Apa agenda di balik Program SETI?

Program SETI atau The search for extraterrestrial intelligence, menurut saya agak aneh. Dulu, saat saya masih sekolah, saya senang sekali ada proyek ini. Seakan menjadi inspirasi sekaligus harapan akan adanya kehidupan cerdas di luar angkasa. Tapi yang aneh,ilmuwan yang bekerja di program SETI, justru tidak percaya bahwa UFO atau alien itu ada. Artinya, mereka mempercayai bahwa di planet lain, entah di mana, ada kehidupan cerdas yang bisa mengirim signal atau mendengar signal dari bumi. Ini agak absurd bagi saya sebenarnya. Ibarat mencari kuman di seberang lautan tapi gajah di depan mata tidak mau dilihat. Memang, mungkin mereka memang maunya mencari kuman, bukan gajah.

Mengapa saya anggap absurd? Pertama adalah butuh proses waktu perjalanan komunikasi radio yang merambat di luar angkasa. Jadi, kalau kita andaikat mendengar atau mendapat signal dari bintang yang jaraknya dua ratus tahun cahaya, boleh jadi signal itu dipancarkan 200 tahun lalu. Demikian juga, signal atau musik yang kita kirimkan, akan diterima berpuluh-puluh tahun atau mungkin beratus tahun yang akan datang. Jika mereka menerima dan membalas pesan, maka butuh waktu yang lama pula, sehingga yang menerima akhirnya adalah anak cucu kita.

Lalu, yang agak aneh adalah, jika manusia dalam jangka waktu 100 tahun (sejak awal abad 20) secara teknologi maju sedemikian pesat, dan diperkirakan seratus tahun mendapat sudah bisa melakukan perjalanan interstellar, maka bisa saja makhluk cerdas yang mengirimkan signal ke luar angkasa, saat kita tangkap signalnya, teknologi mereka sudah berkembang pesat pula. Mungkin pesawat mereka sudah sampai ke tempat kita, mendahului pesan yang dikirimkan. Kita tidak tahu apa teknologi yang digunakan, namun jika mereka bisa membuat lubang cacing (wormhole), itu berarti bisa saja pesawat mereka akan datang lebih dulu dan signal yang dikirim oleh mereka karena masih harus merambat di ruang angkasa.

Jadi, kalau kita mengirim pesan ke luar angkasa, dengan anggapan ada makhluk cerdas yang bisa menerima pesan itu, maka seperti kata Stephen Hawking, ini bisa sangat berbahaya, terutama jika pesan itu diterima oleh mereka yang memiliki sifat ingin menguasai dan merusak. Sebenarnya, kalau dipikir, manusia juga memiliki sifat seperti itu. Jadi kita tidak perlu berandai-andai, bahwa alien di luar saya harus selalu baik. Kalau seperti manusia saja sifatnya, bumi kita berada di dalam posisi yang bahaya.

Lantas, mengapa program ini diadakan? Apakah kemungkinan seperti ini tidak dipikirkan? Apa memang tujuan program SETI ini untuk mendeteksi adanya makhluk cerdas dari luar angkasa? Jika ya, lalu apa yang akan kita lakukan? Apakah program SETI hanya sekedar sebagai telinga? atau sekaligus juga menjadi mulut untuk memberi pesan ke luar angkasa?

Tentu menjadi pertanyaan besar, program ini memang bersifat non profit. Bahkan kelanngsungan program ini juga tak menentu dengan seiring dikurangi atau dihapuskan dana bantuan dari pemerintah. Dianggap membuang uang rakyat dan tak berguna. Jadi, apa sebenarnya tujuannya sehingga banyak parabola-parabola besar didirikan, selain untuk radio astronomi juga untuk program SETI?

Kalau melihat program ini bermula sejak tahun 1959, dan di tahun 1974 Frank Drake bersama koleganya tidak hanya mencoba mencari signal tapi juga mulai mengirim signal, maka ini bisa ditelusuri dengan situasi yang terjadi di saat-saat itu. Tahun-tahun di mana mulai terjadinya interaksi antara pemerintah AS dengan alien, dan juga perkembangannya hingga tahun 1980an. pada tanggal 15 Agustus 1977, sempat ada signal yang ditangkap dan dikenal dengan signal WOW. Nah, anehnya, signal WOW ini kemudian tidak ditindaklanjuti secara serius, atau mungkin direspon tapi tidak diberitakan ke publik. Bahkan tak lama kemudian pendanaan untuk program ini juga dihentikan. Ini menimbulkan tanda-tanya, mengapa?

Kalau melihat tahun-tahun yang ada, di mana saat itu terjadi kerja sama antara pemerintah AS dengan aliens,  sepertinya ada agenda khusus, di balik visi dan misi yang dipublikasikan, program SETI ini punya tujuan yang lain. Kalau memang ingin mencari di mana makhluk cerdas berdomisili di planet lain, maka tujuannya apakah mencari sekutu, atau semacam memberi pesan mencari bantuan? Kalau hanya untuk "sekedar tahu" bahwa di sana ada kehidupan cerdas, rasanya terlalu mahal. Berhentinya program ini, bisa jadi memang karena pemerintah AS menyadari kalau proyek ini menghabiskan dana sia-sia. Atau sebaliknya, tujuan yang sebenarnya telah tercapai dan tidak dibutuhkan lagi. Maka saya akan mengutip apa yang dikatakan Ronald Reagan yang juga memiliki ambisi program Strategic Defence Initiative (SDI) atau yang lebih deikanl dengan program Star Wars, "I occasionally think how quickly our differences, worldwide, would vanish if we were facing an alien threat from outside this world." Pernyataan itu diucapkantahun 1988 dan presiden Uni Soeviet Mikhael Gorbachev juga mengatakan, "The phenomenon of UFOs does exist, and it must be treated seriously." Ini mengingatkan saya juga bahwa jauh sebelum masa-masa itu, tanggal 4 April 1950, Presiden AS Harry S. Truman juga pernah mengatakan, "I can assure you the flying saucers, given that they exist, are not constructed by any power on earth."

Sekarang bukan saatnya memperdebatkan UFO itu ada atau tidak, namun mempertanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Sebab rasanya tidak mungkin para presiden itu hanya bercanda. Mungkin kita tidak pernah tahu sebab banyak rahasia yang disembunyikan dengan sangat baik. Yang bisa dilakukan hanya merangkai catatan-catatan yang ada.

0 Komentar:

Posting Komentar