Apa passion Anda?

 

Apa itu passion? Kata passion ini sudah menjadi trend dalam seminar-seminar. Passion itu terjemahan mudahnya adalah hasrat. Apa yang membuat kita berhasrat melakukannya. Sebenarnya dalam kelompok besarnya bisa dibagi ke dalam 6 jenis. Pembagian ini berdasarkan value yang dianut oleh manusia. Teorinya dikemukakan oleh pakar psikologi yang namanya Eduard Spranger. Keenam tipe ini adalah:

1. Tipe agama
2. Tipe pengetahuan
3. Tipe ekonomi
4. Tipe politik
5. Tipe sosial
6. Tipe artistik.

Urutan di atas bukan merupakan mana yang lebih baik, tapi berdasarkan apa yang menjadi hasratnya. Cara mengujinya memang mudah. Misalnya, kalau anda dapat rejeki, apa yang akan anda lakukan dengan uang anda. Apakah berencana untuk membantu orang lain (tipe sosial), atau untuk beli buku atau belajar (tipe pengetahuan), atau untuk dana jadi kepala desa (tipe politik), atau untuk bikin sanggar seni entah musik, tari, lukis, dll (tipe artistik), atau untuk bisnis (tipe ekonomi).

Lalu, apa tipe yang bukan tipe ekonomi ini tidak cocok jadi entrepreneur? Tentu saja bisa. Untuk itu, akan ada seniman yang entrepreneurial, ada pemimpin daerah yang entrepreneurial, guru yang entrepreneurial, dan sebagainya.

Ada novel bagus dari Dee (Dewi Lestari) yang judulnya Perahu Kertas dan juga Madre. Jika sudah baca novelnya atau lihat filmnya, ini berkaitan dengan passion. Dalam Perahu Kertas, ada pelukis, Keenan (tipe artistik), yang oleh keluarganya harus jadi pemimpin perusahaan (tipe ekonomi), serta Kugy, yang tipe sosial, harus bekerja sementara keinginannya untuk membantu anak-anak untuk belajar ejadi terbengkalai. Dalam film Madre juga sama, seorang yang boleh dibilang seniman, karena dapat warisan, harus mengelola usahanya. Ini memang bicara passion.

Jadi, coba gali, apa passion dari Sri Redjeki. Di antara keenam tipe itu, mana yang paling kuat. Bisa saja ada kombinasi, misalnya agama dan pengetahuan. Sebagai contoh, Gus Dur, menurut saya adalah tipe pengetahuan, dan karena lingkungan keluarganya, beliau juga tipe agama. Tapi ketika menjadi presiden, di mana harus menjadi manusia politik, beliau tidak bisa "berbasa-basi" sebagaimana harusnya politikus.  Hal yang sama juga dengan BJ. Habibie, yang juga gabungan tipe pengetahuan dan ekonomi. Bagi beliau, asal menguntungkan, pesawat ditukar ketan juga tak masalah. Tapi ini dianggap aneh bagi orang yang bukan tipe ekonomi dan menjadi buruk di mata politik.

Memang, bagi manusia tipe ekonomi di mana lebih mudah ke arah mencari uang lewat berjualan atau berbisnis, maka tipe ini yang paling getol ingin cepat kaya. Kalau tipe lain barangkali tidak. Mereka ingin berkarya sesuai dengan pilihannya.

Dari semuanya ini, tak ada pilihan yang benar atau salah. Namun semua pilihan memiliki konsekuensi. Kalau kita siap menerima konsekuensinya, berusahalah untuk bisa menyenangi apa yang kita lakukan. Cintai apa yang kita kerjakan maka kita akan melakukannya dengan penuh hasrat. Passion bisa berawal dari diri kita sebelumnya, namun melalui apa yang kita lakukan dan menjadi kebiasaan, itu lama-lama juga akan menjadi passion kita.

Aristoteles, filsuf Yunani kuno mengatakan, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan, oleh karena itu bukan suatu tindakan, melainkan suatu kebiasaan.”

Salam entrepreneur!

0 Komentar:

Posting Komentar