimana pendapat Anda?
2 Jul 2015
Kelas Online: Analisis SWOT
Pokok Bahasan:
Analisis SWOT ( Strengths, weaknesses, opportunities, and threats). Analisis SWOT ini merupakan sebuat cara melakukan analisis kondisi internal dan eksternal usaha. Bisa juga dilakukan untuk menganalisis produk. Kedua kekuatan, baik internal maupun eksternal akan menentukan keberhasilan sebuah usaha. Ada perusahaan yang memiliki keunggulan namun tidak dipungkiri ada juga yang memiliki banyak kelemahan. Demikian juga situasi eksternal bisa menjadi peluang atau ancaman tergantung dari bagaimana kondisi usaha tersebut. Dengan melakukan analisis SWOT, kita dapat memilih strategi yang tepat.
Sub Pokok Bahasan
Setelah mengikuti dan mempelajari materi minggu pertama ini, UC Onliners bisa memperoleh pemahaman tentang bagaimana cara berpikir seorang pemasar dalam menganalisis lingkungan usahanya, baik internal maupun eksternal.
http://ciputrauceo.com/marketing/Jun2014/preview/
Transkrip video ada di bagian bawah video.
Video 1: Analisis SWOT
Video 2: Analisis Kekuatan dan Kelemahan
Video 3: Analisis Peluang dan Ancaman
Video 4: Strategi berdasarkan analisis SWOT
Transkrip keseluruhan video:
Analisis SWOT
Salam Entrepreneur UC Onliner. Bersama saya Nur Agustinus, kita kembali mempelajari tentang Strategi Pemasaran. Melanjutkan modul yang pertama tentang 3C, kini kita masuk pada analisis SWOT. Analisis SWOT itu adalah singkatan dari Strenghts, Weaknesses, kemudian Opportunities, dan Threats. Empat hal ini, Strenghts adalah kekuatan, Weaknesses adalah kelemahan, Opportunities/ peluang, kemudian Threats adalah ancaman, itu berhubungan dengan apa yang ada di perusahaan kita dan apa yang ada di luar perusahaan kita.
Di luar perusahaan kita tentunya ada beraneka ragam. Ada competitors, ada pelanggan, ada pemerintah, ada apa saja. Nah, kita akan melihat bahwa apa yang ada di perusahaan atau internal perusahaan itu sangat ,mempengaruhi bagaimana nantinya memasarkan sebuah produk atau jasa. Demikian juga peluang dan ancaman yang dari luar itu juga bisa mempengaruhi bagaimana perkembangan dari usaha kita.
Analisis SWOT itu berbicara soal kondisi internal. Kalau kita berbicara kondisi internal, itu bicara tentang kekuatan yang kita miliki dan kelemahan yang ada dalam diri kita. Tentunya dalam kaitan dengan produk dan usaha kita. Sementara di luaran itu ada opportinity, ada peluang dan juga ada ancaman. Ancaman bisa beraneka ragam. Bahkan bisa sekecil sekali pun. Misalnya ada perubahan aturan di jalan raya, di jalan tempat usaha kita berada katakanlah tiba-tiba dipasang rambu dilarang parkir, mungkin itu bisa mempengaruhi pendapatan kita. Jadi, semua ini harus kita analisis. Jangan sampai kita kemudian ceroboh dan kemudian mengabaikkan hal itu.
Dalam modul yang kedua ini, kita akan mempelajari bagaimana melakukan Analisis SWOT yang baik. Kita akan mendalami satu per satu bagaimana menganalisis kekuatan kita, kelemahan kita, peluang yang ada, dan ancaman. Keempat hal inilah yang akan kita pelajari untuk merumuskan strategi yang baik, strategi marketing agar kita bisa menjalankan usaha kita secara entrepreneurial, mampu bersaing, dan lebih baik lagi.
Strenghts and Weakness
Salam entrepreneur UC Onliners. Kali ini bersama saya Nur Agustinus akan membahas mengenai bagaimana menganalisis kekuatan dan kelemahan. Jadi artinya kalau kita membahas dari analisis SWOT, Strenghts,Weaknesses, Opportunities, and Treats, itu ada dua elemen yang pertama, yaitu Strenghts dan Weakness (Kekuatan dan kelemahan) yang sebetulnya merupakan bagaimana kita melakukan pengukuran dari sisi internal organisasi atau perusahaan.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita itu memiliki kelebihan atau kekurangan? Kadang-kadang ada kritik dari analisis SWOT ini bahwa orang cenderung subjektif dalam melakukan penilaian. Misalnya cenderung mngunggul-unggulkan. Jadi, artinya merasa bahwa sumber daya yang dimilikinya itu bagus. Atau mungkin orangnya itu cenderung atau pimpinannya itu pesimis sehingga merasa dirinya kalah dan banyak kekurangannya. Sebetulnya ada banya cara, antara lain misalnya bagaimana kita mengukur apakah sumber daya yang kita miliki itu memang terlatih dengan baik apakah dari sisi financial kita juga kuat atau pun misalnya dari aspek-aspek lain apakah sistem operasi kita itu berjalan dengan efisien dan efektif.
Pada dasarnya adalah kalau kita kembali pada pembelajaran value chain dimana kita melakukan company analysis, di sini kita bisa lihat bahwa operasi atau hal-hal atau faktor-faktor utama atau faktor-faktor pendukung yang ada dalam value chain itu, itulah nanti yang akan dianalisis dalam kaitannya dengan mengukur kekuatan dan kelemahan. Tetapi seringkali orang mengukur hanya sepihak, yaitu mengukur dari dirinya sendiri. Padahal untuk melakukan analisis SWOT, itu harus dibandingkan dengan pesaing. UC Onliner harus ingat, jangan dibandingkan dengan pesaing yang bukan dari segmen pasar yang sama. Misalnya sebuah industri mobil, tentunya tidak bisa dibandingkan antara mobil yang untuk kelas menengah dengan yang untuk kelas premuim (yang harganya mahal). Harus dibandingkan yang setara.
Kalau UC Onliner punya usaha dan tahu pesaing-pesaing mana saja yang mempunyai segmen pasar yang sama, maka usahakanlah untuk membandingkan. Apa yang bisa dibandingkan? Misalnya yang pertama adalah lokasi usaha. Apakah lokasi usaha itu lebih baik atau lebih tidak menguntungkan. Jika lebih baik, maka masukkanlah itu dalam kategori kekuatan. Tapi jika lebih buruk atau lebih tidak menguntungkan, masukkanlah dalam posisi yang kelemahan.
Hal lain misalnya market share/ pangsa pasar. Ini bisa diketahui sebetulnya apakah pelanggan Anda itu lebih banyak daripada pesaing. Kalau lebih banyak, masukkan pada kekuatan, kalau lebih sedikit, masukkan pada kelemahan. Demikian juga misalnya untuk kualitas produk Anda. Bandingkan dengan segmen pasar atau target pasar Anda yang sama. Jadi, kualitas barang yang diminati dari pesaing Anda itu apakah kualitas Anda lebih baik atau lebih buruk. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Demikian juga masalah harga. Apakah harga Anda lebih kompetitif, karena orang toh cenderung di segmen pasar yang sama untuk produk yang sejenis, orang akan memilih akhirnya barang yang lebih murah.
Masalah harga ini tentunya berkaitan dengan policy pricinbg. Artinya sejauh mana UC onliner menentukan margin yang hendak diperoleh. Tentunya kalau kita soal margin, kita akan kembali pada teori value chain. Ada hal-hal yang harus kita amati. Mengapa margin kita itu tipis atau msialnya margin kita itu besar tapi harga kita tidak bisa lebih murah, tentunya biasanya karena biaya-biaya yang lebih besar.
Demikian juga soal pelayanan. Pelayanan ini berhubungan dengan sumber daya manusia. Apakah pelayanan dari usaha kita itu lebih baik atau lebih buruk dari kompetitor. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Dengan begitu, kita akan bisa menghasilkan sebuah analisis kekuatan dan kelemahan secara objektif. Bukan secara subjektif dalam arti mengumpulkan kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan yang ada atau kemudian mengira bahwa, “O, ini kelemahan saya, kelemahan usaha saya di sini”, dan sebagainya, tanpa membandingkan dengan pesaing. Jadi, untuk menentukan analisis dari internal usaha kita, bandingkanlah dengan pesaing. Demilikanlah mengenai Analisis Strenghts and Weakness.
Opportunities and Threats
Salam Entrepreneur UC Onliners. Setelah kita membahas kekuatan dan kelemahan dalam analisis SWOT, kita akan bahas sekarang mengenai peluang dan ancaman (Opportunities and Threats). Sebetulnya kalau tadi kita telah membahas tentang kekuatan dan kelemahan, itu berarti adalah hal-hal yang ada dalam internal usaha kita. Tentunya karena dalam internal, kita sebetulnya bisa punya akses untuk memperbaiki namun berbeda dengan kondisi di luar kita atau lingkungan eksternal yang bisa menjadi ancaman atau mungkin juga peluang. Barangkali ada orang yang tidak suka dengan kata ancaman, tapi mengartikan sebagai tantangan. Namun lingkungan di luar ini seringkali tidak bisa kita kendalikan. Berbeda dengan lingkungan yang ada di internal kita.
Tentunya lingkungan itu dianggap merupakan ancaman jika keadaan atau perubahan yang terjadi di luar kita memberikan dampak yang negatif. Jadi misalnya membuat turunnya omset penjualan atau mungkin prospek usaha menjadi tidak menentu, itu adalah merupakan ancaman. Berbeda misalnya ketika perubahan-perubahan yang ada di luar kita itu malah memudahkan. Itu bisa mebajdi sebuah peluang.
Sebuah analisis yang kita bisa pakai untuk mengetahui peluang dan ancaman, itu dengan PESTEL analysis, yaitu PESTEL merupakan singkatan dari Political, Environment, Social, Technological, Economic, dan juga Legal atau hukum.
Dari aspek politik, tentunya itu akan mempengaruhi usaha. Memang ada politik yang sifatnya nasional, ada yang sifatnya global. Mungkin ada juga politik yang sifatnya sangat-sangat regional atau sangat-sangat kecil. Ini bisa mempengaruhi usaha kita. Demikian juga masalah lingkungan. Itu bisa juga memberikan dampak yang positif maupun yang negatif. Kalau kita bicara sosial, perubahan sosial, perubahan gaya hidup juga akan memberikan peluang tapi sekaligus bisa memberikan ancaman. Teknologi juga sama. Perkembangan teknologi, kalau kita bisa mengikutinya dengan baik, maka itu akan membawa dampak yang positif. Bagaimana pun juga teknologi bisa mendongkrak atau meleverage usaha kita. Namun juga teknologi kadang-kadang kalau kita tidak bisa mengadopsinya dengan baik, itu akan menjadi ancaman. Ekonomi, keadaan inflasi, juga perubahan aturan perdagangan di dunia misalnya. Itu juga akan mempengaruhi usaha kita. Masalah hukum juga sama. Kadang-kadang perubahan peraturan, perubahan regulasi, kalau misalnya itu memudahkan, tentunya akan memberikan suatu peluang, tetapi apabila itu semakin menyulitkan, justru bsia menyebabkan sebuat masalah.
Kalau kita bisa merinci satu per satu, apa-apa saja yang dari keenam aspek ini itu memberikan dampak positif, maka kita bisamasukkan sebagai sebuah peluang, sementara kalau dampaknya negatif untuk usaha kita, itu akan menjadi sebuah ancaman.
Kalau kita kembali pada analisis SWOT, kita nanti akan bisa menimbang-nimbang apakah posisi usaha kita ini lebih banyak peluangnya atau lebih banyak ancamannya. Seperti tadi apakah lebih banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya. Nantinya dari semua ini kita akan pelajari untuk video pembelajaran berikutnya mengenai bagaimana strategi jika kita mempunyai kondisi-kondisi tertentu.
Demikian mengenai analisis SWOT khususnya Opportunities and Threats.
Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
Salam entrepreneur UC Onliner. Kini kita masuk pada video terakhir di minggu ke-2, yaitu mengenai analisis SWOT tentang bagaimana menerapkan analisis SWOT ini ke dalam sebuah strategi. Kalau kita lihat dari video-video pembelajaran sebelumnya tentang bagaimana mengukur kekuatan-kelemahan, demikian juga menimbang antara peluang dan ancaman, maka kita bisa mengetahui apakah posisi kita itu banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya dan apakah lebih banyak peluangnya atau sebaliknya malah lebih banyak ancamannya. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa posisi kita itu memiliki kekuatan yang lebih baik (Strengths-nya tinggi, dan ooportunity-nya tinggi), dengan demikian strategi yang dipakai yaitu strategi yang disebut dengan SO atau Strengths Opportunity, dimana strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Ini adalah strategi yang pertama, yaitu Strategi SO.
Kemungkinan yang lain adalah, kita mungkin tidak punya kekuatan yang banyak. Artinya dibandingkan kompetitor kita, kita cenderung lebih banyak weaksesses-nya. Tapi sebetulnya peluang yang ada itu bagus. Maka strategi yang diambil adalah strategi Wo (Weaknesses Opportunity). Yaitu strategi dimana kita bisa meninimalkan kelemahan-kelemahan yang ada tetapi kita bisa memanfaatkan peluang.
Kadang-kadang perusahaan kita tidak seberuntung itu, yaitu lebih banyak Threats-nya. Tapi di sisi lain kita punya kekuatan. Dibandingkan pesaing yang ada kita lebih unggul. Maka strateginya adalah Strengths Threats, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada. Jadi kita berasaha mengatasi dengan kekuatan-kekuatan kita karena kalau kita bisa mengatasi hal ini tentunya ini akan membuat produk kita lebih baik.
Yang terakhir, posisi kita mugkin buruk sekali. Yaitu dalam posisi yaitu banyak kelemahan dan juga banyak ancaman. Artinya WT (Weaknesses Threats). Nah, memang ini ada strategi dimana meminimalkan kekurangan yang ada, bagaimana kita segera melakukan peningkatan atau mengimprove diri kita supaya lebih baik, dan kita harus pandai-pandai untuk menghindari ancaman yang ada. Ada strategi dimana ketika ada ancaman, itu bukan dihadapi karena tentu saja kalau kita misalnya tahu di depan kita ada ancaman yang besar, apabila kita lemah, maka cara terbaik adalah menghindar. Yaitu bisa strategi gerilya danm lain sebagainya.
Ada juga strategi marketing yang sifatnya ofensif. Itu biasanya dilakukan oleh yang kuat dan berpeluang besar. Tapi ada yang difensif, misalnya adalah ancamannya banyak tapi dia kuat. Dia akan defensif. Demikian juga yang tadi, banyak kelemahan dan banyak ancaman, startegi yang paling baik adalah dengan bergerilya. Itu juga dilakukan dalam bentuk-bentuk kemiliteran ketika menghadapi lawan yang lebih kuat, tapi peluangnya tipis maka kita tidak bisa berhadapan langsung, namun kita harus melakukan cara-cara cerdik.
Memang kalau kita tahu kekuatan dan kelemahan kita, tahu kekuatan dan kelemahan pesaing kita juga, kite lebih juga membuat strategi dan juga taktik dalam hal melakukan pemasaran.
Salam entrepreneur.
Analisis SWOT ( Strengths, weaknesses, opportunities, and threats). Analisis SWOT ini merupakan sebuat cara melakukan analisis kondisi internal dan eksternal usaha. Bisa juga dilakukan untuk menganalisis produk. Kedua kekuatan, baik internal maupun eksternal akan menentukan keberhasilan sebuah usaha. Ada perusahaan yang memiliki keunggulan namun tidak dipungkiri ada juga yang memiliki banyak kelemahan. Demikian juga situasi eksternal bisa menjadi peluang atau ancaman tergantung dari bagaimana kondisi usaha tersebut. Dengan melakukan analisis SWOT, kita dapat memilih strategi yang tepat.
Sub Pokok Bahasan
- Analisis internal: Kekuatan dan kelemahan
- Analisis eksternal: Peluang dan ancaman
- Pemilihan strategi berdasarkan analisis SWOT
Setelah mengikuti dan mempelajari materi minggu pertama ini, UC Onliners bisa memperoleh pemahaman tentang bagaimana cara berpikir seorang pemasar dalam menganalisis lingkungan usahanya, baik internal maupun eksternal.
http://ciputrauceo.com/marketing/Jun2014/preview/
Transkrip video ada di bagian bawah video.
Video 1: Analisis SWOT
Video 2: Analisis Kekuatan dan Kelemahan
Video 3: Analisis Peluang dan Ancaman
Video 4: Strategi berdasarkan analisis SWOT
Transkrip keseluruhan video:
Analisis SWOT
Salam Entrepreneur UC Onliner. Bersama saya Nur Agustinus, kita kembali mempelajari tentang Strategi Pemasaran. Melanjutkan modul yang pertama tentang 3C, kini kita masuk pada analisis SWOT. Analisis SWOT itu adalah singkatan dari Strenghts, Weaknesses, kemudian Opportunities, dan Threats. Empat hal ini, Strenghts adalah kekuatan, Weaknesses adalah kelemahan, Opportunities/ peluang, kemudian Threats adalah ancaman, itu berhubungan dengan apa yang ada di perusahaan kita dan apa yang ada di luar perusahaan kita.
Di luar perusahaan kita tentunya ada beraneka ragam. Ada competitors, ada pelanggan, ada pemerintah, ada apa saja. Nah, kita akan melihat bahwa apa yang ada di perusahaan atau internal perusahaan itu sangat ,mempengaruhi bagaimana nantinya memasarkan sebuah produk atau jasa. Demikian juga peluang dan ancaman yang dari luar itu juga bisa mempengaruhi bagaimana perkembangan dari usaha kita.
Analisis SWOT itu berbicara soal kondisi internal. Kalau kita berbicara kondisi internal, itu bicara tentang kekuatan yang kita miliki dan kelemahan yang ada dalam diri kita. Tentunya dalam kaitan dengan produk dan usaha kita. Sementara di luaran itu ada opportinity, ada peluang dan juga ada ancaman. Ancaman bisa beraneka ragam. Bahkan bisa sekecil sekali pun. Misalnya ada perubahan aturan di jalan raya, di jalan tempat usaha kita berada katakanlah tiba-tiba dipasang rambu dilarang parkir, mungkin itu bisa mempengaruhi pendapatan kita. Jadi, semua ini harus kita analisis. Jangan sampai kita kemudian ceroboh dan kemudian mengabaikkan hal itu.
Dalam modul yang kedua ini, kita akan mempelajari bagaimana melakukan Analisis SWOT yang baik. Kita akan mendalami satu per satu bagaimana menganalisis kekuatan kita, kelemahan kita, peluang yang ada, dan ancaman. Keempat hal inilah yang akan kita pelajari untuk merumuskan strategi yang baik, strategi marketing agar kita bisa menjalankan usaha kita secara entrepreneurial, mampu bersaing, dan lebih baik lagi.
Strenghts and Weakness
Salam entrepreneur UC Onliners. Kali ini bersama saya Nur Agustinus akan membahas mengenai bagaimana menganalisis kekuatan dan kelemahan. Jadi artinya kalau kita membahas dari analisis SWOT, Strenghts,Weaknesses, Opportunities, and Treats, itu ada dua elemen yang pertama, yaitu Strenghts dan Weakness (Kekuatan dan kelemahan) yang sebetulnya merupakan bagaimana kita melakukan pengukuran dari sisi internal organisasi atau perusahaan.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita itu memiliki kelebihan atau kekurangan? Kadang-kadang ada kritik dari analisis SWOT ini bahwa orang cenderung subjektif dalam melakukan penilaian. Misalnya cenderung mngunggul-unggulkan. Jadi, artinya merasa bahwa sumber daya yang dimilikinya itu bagus. Atau mungkin orangnya itu cenderung atau pimpinannya itu pesimis sehingga merasa dirinya kalah dan banyak kekurangannya. Sebetulnya ada banya cara, antara lain misalnya bagaimana kita mengukur apakah sumber daya yang kita miliki itu memang terlatih dengan baik apakah dari sisi financial kita juga kuat atau pun misalnya dari aspek-aspek lain apakah sistem operasi kita itu berjalan dengan efisien dan efektif.
Pada dasarnya adalah kalau kita kembali pada pembelajaran value chain dimana kita melakukan company analysis, di sini kita bisa lihat bahwa operasi atau hal-hal atau faktor-faktor utama atau faktor-faktor pendukung yang ada dalam value chain itu, itulah nanti yang akan dianalisis dalam kaitannya dengan mengukur kekuatan dan kelemahan. Tetapi seringkali orang mengukur hanya sepihak, yaitu mengukur dari dirinya sendiri. Padahal untuk melakukan analisis SWOT, itu harus dibandingkan dengan pesaing. UC Onliner harus ingat, jangan dibandingkan dengan pesaing yang bukan dari segmen pasar yang sama. Misalnya sebuah industri mobil, tentunya tidak bisa dibandingkan antara mobil yang untuk kelas menengah dengan yang untuk kelas premuim (yang harganya mahal). Harus dibandingkan yang setara.
Kalau UC Onliner punya usaha dan tahu pesaing-pesaing mana saja yang mempunyai segmen pasar yang sama, maka usahakanlah untuk membandingkan. Apa yang bisa dibandingkan? Misalnya yang pertama adalah lokasi usaha. Apakah lokasi usaha itu lebih baik atau lebih tidak menguntungkan. Jika lebih baik, maka masukkanlah itu dalam kategori kekuatan. Tapi jika lebih buruk atau lebih tidak menguntungkan, masukkanlah dalam posisi yang kelemahan.
Hal lain misalnya market share/ pangsa pasar. Ini bisa diketahui sebetulnya apakah pelanggan Anda itu lebih banyak daripada pesaing. Kalau lebih banyak, masukkan pada kekuatan, kalau lebih sedikit, masukkan pada kelemahan. Demikian juga misalnya untuk kualitas produk Anda. Bandingkan dengan segmen pasar atau target pasar Anda yang sama. Jadi, kualitas barang yang diminati dari pesaing Anda itu apakah kualitas Anda lebih baik atau lebih buruk. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Demikian juga masalah harga. Apakah harga Anda lebih kompetitif, karena orang toh cenderung di segmen pasar yang sama untuk produk yang sejenis, orang akan memilih akhirnya barang yang lebih murah.
Masalah harga ini tentunya berkaitan dengan policy pricinbg. Artinya sejauh mana UC onliner menentukan margin yang hendak diperoleh. Tentunya kalau kita soal margin, kita akan kembali pada teori value chain. Ada hal-hal yang harus kita amati. Mengapa margin kita itu tipis atau msialnya margin kita itu besar tapi harga kita tidak bisa lebih murah, tentunya biasanya karena biaya-biaya yang lebih besar.
Demikian juga soal pelayanan. Pelayanan ini berhubungan dengan sumber daya manusia. Apakah pelayanan dari usaha kita itu lebih baik atau lebih buruk dari kompetitor. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Dengan begitu, kita akan bisa menghasilkan sebuah analisis kekuatan dan kelemahan secara objektif. Bukan secara subjektif dalam arti mengumpulkan kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan yang ada atau kemudian mengira bahwa, “O, ini kelemahan saya, kelemahan usaha saya di sini”, dan sebagainya, tanpa membandingkan dengan pesaing. Jadi, untuk menentukan analisis dari internal usaha kita, bandingkanlah dengan pesaing. Demilikanlah mengenai Analisis Strenghts and Weakness.
Opportunities and Threats
Salam Entrepreneur UC Onliners. Setelah kita membahas kekuatan dan kelemahan dalam analisis SWOT, kita akan bahas sekarang mengenai peluang dan ancaman (Opportunities and Threats). Sebetulnya kalau tadi kita telah membahas tentang kekuatan dan kelemahan, itu berarti adalah hal-hal yang ada dalam internal usaha kita. Tentunya karena dalam internal, kita sebetulnya bisa punya akses untuk memperbaiki namun berbeda dengan kondisi di luar kita atau lingkungan eksternal yang bisa menjadi ancaman atau mungkin juga peluang. Barangkali ada orang yang tidak suka dengan kata ancaman, tapi mengartikan sebagai tantangan. Namun lingkungan di luar ini seringkali tidak bisa kita kendalikan. Berbeda dengan lingkungan yang ada di internal kita.
Tentunya lingkungan itu dianggap merupakan ancaman jika keadaan atau perubahan yang terjadi di luar kita memberikan dampak yang negatif. Jadi misalnya membuat turunnya omset penjualan atau mungkin prospek usaha menjadi tidak menentu, itu adalah merupakan ancaman. Berbeda misalnya ketika perubahan-perubahan yang ada di luar kita itu malah memudahkan. Itu bisa mebajdi sebuah peluang.
Sebuah analisis yang kita bisa pakai untuk mengetahui peluang dan ancaman, itu dengan PESTEL analysis, yaitu PESTEL merupakan singkatan dari Political, Environment, Social, Technological, Economic, dan juga Legal atau hukum.
Dari aspek politik, tentunya itu akan mempengaruhi usaha. Memang ada politik yang sifatnya nasional, ada yang sifatnya global. Mungkin ada juga politik yang sifatnya sangat-sangat regional atau sangat-sangat kecil. Ini bisa mempengaruhi usaha kita. Demikian juga masalah lingkungan. Itu bisa juga memberikan dampak yang positif maupun yang negatif. Kalau kita bicara sosial, perubahan sosial, perubahan gaya hidup juga akan memberikan peluang tapi sekaligus bisa memberikan ancaman. Teknologi juga sama. Perkembangan teknologi, kalau kita bisa mengikutinya dengan baik, maka itu akan membawa dampak yang positif. Bagaimana pun juga teknologi bisa mendongkrak atau meleverage usaha kita. Namun juga teknologi kadang-kadang kalau kita tidak bisa mengadopsinya dengan baik, itu akan menjadi ancaman. Ekonomi, keadaan inflasi, juga perubahan aturan perdagangan di dunia misalnya. Itu juga akan mempengaruhi usaha kita. Masalah hukum juga sama. Kadang-kadang perubahan peraturan, perubahan regulasi, kalau misalnya itu memudahkan, tentunya akan memberikan suatu peluang, tetapi apabila itu semakin menyulitkan, justru bsia menyebabkan sebuat masalah.
Kalau kita bisa merinci satu per satu, apa-apa saja yang dari keenam aspek ini itu memberikan dampak positif, maka kita bisamasukkan sebagai sebuah peluang, sementara kalau dampaknya negatif untuk usaha kita, itu akan menjadi sebuah ancaman.
Kalau kita kembali pada analisis SWOT, kita nanti akan bisa menimbang-nimbang apakah posisi usaha kita ini lebih banyak peluangnya atau lebih banyak ancamannya. Seperti tadi apakah lebih banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya. Nantinya dari semua ini kita akan pelajari untuk video pembelajaran berikutnya mengenai bagaimana strategi jika kita mempunyai kondisi-kondisi tertentu.
Demikian mengenai analisis SWOT khususnya Opportunities and Threats.
Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
Salam entrepreneur UC Onliner. Kini kita masuk pada video terakhir di minggu ke-2, yaitu mengenai analisis SWOT tentang bagaimana menerapkan analisis SWOT ini ke dalam sebuah strategi. Kalau kita lihat dari video-video pembelajaran sebelumnya tentang bagaimana mengukur kekuatan-kelemahan, demikian juga menimbang antara peluang dan ancaman, maka kita bisa mengetahui apakah posisi kita itu banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya dan apakah lebih banyak peluangnya atau sebaliknya malah lebih banyak ancamannya. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa posisi kita itu memiliki kekuatan yang lebih baik (Strengths-nya tinggi, dan ooportunity-nya tinggi), dengan demikian strategi yang dipakai yaitu strategi yang disebut dengan SO atau Strengths Opportunity, dimana strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Ini adalah strategi yang pertama, yaitu Strategi SO.
Kemungkinan yang lain adalah, kita mungkin tidak punya kekuatan yang banyak. Artinya dibandingkan kompetitor kita, kita cenderung lebih banyak weaksesses-nya. Tapi sebetulnya peluang yang ada itu bagus. Maka strategi yang diambil adalah strategi Wo (Weaknesses Opportunity). Yaitu strategi dimana kita bisa meninimalkan kelemahan-kelemahan yang ada tetapi kita bisa memanfaatkan peluang.
Kadang-kadang perusahaan kita tidak seberuntung itu, yaitu lebih banyak Threats-nya. Tapi di sisi lain kita punya kekuatan. Dibandingkan pesaing yang ada kita lebih unggul. Maka strateginya adalah Strengths Threats, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada. Jadi kita berasaha mengatasi dengan kekuatan-kekuatan kita karena kalau kita bisa mengatasi hal ini tentunya ini akan membuat produk kita lebih baik.
Yang terakhir, posisi kita mugkin buruk sekali. Yaitu dalam posisi yaitu banyak kelemahan dan juga banyak ancaman. Artinya WT (Weaknesses Threats). Nah, memang ini ada strategi dimana meminimalkan kekurangan yang ada, bagaimana kita segera melakukan peningkatan atau mengimprove diri kita supaya lebih baik, dan kita harus pandai-pandai untuk menghindari ancaman yang ada. Ada strategi dimana ketika ada ancaman, itu bukan dihadapi karena tentu saja kalau kita misalnya tahu di depan kita ada ancaman yang besar, apabila kita lemah, maka cara terbaik adalah menghindar. Yaitu bisa strategi gerilya danm lain sebagainya.
Ada juga strategi marketing yang sifatnya ofensif. Itu biasanya dilakukan oleh yang kuat dan berpeluang besar. Tapi ada yang difensif, misalnya adalah ancamannya banyak tapi dia kuat. Dia akan defensif. Demikian juga yang tadi, banyak kelemahan dan banyak ancaman, startegi yang paling baik adalah dengan bergerilya. Itu juga dilakukan dalam bentuk-bentuk kemiliteran ketika menghadapi lawan yang lebih kuat, tapi peluangnya tipis maka kita tidak bisa berhadapan langsung, namun kita harus melakukan cara-cara cerdik.
Memang kalau kita tahu kekuatan dan kelemahan kita, tahu kekuatan dan kelemahan pesaing kita juga, kite lebih juga membuat strategi dan juga taktik dalam hal melakukan pemasaran.
Salam entrepreneur.
29 Jun 2015
Komunikasi Diam
Diam sejam menyimak I'Talk (Innovation Talk) yang disampaikan oleh Ersa Sanjaya tentang Komunikasi Diam tanggal 30 Juni 2015 di kampus Universitas Ciputra. Ada banyak hal yang menarik dari bincang-bincang ini karena komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antar manusia.Ersa mengawalinya dengan mengutip dari Stephen Covey, "Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan maksud untuk memahami, mereka mendengarkan dengan maksud untuk menjawab." Betapa pentingnya diam itu dalam berkomunikasi karena dengan diam kita bisa menyimak. Ada 3 hal yang penting untuk dilakukan dalam komunikasi diam.
Pertama adalah nondefensive listening. Artinya mendengar tanpa perlawanan. Seringkali kita dalam bicara itu maunya mengalahkan lawan bicara atau ingin suara kita yang didengar. Memang, untuk ini perlu self control (pengendalian diri). Padahal, adalah baik kalau kita bisa fokus pada apa yang dikatakan orang lain. Yang kedua adalah Active Listening. Kita mendengar secara aktif, perlihatkan dalam bentuk gestur (gerak gerik) tubuh kita bahwa kita memang mendengarkan. Di sini perlu dilakukan silent probing, artinya menggali lebih banyak dengan diam. Kata-kata Ersa yang menarik perhatian saya adalah, "Waktu mendengar adalah waktu terbaik untuk belajar." Yang ketiga, adalah editing. Tidak semua harus diomongkan. Walau kita jujur, bukan berarti harus semua diomongkan. Ini untuk menjaga perasaan orang lain. Kita perlu berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu.

Selanjutnya Ersa juga memberikan tips berkomunikasi yang baik, yaitu: Connect, Discover & Respond. Kita harus bis amenjalin koneksi atau hubungan dengan orang lain, selanjutkan galilah dan dapatkan banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang yang kita ajak bicara. Lalu, lakukan tanggapan/reaksi atau respon sesuai dengan konteksnya. Jangan ketika diajak bicara A, malah responnya adalah B.
Acara I'Talk ini diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Library Team.
23 Jun 2015
Kelas Online: Menembus Pasar Ekspor (Ir. Budhi Wibowo)
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya, misalnya franchise dan akuisisi. Secara sederhana ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri dengan mengikuti aturan perdagangan yang berlaku (Berdokumen). Bagi kita yang tidak memiliki perusahaan, mungkin akan merasa tidak begitu ingin tahu tentang ekspor. Bisa jadi, kita hanya sebatas tahu bahwa ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain. Untuk itu, kita perlu mempelajari tentang bagaimana memasuki pasar ekspor, prosedur pertukaran barang mulai dari segi peraturan, kepabean, shipping atau pengiriman barang, maupun perbankan. Hal-hal tersebut sangatlah saling berkaitan. Ini akan dibahas dalam kelas online "Menembus Pasar Ekspor".
Pengajar: Ir. Budhi Wibowo
Tujuan Umum
Peserta memiliki pemahaman dan insight mengenai bagaimana menembus pasar ekspor sehingga bisa mempunyai gambaran serta pengetahuan untuk memulai mengembangkan pasar di manca negara.
Tujuan Khusus
• Agar memiliki keinginan dan kemampuan menjadi seorang entrepreneur bergerak di bidang ekspor.
• Agar mampu menciptakan peluang usaha yang lebih besar di luar negeri.
• Agar termotivasi untuk menumbuhkan usahanya, melalui pengambilan resiko yang terukur.
• Agar bisa terus berinovasi dan mempersiapkan diri memasuki pasar global.
Materi Pembelajaran
• Tidak perlu takut melakukan ekpor (Mengetahui produk yang layak dijual ke pasar global)
• Persyaratan menjadi eksporter
• Beberapa contoh profil pengusaha UKM yang sukses ekspor
• Tahapan ekspor
• Menghitung Biaya dan harga jual
• Sistem Pembayaran Internasional
• Cara mendapatkan buyer
Selamat belajar.
Sumber: UCEO
Jangan Takut Melakukan Ekspor
Mengatasi keraguan melakukan ekspor
Syarat menembus pasar global
Tahapan Ekspor (1/2)
Tahapan Ekspor (2/2)
Sistem Pembayaran Internasional 1
Sistem Pembayaran Internasional 2
Mendapatkan Pembeli 1
Mendapatkan Pembeli 2
Pengajar: Ir. Budhi Wibowo
Tujuan Umum
Peserta memiliki pemahaman dan insight mengenai bagaimana menembus pasar ekspor sehingga bisa mempunyai gambaran serta pengetahuan untuk memulai mengembangkan pasar di manca negara.
Tujuan Khusus
• Agar memiliki keinginan dan kemampuan menjadi seorang entrepreneur bergerak di bidang ekspor.
• Agar mampu menciptakan peluang usaha yang lebih besar di luar negeri.
• Agar termotivasi untuk menumbuhkan usahanya, melalui pengambilan resiko yang terukur.
• Agar bisa terus berinovasi dan mempersiapkan diri memasuki pasar global.
Materi Pembelajaran
• Tidak perlu takut melakukan ekpor (Mengetahui produk yang layak dijual ke pasar global)
• Persyaratan menjadi eksporter
• Beberapa contoh profil pengusaha UKM yang sukses ekspor
• Tahapan ekspor
• Menghitung Biaya dan harga jual
• Sistem Pembayaran Internasional
• Cara mendapatkan buyer
Selamat belajar.
Sumber: UCEO
Jangan Takut Melakukan Ekspor
Mengatasi keraguan melakukan ekspor
Syarat menembus pasar global
Tahapan Ekspor (1/2)
Tahapan Ekspor (2/2)
Sistem Pembayaran Internasional 1
Sistem Pembayaran Internasional 2
Mendapatkan Pembeli 1
Mendapatkan Pembeli 2
11 Mei 2015
Mentoring Usaha BMI Purna Banyuwangi

Sabtu, 9 Mei 2015, saya ke Banyuwangi bersama tim dari Universitas Ciputra dan Bank Jatim untuk memberikan mentoring kepada peserta pelatihan kewirausahaan BMI Purna yang berasal dari Banyuwangi. Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang diselenggarakan tanggal 22-24 April 2015.
Mentoring dilakukan langsung di lapangan, saat peserta sekitar 30 orang mengikuti pameran yang diadakan di Taman Blambangan, Banyuwangi, bertepatan dengan acara Tour de Ijen. Ada banyak produk yang telah dibuat oleh para peserta, mulai dari kripik, minuman, budidaya jamur tiram, hasil tanam seperti buah jeruk, kerajinan tas, jamu dan lain sebagainya. Peserta sangat antusias karena banyak pengunjung yang membeli produk mereka.
Memang, masih perlu banyak perbaikan, terutama dari segi tampilan produk dan dari aspek kualitas. Beberapa produk tergolong baik, namun kurang dipasarkan dengan optimal. Seringkali para peserta hanya terbatas menjual produknya di wilayahnya sendiri yang terbatas, padahal pasar itu terbuka lebar dan luas. Kemauan untuk menjangkau pasar yang lebih luas ini dibutuhkan agar bisa menghasilkan profit yang jauh lebih besar.
Salah satu model pemberdayaan masyarakat adalah juga lewat sistem keuangan mandiri. Ada banyak model pendanaan mandiri seperti membentuk kelompok swadaya masyarakat, di mana anggotanya harus rajin menabung tiap hari, entah Rp 1.000 atau Rp 5.000,-. Jika mereka butuh uang untuk modal kerja, bisa melakukan pinjaman dengan batas waktu yang telah ditentukan. Sistem ini memudahkan untuk mengembangkan usaha meski masih dalam skala kecil. Walau demikian, ini merupakan solusi yang dirasa paling efektif untuk saat ini.
Propek bisnis sebenarnya ada di mana-mana, tergantung ketekunan dan keuletan. Setidaknya, dari peserta terlontar bahwa yang paling utama adalah semangat.
Ada juga yang bercerita tentang susahnya mengawali bisnisnya, tapi setelah sekian lama maka hasilnya sangat menyenangkan. Ibarat, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Tak ada usaha yang langsung sukses, semua penuh rintangan dan tantangan. Tapi dengan mindset entrepreneurship, tak akan pernah menyerah dan selalu berusaha berinovasi untuk keberhasilan usaha.








Seminar dan Bedah Buku di Hong Kong

Seminar dan bedah buku “Manajemen Praktis bagi Entrepreneur” yang berlangsung di Hong Kong tanggal 26 April 2015, diikuti lebih dari 200 peserta. Banyak yang merasa bahwa manajemen itu sulit untuk dipelajari. Manajemen sebenarnya adalah sebuah ilmu sekaligus seni. Mengapa seni? Karena hal itu tergantung dari orang yang melakukannya. Memang ada ilmu dan teorinya, namun hasil dari sebuah manajemen tergantung dari banyak hal, terutama dari diri sendiri.
Pentingnya manajemen bagi entrepreneur, khususnya pemula adalah sama seperti kita bisa mengendarai kendaraan di jalan raya, tapi kalau kita tidak paham cara berlalu lintas yang benar, maka kita bisa mengalami kecelakaan. Tentu, tidak ada yang ingin usaha yang dirintis mengalami kegagalan. Setiap usaha pasti ada risiko yang harus dihadapi. Jadi, mempersiapkan diri dengan bekal ilmu manajemen adalah merupakan hal yang penting.
Penekanan awal dalam hal manajemen ini justru pada manajemen diri sendiri. Bagaimana kita mengelola waktu, mengatur agar tidak stress serta jangan sampai tidak fokus pada tujuan hidup kita. Percuma kita berusaha mengelola usaha kita, tapi kita sendiri gagal mengatur diri kita sendiri. Sebab seorang entrepreneur harus bisa mengelola waktu dengan baik dan jangan sampai stress. Hidup sebagai entrepreneur jelas memiliki beban yang lebih berat ketimbang menjadi pegawai biasa. Banyak hal yang harus dipikirkan serta dikelola. Butuh mental yang kuat, stamina yang luar biasa.
Hal lain yang dibahas dalam buku ini adalah tentang manajemen orang, keuangan, pelanggan dan juga risiko. Sebagaimana halnya seorang entrepreneur itu bukannya menghindari risiko, tapi harus bisa mengelola risiko dengan baik. Risiko ada di mana-mana, jadi tentu tidak mungkin dihindari. Tapi kalau kita tidak cerman mengelola risiko, hal ini bisa berdampak buruk bagi usaha kita.
Salah satu yang menarik dari buku ini adalah tentang tugas entrepreneur dalam hal mendapatkan pelanggan, menjaga pelanggan serta menumbuhkan pelanggannya. Get, Keep & Grow. Apapun itu, kalau kita memiliki mindset untuk berusaha mendapatkan, menjaga dan mengembangkan, maka kita tidak akan pernah berusaha untuk tinggal di zona nyaman. Kita akan tertantang terus untuk mengembangan usaha kita. Kadang, kita hanya berusaha mendapatkan pelanggan, tapi lupa menjaganya. Atau bingung dan marah karena pelanggan kita diambil pesaing kita. Padahal, kenapa pelanggan itu sampai pindah, bisa jadi karena kita tak pandai-pandai menjaganya.
Seminar dan diskusi buku ini diwarnai juga dengan banyak tanya jawab tentang bagaimana mengelola usaha. Waktu yang singkat memang membatasi diskusi. Rencana selanjutnya akan dibuat video-video pembelajaran yang diambil dari rangkuman buku ini.










17 Apr 2015
Buku: Manajemen Praktis bagi Entrepreneur
Ada banyak buku yang mengajak untuk menjadi seorang entrepreneur. Namun setelah menjadi seorang entrepreneur, perlu adanya sebuah kemampuan tersendiri yakni bagaimana mengelola bisnis itu agar berjalan dengan baik. Bahkan tidak hanya itu, usaha perlu dikembangkan agar tidak hanya berjalan di tempat, tetapi bisa bertumbuh lebih besar lagi.Berkaitan dengan hal ini, setelah buku saya yang berjudul Startup Mindset, saya menulis buku yang membahas tentang bagaimana mengelola usaha atau tentang manajemen.
Beberapa orang yang sudah berentrepreneur akan selalu mendorong teman-temannya untuk segera mulai. Segera action, action dan action. Ibaratnya rencana yang tidak dilaksanakan akan percuma. Saya sangat setuju itu. Akan tetapi, kalau kita telusuri pengalaman hidup kita, barangkali dulu kita sudah pernah membuka sebuah usaha, namun berakhir dengan buruk. Entah mengalami kerugian, atau terlibat utang yang cukup besar sehingga usaha akhirnya tutup. Rencana yang sudah disusun rapi setelah direalisasikan ternyata kandas. Kegagalan itu bisa saja menjadi sebuah trauma yang membuat kita tidak berani untuk memulai usaha lagi. Itulah sebabnya, action itu baik, namun kita perlu dilengkapi dengan kemampuan untuk mengelola bisnis juga. Setidaknya, kita memahami bagaimana cara mengelola usaha yang baik.
Buku ini memang tidak memberikan teori-teori manajemen yang rumit, bahkan sebenarnya membahas secara praktis saja. Oleh karenanya, buku ini kurang pas bagi mereka yang ingin mempelajari teori manajemen, namun lebih cocok untuk entrepreneur pemula yang ingin mengetahui bagaimana mengelola usahanya agar lebih baik. Hal-hal umum yang sering dialami oleh pengusaha di awal perjalanannya, misalnya soal utang, piutang, apa yang penting diperhatikan sehubungan dengan mengelola pelanggan serta orang, akan dibahas dalam buku ini.
Nah, siapa yang tidak ingin usahanya terus bertumbuh dan berkembang? Buku ini merupakan kelanjutan dari buku saya sebelumnya yakni “Startup Mindset”. Sebagian besar pengalaman saya dalam mengelola bisnis sejak tahun 1990 akan tertuang di buku ini. Semoga buku ini bisa memberi manfaat bagi kita semua. Selamat membaca dan saya berharap semua makin semangat dalam menjalankan bisnis.
Harga di Indonesia: Rp 50.000,- belum termasuk ongkos kirim.
Pesan bisa ke: Ainur Ridlwan Muthahhari, WA +6282136936631
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
UFO Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini Oleh J. Salatun Yayasan Idayu Jakarta, 1982 Download https://www.mediafire.com/ ?kd79l30kbkfy3c...
-
Hari Kamis, 23 September 2010, saya mengikuti kuliah filsafat yang disampaikan oleh Romo Adrian Adiredjo, OP. Kuliah filsafatnya meng...
-
Pada tahun 1985-1986, Sinar Harapan menerbitkan 3 buku komik berukuran besar tentang UFO. terjemahan karya Jacques Lob (naskah) dan Robert ...
-
Oleh: Nur Agustinus Pasti kita sudah sering melihat, sebuah perusahaan didirikan tapi tidak bertahan lama. Ada yang bangkrut, ada yang ...
-
Saya dulu ikut ISPSI (Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia) yang sekarang menjadi HIMPSI. Saya jadi anggota dan saya ikut beberapa pertemuanny...
-
Saat ini banyak yang membahas soal BMC, Business Model Canvas. Bentuk dari BMC memang macam-macam, bamun karena namanya canvas, secara pr...
-
Prinsip 1: Bird in hand Apa yang dimaksud dengan efektuasi? Bagaimana menjelaskan cara berpikir efektuasi ini dengan mudah supaya dapat...
-
Bersama Profesor Saras D. Sarasvathy Banyak orang ketika ditanya, apakah ingin jadi pengusaha? Pasti banyak yang ingin. Namun ketik...
-
Indonesia UFO Network Alor Incident, 60 Years of Unknown 1959-2019 Oleh: Nur Agustinus dan Venzha Christ Penerbit: Bina Grahita Mandi...
-
(Oleh: Nur Agustinus) Dalam beberapa ajaran agama dikenal adanya tokoh iblis (satan). Peran iblis ini diketahui sejak awal ketika me...



