10 Jan 2020

Konentar film seri Messiah dari Netflix


Ini komentar dan pandangan saya setelah nonton Messiah.

Menurut saya film ini bagus. Fiksi tentu saja. Banyak yang bisa saya pelajari atau ambil sebagai pembelajaran dalam hal psikologi, sosiologi, politik, komunikasi, antropologi, dan studi lintas agama. Misal, apakah jika Yesus atau Isa Almasih datang lagi, itu datang untuk umat Islam atau Kristen. Apakah datang lagi mulai dari bayi atau turun langsung dari langit bagaikan ET... Tidak semua episode saya komentari. Total ada 10 episode utk season pertama ini.

Eps 1. Ada bbrp pandangan...
1. Untuk jadi pemimpin spt itu, perlu punya jiwa narsistik, agresive, tapi ada compassion.
2. Jika Anda punya pengikut real aktif 2000 orang saja, Anda akan menarik perhatian intellijen atau pemerintah.
3. Pihak intellijen pasti akan berusaha memecah kelompok utk memperlemah kecuali Anda bisa bermanfaat baginya...

Eps 3.
Satu kota diazab gara2 sedikit yg mau ke gereja 🤭 semua hancur kena tornado kecuali bangunan gerejanya... Ini tergantung persepsi, apakah dapat hukuman, atau diselamatkan. Tapi hal semacam ini membuat orang trrtarik datang. Media suka blow up hal begini.

Eps 6. Orang mudah goyah imannya, tidak sabar

Eps 7. Langsung mikir, jika mesias datang lagi, satu2nya orang yg paling terancam posisinya adalah Paus, dan orang2 yang berkepentingan akan berusaha membuktikan bahwa ia mesias palsu.

Eps 8.. Saya membayangkan saat dulu alien bertemu presiden AS dan menawarkan semua teknologinya asalkan memenuhi permintaan mereka. Amerika  menolak.... Demikian juga jika ada utusan dari Tuhan meminta sesuatu kepada presiden AS, apakah akan dituruti?

Eps 10. Pemerintah melalui media, mudah mengubah persepsi seseorang dengan model post-truth.

Selanjutnya perlu ditonton sendiri. Orang butuh mukjijat untuk percaya. Namun orang tetap skeptik walau ada mukjijat. Orang butuh mukjijat yang personal. Tapi orang akan kecewa jika keinginannya tidak jadi kenyataan. Keselamatan tidak selalu datang lewat penyembuhan, tapi juga lewat kematian yang membebaskan dari penderitaan. Memahami kehendak Tuhan tidak mudah. Dalam ketakutan dan kemarahan, memang lebih mudah menganggapnya tak ada...

Wah, kok jadi kotbah... Hehehe

Tambahan dari mas Gondrong Berhati Nyam Nyam:
Mungkinkah Tuhan bekerja pada orang gila?

Popular Posts