1 Sep 2013

Entrepreneur harus scale-up

Diskusi entrepreneur vs pedagang masih belum selesai... Kalau memang entrepreneur itu sama dengan pedagang, maka apa tujuan dari belajar entrepreneurship? Apa yang membedakan belajar entrepreneurship dengan belajar bisnis? Banyak artikel yang membahas soal perbedaan antara pedagang dan entrepreneur. Dikatakan bahwa tidak semua pedagang adalah entrepreneur. Ada pedagang yang entrepreneurial dan ada yang tidak. Teori dan definisi entrepreneur memang macam-macam. Salah satu pendapat ada yang menulis seperti di sini.

 
Ini memang soal pengertian bahasa atau definisi. Apakah entrepreneur itu seorang pengusaha? Apakah businessman itu seorang pengusaha? Sepertinya, dua-duanya juga pengusaha. Dengan begitu, ada pengusaha yang entrepreneur dan da pengusaha yang businessman. Kita yang belajar entrepreneurship, biasanya mengatakan, pengusaha yang bukan entrepreneur adalah sebagai pengusaha yang SEKEDAR menjadi businessman (atau pedagang). Tapi, pedagang dalam hal ini sebagai pengusaha, tetap ada pedagang yang entrepreneurial dan ada juga pedagang yang "biasa". Namun sebenarnya kalau dikupas tuntas, tidak sesederhana hitam dan putih...



Coba lihat ilustrasi di atas, bukankah ibu penjual ayam itu seorang wirausaha? Bukankah dia berusaha sendiri... lalu, mengapa dia dibilang bukan entrepreneur? Jadi, jika pedagang belum tentu entrepreneur... maka pengusaha juga belum tentu entrepreneur... kemarin ada yang bilang, seorang bisnisman aja belum tentu entrepreneur... Nah, ini yang dari kemarin saya tanyakan, untuk bisa disebut entrepreneur itu bagaimana? Sebagian besar dengan pengetahuannya mengatakan untuk menjadi entrepreneur itu perlu invasi. Memangnya kita yakin bahwa pedagang, pengusaha atau bisnisman tersebut tidak berinovasi? Bahkan ada yang bilang, kalau cuma sekedar di kaki lama, itu belum entrepreneur. Atau, kalau masih di pasar tradisional, itu bukan entrepreneur... nah, nggak salah kalau si ibu lantas bilang, "Emangnya entrepreneur itu seperti apa sih? kok kesannya spesial dan hebat banget?"

Saya menemukan info yang menarik di internet untuk menjelaskan perjalanan seorang pengusaha. Kita bisa melihat di awal mula biasanya seorang ingin berusaha sendiri. Hal yang sama mungkin juga bisa mewakili kondisi ibu penjual ayam potong ketika pertama kali buka usaha. Di sini dikategorikan sebagai "exploring entrepreneurs". Lalu dia mulai buka warung, di mana ini menunjukkan dirinya sudah menjadi solo-preneur. Bisa jadi ibu penjual ayam itu juga sudah termasuk solo-preneur. Biasanya solo-preneur ditandai dengan keterlibatan teman, keluarga dan bootstraping.

Nah, jika dia ingin mengembangkan usahanya (scale-up), untuk itu butuh pinjaman modal agar usahanya berkembang, maka dia menjadi "Normal Growth Company". Di sini si pengusaha mulai memikirkan peningkatan revenue (pendapatan). Artinya, dia sudah ingin memperoleh lebih banyak lagi. Ada orang yang berhenti di solo-preneur... tapi ada juga yang berhenti di "Normal Growth Company". Ini akan balik kepada diagram jenis usaha yang tergantung berat ringannya masalah dan juga sedikit atau banyaknya masalah.

Kalau kemudian pengusaha tersebut mulai melebarkan sayap, buka cabang di banyak kota, maka dia bisa dianggap sebagai "High Growth Company". Penghasilan per tahunnya bisa miliaran (kalau sukses). Menarik bukan? Anda ingin menjadi apa? Tidak semua berani bermimpi menjadi "Extreme High Growth Company".

Are you an Entrepreneur?
Don't delay! 
Do it Today! 
Whatever it is...
Scale-up!

Popular Posts