Mendidik melalui film seri


Saat ini kita disuguhkan dengan berbagai tontonan sinetron di televisi kita. Kita tahu bagaimana isi dari sinetron yang ada saat ini. Dan kita tahu juga, apa dampak tayangan televisi kepada pemirsanya.

Lalu, saya coba bayangkan dengan televisi yang bisa saya lihat melalui tv kabel, misalnya AXN, Hallmark Channel, dan sejenisnya. Bukan soal channel televisinya, tapi program film serinya yang saya amati.

Di sana, ada banyak film seri bercerita tentang dunia kedokteran, pengacara, polisi, tentang pasukan pemadam kebakaran dan masih banyak lainnya. Mereka menggambarkan dengan apik, suka dukanya menjalankan profesi itu, bagaimana etika dan nilai-nilai dasar yang dianut bila seseorang dalam profesi tersebut.

Jika ini menjadi tontonan dan kemudian ada seorang anak berminat jadi dokter atau semisal jadi polisi, maka dia akan tahu bagaimana suka dan dukanya, berat dan menyenangkannya tugas-tugas yang akan dikerjakan nanti. Selain itu, film seri semacam itu akan memberi wawasan anak akan cita-cita.

Saya jadi teringat di masa lalu, ketika saya masih menonton film Doogie Howser, MD., E.R., LA Law atau Hunter dan sejenisnya, maka bisa saja orang kemudian bercita-cita jadi dokter, tentara, pilot atau pengacara. Cita-cita bisa muncul dengan figur atau idola yang kita lihat. Selain itu, kita juga belajar nilai-nilai moral dan etika kerja dari setiap profesi yang kita tonton. Misalnya, jadi dokter itu susah, maka jika itu pilihan yang kita pilih, jangan cuma mau enaknya saja jika jadi dokter.

Nah, kalau kita lihat tayangan film seri kita, maka barangkali tak heran akan banyak anak-anak yang bercita-cita jadi pemuka agama di masa depan. Atau mungkin bercita-cita jadi selebritis. Bisa juga bercita-cita jadi orang kaya raya, entah dengan cara apa. Barangkali mungkin itu memang tujuannya. Entahlah...
(nur agustinus - 12 September 2006)

0 Komentar:

Posting Komentar