Naik kelas ke level berikutnya

Kita pernah diskusikan penjual tahu campur yang pakai gerobak dorong. Apakah dia seorang entrepreneur? Ya! Tapi kalau dia kemudian puas dengan apa yang dicapainya dan tidak mendorong dirinya untuk naik ke tingkat berikutnya, maka ia hanya sekedar pedagang. Seorang entrepreneur, menurut Profesor Saras Sarasvathy, adalah mereka yang selalu mendorong dirinya untuk ke next level, menuju ke tingkatan berikutnya dalam kehidupan. Ibarat seorang anak, naik dari kelas satu sekolah dasar, ke kelas dua dan seterusnya. Entrepreneur juga begitu. Mungkin saja dalam perjalanannya, ia tidak "naik kelas" alias gagal dalam usahanya, tapi dia tetap akan berusaha memacu dirinya untuk mengulang dan menuju ke tingkat berikutnya. Itu makna entrepreneur sejati. Apakah kita harus menunggu orang lain mengulurkan tangan agar mengangkat kita? Tidak. Entrepreneur harus bisa memacu dirinya sendiri. Memang, sangat penting untuk punya mentor, tapi mentor itu bukan orang yang memberi dia ikan, tapi yang mengajarkan bagaimana caranya memancing...

Seorang entrepreneur, menurut Profesor Saras Sarasvathy, adalah mereka yang selalu mendorong dirinya untuk ke next level, menuju ke tingkatan berikutnya dalam kehidupan. Ibarat seorang anak, naik dari kelas satu sekolah dasar, ke kelas dua dan seterusnya. Entrepreneur juga begitu. Mungkin saja dalam perjalanannya, ia tidak "naik kelas" alias gagal dalam usahanya, tapi dia tetap akan berusaha memacu dirinya untuk mengulang dan menuju ke tingkat berikutnya. Itu makna entrepreneur sejati. Apakah kita harus menunggu orang lain mengulurkan tangan agar mengangkat kita? Tidak. Entrepreneur harus bisa memacu dirinya sendiri. Memang, sangat penting untuk punya mentor, tapi mentor itu bukan orang yang memberi dia ikan, tapi yang mengajarkan bagaimana caranya memancing...

0 Komentar:

Posting Komentar