5 Jul 2023

The Abduction of Herbert Schirmer

 


Petugas polisi berusia 22 tahun, Herbert Schirmer, dari Ashland, Nebraska, mengklaim telah melihat UFO dan awaknya saat berpatroli, bahkan ia telah dibawa ke pesawat makhluk asing tersebut. Kejadian berlangsung pada malam yang dingin, sekitar jam 2:20 pagi pada tanggal 3 Desember 1967, saat ia melakukan tugas patroli keliling seperti biasa. Awalnya ia melihat sesuatu yang aneh di kejauhan. Itu terlihat seperti lampu merah menyala di angkasa sebesar truk. Lampu merah yang dilihatnya berkelap-kelip berasal dari lubang intip berbentuk oval yang dipotong menjadi benda metalik berbentuk oval yang melayang sekitar delapan kaki di atas permukaan jalan. Dalam laporannya, dia mengindikasikan dia melihat apa yang dia yakini sebagai piring terbang. Setelah laporan singkatnya ditulis, dia mencatat bahwa ada bilur merah di lehernya, dia mengalami sakit kepala parah dan merasa sakit. Pada 13 Februari 1968, setelah diinterogasi oleh beberapa pejabat, petugas patroli tersebut diminta menjalani hipnotis di bawah bimbingan psikolog Universitas Wyoming, Leo Sprinkle. Di bawah hipnotis, Schirmer menceritakan bahwa saat objek mendekar, mesin mobilnya mati dan radionya menjadi sunyi. Sebuah benda putih muncul dari pesawat itu dan sepertinya berkomunikasi secara mental dengannya, mencegahnya menarik senjatanya saat dia mencoba melakukannya. Ia lalu dibawa ke dalam pesawat tersebut dan disambut oleh sosok yang tingginya sekitar 1,5 meter dengan proporsi tubuh normal, menggunakan penutup kepala, seragam berwarna perak keabuan, sepatu boot warna hitam, sabuk dan sarung tangan. Di dada kirinya ada emblem merah dengan gambar ular bersayap.


One Day One Drawing

3 Jul 2023

Manusia, antara kesendirian dan ketakutan tersaingi


Ketika saya masuk dalam dunia perufoan, di mana sering sekali membahas tentang kemungkinan adanya makhluk cerdas di luar bumi, maka merupakan sebuah kerinduan bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah kita siap jika hidup berdampingan dengan entitas lain yang memiliki kecerdasan seperti kita, bahkan lebih?


Manusia saat ini adalah Homo Sapiens-Sapiens, manusia yang sadar bahwa dirinya sadar, yang ternyata menjadi satu-satunya spesies cerdas saat ini di bumi karena yang lain mengalami kepunahan. Diketahui dulu ada manusia Neanderthal, Denisovan, dan lainnya, yang ternyata tidak bertahan eksistensinya di planet ini. Tak diketahui secara pasti mengapa mereka punah. Salah satu teorinya adalah karena kita berhasil mengalahkan mereka. Teori lain mengatakan bahwa kita yang berhasil beradaptasi sehingga bisa tetap ada.

Saat ini, manusia merasa dirinya sebagai satu-satunya makhluk cerdas yang paling superior. setidaknya itu di planet Bumi ini. Makhluk yang lain disebut denga hewan dan tumbuhan, yang dianggap kurang cerdas dalam ukuran kita. Setelah melalui proses evolusi yang panjang serta berbagai halangan besar di planet ini, manusia berhasil menempati posisi teratas. Tapi masalahnya, di saat yang sama, manusia kemudian merasa kesepian sehingga mempertanyakan, apakah kita memang sendirian di alam semesta ini?

Yang jadi pertanyaan kini adalah, dapatkah manusia hidup berdampingan dengan spesies cerdas lainnya? Dalam budaya populer seperti film fiksi ilmiah, kita disodorkan cerita seperti Planet of The Apes, di mana spesies kera yang telah direkayasa genetikanya sehingga cerdas, bahkan kemudian dimusuhi sehingga terjadi pertikaian? Mengapa juga cerita-cerita alien dari luar angkasa banyak yang digambarkan bermusuhan, menakutkan, bahkan memiliki agenda yang buruk pada manusia? Bahkan kehadiran robot dengan Artificial Intelligence (AI), itupun disikapi dengan penuh kecemasan dan kecurigaan. Khawatir suatu saat robot juga bisa punya perasaan dan kehendak berkuasa. Bukankah ini akan menanamkan pikiran di bawah sadar kita kalau suatu ketika nanti, kita hidup berdampingan dengan makhluk cerdas selain manusia, kita akan menyikapinya dengan penuh rasa curiga, lalu rasa ketakutan itu akan membawa kita pada kebencian? Maka sebelum mereka menghancurkan kita, serang mereka lebih dulu. Begitulah kira-kira jalan berpikir orang yang paranoid.

Mungkin sudah naluri manusia begitu, hidup yang keras, saling jegal, saling menindas, need of power yang begitu besar, membuat kesetiaan dan khianat itu adalah mainan kita sehari-hari. Bahkan tak dipungkiri bahwa manusia merupakan spesies yang membunuh spesiesnya sendiri. Manusia bahkan merupakan predator yang canggih. Oleh karenanya, mungkin sudah jalannya bahwa manusia itu akan sendirian di alam semesta ini... sampai suatu saat nanti, tiba giliran kita yang punah...

1 Jul 2023

Ezekiel's Close Encounters


Ada banyak orang yang percaya pada teori astronot kuno atau dikenal sebagai Paleocontact yang menyatakan bahwa astronot dari planet yang jauh telah mengunjungi Bumi di masa lalu dan memiliki pengaruh pada perkembangan kebudayaan manusia. Petunjuk ini juga ada pada Kitab Yehezkiel (Ezekiel) dalam Alkitab Perjanjian Lama. Yehezkiel, seorang nabi Yahudi yang hidup pada abad ke-6 SM diasingkan ke Sumeria dekat Babel kira-kira sekitar tahun 592 SM. Apa yang digambarkan Yehezkiel bisa jadi merupakan salah satu catatan tertua artefak UFO. Seorang insinyur NASA Josef F. Blumrich menulis sebuah buku yang berjudul "The Spaceships of Ezekiel", menyimpulkan bahwa "roda dalam roda" itu adalah extraterrestrial dan menyatakan bahwa itu menggambarkan sebuah pesawat. Menurut Blumrich, keseluruhan ayat Ezekiel 1- 28  adalah mengenai penjelasan rinci tentang perjumpaan dengan UFO.


One day one drawing
23 Juni 2023

30 Jun 2023

Phoenix Lights



Pada tanggal 13 Maret tahun 1997, awalnya penduduk Arizona, Nevada, dan negara bagian Meksiko dari Sonora mungkin tidak pernah membayangkan ada hal aneh yang akan terjadi di malam itu. Penduduk kota Phoenix, Arizona yang paling jelas melihat kemunculan benda aneh di atas kepala mereka. Seharusnya menjadi malam yang tenang, namun mulai sekitar pukul 19:30, muncul beberapa cahaya di atas langit yang berjalan lurus secara perlahan, seakan sedang melakukan observasi pada kota Phoenix tersebut. Ternyata itu bukan cahaya biasa, melainkan berasal dari benda melayang berbentuk V yang sangat besar. Menurut penduduk sekitar, saat itu malam sedang cerah, sehingga bintang-bintang terlihat di atas langit. Namun saat benda besar berbentuk V itu melintas, maka bintang di langit akan terhalangi dan akan kembali muncul setelah obyek ini lewat. Diperkirakan, ukuran besarnya mencapai 1542 kaki atau 400an meter. Saksi mata yang melihat sangat banyak. Mulai dari penduduk biasa, kepolisian, reporter, bahkan gubernur mereka sendiri, yaitu Fife Symington menyatakan bahwa dirinya menjadi salah satu saksi mata dari fenomena Phoenix Lights. 


One Day One Drawing

30 Mei 2023

George Adamski dan Venusian

George Adamski mengklaim pernah bertemu dengan makhluk dari Venus yang bernama Orthon. Perjumpaannya yang pertama tanggal 20 November 1952 di Gurun Colorado dekat kota Desert Center, California. Adamski menggambarkan Orthon sebagai humanoid dengan tinggi sedang dengan rambut pirang panjang dan kulit kecokelatan mengenakan sepatu coklat kemerahan, meskipun, seperti yang ditambahkan Adamski, "celananya tidak seperti celana saya." Adamski mengatakan Orthon berkomunikasi dengannya melalui telepati dan melalui isyarat tangan. Meski pengakuannya pro dan kontra, namun Adamski adalah yang pertama, dan paling terkenal, dari beberapa orang yang pernah mengatakan melakukan kontak dengan makhluk UFO di era tahun 1950-an.


One day, one drawing

31 Mei 2023

29 Mei 2023

Ariel School UFO incident

Pada tanggal 16 September 1994, 62 siswa Sekolah Dasar Ariel, yang terletak tepat di luar Ruwa di Zimbabwe, melihat satu atau lebih benda terbang aneh yang turun dari langit dan mendarat di lapangan terdekat. Setelah itu, makhluk mirip manusia dengan mata seperti bola rugby, berpakaian hitam, mendekati mereka.


One day, one drawing

29 Mei 2023

17 Mar 2023

Melukis

Sudah lama tidak melukis lagi... Beberapa waktu lalu ikut acara goras gores menggambar model. Jadi ingin ada waktu untuk melukis lagi. Kapan hari sudah ingin beli kanvas. Beberapa kali sempat beli kanvas namun malah dipakai anak-anak buat menggambar. 



Popular Posts