Mau mati cepat atau lambat?

Ada sebuah teori atau matrix yang menghubungkan antara strategi dan taktik. Apakah sebuah perusahaan memiliki strategi yang efektif atau tidak, dan taktik yang dijalankan efisien atau tidak. Gabungan dari hal ini akan menentukan masa depan perusahaan. Menurut teori yang dikemukakan oleh Prof Malcolm McDonald ini, kalau perusahaan Anda dijalankan dengan strategi yang efektif serta taktik yang efisien, maka perusahaan Anda punya peluang berkembang.

Strategi artinya Anda memilih jalan atau arah yang benar, sementara taktik berarti Anda melakukannya dengan benar. Nah, kalau strateginya bagus tapi taktiknya buruk, usaha Anda biasanya tetap bisa survive.

Yang jadi masalah kalau strategi Anda tidak efektif atau dengan kata lain salah langkah tujuan, maka ini akan membawa pada kehancuran. Kalau Anda melakukannya dengan efisien (artinya benar-benar mengirit biaya), maka hasilnya usaha Anda akan cepat mati. Ibaratnya sudah salah langkah, tidak disupport biaya lagi.

Tapi kalau misalnya Anda masih punya modal banyak sehingga tidak efisien, maka usaha Anda akan matinya pelahan. Tentu, mati lebih cepat mestinya lebih baik daripada mati pelahan yang menyiksa. Lebih baik cepat gagal kemudian bangkit kembali dengan melakukan evaluasi daripada sudah salah strategi, salah taktik, maka itu isvarat hidup segan mati tak mau... tapi toh akhirnya akan terpuruk perlahan-lahan.

Lalu, apa sebenarnya beda antara strategi dengan taktik? Strategi adalah menentukan mau apa, sementara taktik memilih mau menggunakan apa. Dicontohkan di gambar, misalnya kita menentukan mau lewat sungai. Itu adalah pilihan strategi. Sementara kemudian kita memutuskan karena memilih lewat sungai, maka kita akan naik kapal. Pilihan lain ada, misalnya naik rakit, berenang atau lainnya. Taktik adalah memilih menggunakan apa.

Saya coba beri sebuah ilustrasi. Misalnya saya bekerja di perusahaan pembelajaran online, saat mau memutuskan strategi untuk marketing, ada dua pilihan strategi, yakni apakah mau menggunakan internet atau promosi secara offline. Nah, taktik yang dipilih tergantung strateginya. Waktu itu dipilih strategi memilih jalur internet untuk marketing. Maka taktik yang dipilih adalah lewat twitter dan memberi hadiah bagi pendaftar yang beruntung. Kita tidak tahu, apakah strategi yang dipilih itu salah atau benar, dan juga taktik yang digunakan itu pas atau tidak. Menurut teorinya Prof Malcolm McDonald, kalau keduanya benar, maka perusahaan akan berkembang. Kalau tidak berkembang dan hanya bertahan, maka ada yang salah pada taktiknya. sementara kalau nampak penurunan, itu pertanda strategi yang dipilih salah. Harus pikirkan strategi yang lain yang lebih efektif.

Jadi, kalau Anda merasa usaha Anda ini hanya berjalan di tempat saja, maka ada yang salah dalam taktik yang Anda lakukan. Segera lakukan evaluasi dan perbaikan. Tapi kalau Anda merasa usaha Anda ini menurun, maka strateginya sudah pasti keliru. Perbaiki dan cobalah juga lihat apakah taktik yang Anda lakukan sudah benar atau tidak. Nah, bila usaha Anda ingin bertumbuh, Anda perlu membuat strategi bisnis yang efektif serta taktik yang efisien.

Salam sukses!

0 Komentar:

Posting Komentar