
Saya memulai kelas dengan mengatakan bahwa kita yang ada di kelas ini adalah para "Unreasonable People", orang-orang yang tidak masuk akal. Inspirasi istilah ini dari buku karya John Elkington dan Pamela Hartigan yang berjudul "The Power Of Unreasonable People". Mengapa disebut begitu? Bisnis, yang selama ini dikenal sebagai ajang mengejar kekayaan personal, oleh orang-orang "gila" (unreasonable people) ini diubah menjadi sarana untuk memecahkan masalah-masalah sosial dan membantu banyak orang. Hal ini diperjelas oleh Pak Freddy H. Istanto yang terkenal banyak berkiprah dalam hal budaya melalui the Surabaya Heritage Society (SHS), memang keterpanggilan dirinya untuk menangani masalah budaya ini sama sekali tidak terdorong untuk mencari keuntungan atau uang. Tapi justru hal itu membawa pak Freddy menjadi seorang yang penting dalam hal pelestarian budaya.

Kelas E5 Sosial ini memang akan fokus untuk mengajak mahasiswa memikirkan program kerja nyata di bidang sosial, namun bukan bersifat charity. Untung menjawab tantangan global, program kerja ini dikaitkan dengan MDG (Millenium Development Goals). Ada 8 hal yang bisa menjadi acuan dari misi program mahasiswa, ditambah dengan aspek budaya yang juga bisa digarap sebagai project.
Tantangan yang diberikan barangkali terasa berat, namun di sinilah tugas para fasilitator serta mentor untuk membimbing mahasiswa. Kalaupun dirasa sulit, itu bukan berarti tidak bisa. Untuk menjadi seorang Unreasonable People dalam artian yang positif, memang nampaknya kita harus melakukan sebuah Mission Imposible. Tapi, kata impossible sendiri bisa menjadi I'm possible selama kita yakin dan mau berusaha melakukannya sungguh-sungguh dengan hati. Besar harapan agar mahasiswa saya tetap semangat dan mau berusaha dengan maksimal, selain untuk mendapat nilai yang baik, tapi juga punya keinginan sungguh untuk berbuat sesuatu agar dunia bisa menjadi lebih baik.