Hospitality marketing adalah pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dalam industri/bisnis yang berhubungan dengan hospitality, seperti penginapan, rumah makan, event organizer, dan lain-lain di mana yang mengutamakan keramahtamahan. Namun dalam pembahasan kursus ini hanya dibatasi untuk bidang usaha kuliner, khususnya rumah makan.
Course Roadmap
Deskripsi kursus
Kursus ini memperkenalkan prinsip, konsep dan sistem yang digunakan di bidang pemasaran dalam industri hospitality. Informasi tentang segmentasi pasar, riset pemasaran, hubungan masyarakat, promosi, pengemasan, strategi penetapan harga, dan masa depan pemasaran hospitality.
Tujuan Kursus
Kursus ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menganalisis kebutuhan pemasaran layanan yang khas. Ini bergantung pada studi kasus dunia nyata yang praktis pada berbagai bidang pemasaran yang beragam untuk memberi siswa pengetahuan yang lebih luas tentang isu-isu utama
Fase Pembelajaran
Anda bisa mengunduh (download) file Course Roadmap di sini
Setelah menyelesaikan kursus ini, siswa harus dapat:
Jelaskan dan jelaskan dasar-dasar pemasaran
Mengevaluasi industri hospitality, segmentasi pasar dan menentukan positioning pasar
Identifikasi dan jelaskan metodologi pemasaran yang terkait dengan pengemasan, bahan jaminan dan dukungan promosi.
Terapkan strategi dan penetapan harga untuk memaksimalkan pendapatan
Mengembangkan rencana pemasaran dan anggaran untuk memaksimalkan sumber daya yang terbatas
Menunjukkan pemahaman tentang trend baru dalam teknologi pemasaran (media sosial, aplikasi mobile dan aplikasi E-Marketing) dan bagaimana mereka mengubah pemasaran di industri restoran dan hospitality lainnya.
Fasilitator/Instruktur:
Nur Agustinus
Psikolog, Penulis, Pengajar
Kantor: Bina Grahita Mandiri
Email: agustinus.nur@gmail.com
HP/WA: 0818307319
FB/IG: Nur Agustinus www.nuragustinus.com
Apakah kebenaran itu? Bagaimana kita menganggap sesuatu itu benar atau salah? Apa saja sikap dalam menerima kenyataan yang ada? Bagaimana jika kita salah atau keliru? Silahkan menyimak video yang saya buat ini.
Keperluan seorang wanita akan fashion memang tidak ada habisnya,
dunia fashion yang terus update membuat para wanita-wanita ini mengikuti
tren yang sedang digandrungi. Dengan sebab itulah bisnis fashion wanita
selalu berkembang dan tidak pernah sepi pembeli. Karena wanita itu
mengikuti mengkuti trend maka barang fashion yang di beli bukan
berdasarkan kebutuhan, contoh sederhana aja, perhatikan ada berapa set
sepatu wanita yang ada di rumahnya, tentunya kebanyakan lebih dari satu
set yang dimiliki. Tapi, menjalankan bisnis fashion tidak bisa sekedar
jualan saja.
Karena sangat penting nya hal ini untuk Anda yang
akan memulai usaha ini jangan tanggung-tanggung. Anda juga harus
mengerti dengan dunia fashion tersebut. Jadi, bila Anda ingin sukses
berbisnis di bidang fashion, mengapa tidak bergabung dengan kelas
online: FASHION BUSINESS BASICS, yang dibimbing langsung oleh: Bu Janet
Teowarang (Dosen, desainer dan pemilik usaha fashion Allegra Jane).
Materi yang akan diajarkan antara lain: - Pengetahuan tentang Fashion dan Industri Fashion di Indonesia - Sejarah dan Perjalanan Industri Fashion di Dunia dan Indonesia - Tren bisnis yang terjadi dalam industri fashion di Indonesia - Keterampilan dasar & pengetahuan mendirikan bisnis fashion - Perencanaan mempersiapkan bisnis fashion yang akan dijalankan - Berbagai studi kasus bisnis fashion.
Biaya Rp 1.000.000,- Kelas mulai 21 Mei 2016 dan akan berlangsung selama 12 minggu
Untuk informasi pendaftaran silahkan kontak: Nayla Ipunk, WA +85295302797
Anda ingin membuka usaha warung makan? Ada sebuah buku yang menurut saya bagus dan praktis bagi yang ingin membuat warung makan. Buku ini berjudul "Sukses Mengelola Usaha Warung Makan" ditulis oeh Wulan Ayodya.
Warung makan merupakan usaha skala kecil yang menjual makanan. Kebanyakan warung makan merupakan tempat makan yang sederhana dan dikunjungi oleh kalangan menengah ke bawah. Tetapi banyak pula kalangan kelas menengah ke atas yang makan di sini. Ciri khas warung makan adalah adanya tempat makan dengan ruang dan perabot yang sederhana. Meskipun demikian, banyak warung makan yang menyajikan makanan dengan rasa yang sangat enak dan biasanya dijual dengan harga yang murah.
Saya mencoba membacakan garis besar isi buku ini, bisa dilihat dalam rangkaian seri 8 (delapan) video yang saya buat di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya silahkan beli bukunya langsung.
Bagian 1: Jenis-jenis warung makan
Bagian 2: Tujuh langkah memulai usaha warung makan.
Bagian 3: Survei Pasar & Lokasi, Modal dan Pemasaran
Bagian 4: Tenaga kerja untuk warung makan
Bagian 5: Modal warung makan
Bagian 6: Tips memilih lokasi dan penentuan harga jual
Bagian 7: Pengelolaan Usaha dan Pelayanan Pelanggan
Bagian 8 (terakhir): Mengatasi keluhan pelanggan
Buku ini sangat cocok bagi mereka yang sedang berada pada tahap awal untuk membuka usaha ini. Selain itu, buku ini juga bisa digunakan sebagai panduan bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia ini, tapi ingin mencari informasi tambahan mengenai bisnis mereka untuk mengembangkan usaha.
1. Konsep dasar Manajemen Bisnis
2. Kepemimpinan & Entrepreneurship
3. Pengertian dan Bentuk Usaha
4. Fungsi-Fungsi Manajemen
5. Konsep Dasar Pemasaran
6. Perilaku Konsumen
7. Dasar Manajemen Keuangan
8. Pembelanjaan dan Modal
9. Perilaku Organisasi
10. Analisis Lingkungan Bisnis
11. Komunikasi Bisnis dan Networking
12. Tanggung Jawab dan Etika Bisnis
13. Manajemen Risiko
14. Inovasi dan Pertumbuhan
15. Manajemen Perubahan
Analisis SWOT (Strengths, weaknesses, opportunities, and threats). Analisis SWOT ini merupakan sebuat cara melakukan analisis kondisi internal dan eksternal usaha. Bisa juga dilakukan untuk menganalisis produk. Kedua kekuatan, baik internal maupun eksternal akan menentukan keberhasilan sebuah usaha. Ada perusahaan yang memiliki keunggulan namun tidak dipungkiri ada juga yang memiliki banyak kelemahan. Demikian juga situasi eksternal bisa menjadi peluang atau ancaman tergantung dari bagaimana kondisi usaha tersebut. Dengan melakukan analisis SWOT, kita dapat memilih strategi yang tepat.
Sub Pokok Bahasan
Analisis internal: Kekuatan dan kelemahan
Analisis eksternal: Peluang dan ancaman
Pemilihan strategi berdasarkan analisis SWOT
Tujuan pembelajaran
Setelah mengikuti dan mempelajari materi minggu pertama ini, UC Onliners bisa memperoleh pemahaman tentang bagaimana cara berpikir seorang pemasar dalam menganalisis lingkungan usahanya, baik internal maupun eksternal.
Salam Entrepreneur UC Onliner. Bersama saya Nur Agustinus, kita kembali mempelajari tentang Strategi Pemasaran. Melanjutkan modul yang pertama tentang 3C, kini kita masuk pada analisis SWOT. Analisis SWOT itu adalah singkatan dari Strenghts, Weaknesses, kemudian Opportunities, dan Threats. Empat hal ini, Strenghts adalah kekuatan, Weaknesses adalah kelemahan, Opportunities/ peluang, kemudian Threats adalah ancaman, itu berhubungan dengan apa yang ada di perusahaan kita dan apa yang ada di luar perusahaan kita.
Di luar perusahaan kita tentunya ada beraneka ragam. Ada competitors, ada pelanggan, ada pemerintah, ada apa saja. Nah, kita akan melihat bahwa apa yang ada di perusahaan atau internal perusahaan itu sangat ,mempengaruhi bagaimana nantinya memasarkan sebuah produk atau jasa. Demikian juga peluang dan ancaman yang dari luar itu juga bisa mempengaruhi bagaimana perkembangan dari usaha kita.
Analisis SWOT itu berbicara soal kondisi internal. Kalau kita berbicara kondisi internal, itu bicara tentang kekuatan yang kita miliki dan kelemahan yang ada dalam diri kita. Tentunya dalam kaitan dengan produk dan usaha kita. Sementara di luaran itu ada opportinity, ada peluang dan juga ada ancaman. Ancaman bisa beraneka ragam. Bahkan bisa sekecil sekali pun. Misalnya ada perubahan aturan di jalan raya, di jalan tempat usaha kita berada katakanlah tiba-tiba dipasang rambu dilarang parkir, mungkin itu bisa mempengaruhi pendapatan kita. Jadi, semua ini harus kita analisis. Jangan sampai kita kemudian ceroboh dan kemudian mengabaikkan hal itu.
Dalam modul yang kedua ini, kita akan mempelajari bagaimana melakukan Analisis SWOT yang baik. Kita akan mendalami satu per satu bagaimana menganalisis kekuatan kita, kelemahan kita, peluang yang ada, dan ancaman. Keempat hal inilah yang akan kita pelajari untuk merumuskan strategi yang baik, strategi marketing agar kita bisa menjalankan usaha kita secara entrepreneurial, mampu bersaing, dan lebih baik lagi.
Strenghts and Weakness
Salam entrepreneur UC Onliners. Kali ini bersama saya Nur Agustinus akan membahas mengenai bagaimana menganalisis kekuatan dan kelemahan. Jadi artinya kalau kita membahas dari analisis SWOT, Strenghts,Weaknesses, Opportunities, and Treats, itu ada dua elemen yang pertama, yaitu Strenghts dan Weakness (Kekuatan dan kelemahan) yang sebetulnya merupakan bagaimana kita melakukan pengukuran dari sisi internal organisasi atau perusahaan.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita itu memiliki kelebihan atau kekurangan? Kadang-kadang ada kritik dari analisis SWOT ini bahwa orang cenderung subjektif dalam melakukan penilaian. Misalnya cenderung mngunggul-unggulkan. Jadi, artinya merasa bahwa sumber daya yang dimilikinya itu bagus. Atau mungkin orangnya itu cenderung atau pimpinannya itu pesimis sehingga merasa dirinya kalah dan banyak kekurangannya. Sebetulnya ada banya cara, antara lain misalnya bagaimana kita mengukur apakah sumber daya yang kita miliki itu memang terlatih dengan baik apakah dari sisi financial kita juga kuat atau pun misalnya dari aspek-aspek lain apakah sistem operasi kita itu berjalan dengan efisien dan efektif.
Pada dasarnya adalah kalau kita kembali pada pembelajaran value chain dimana kita melakukan company analysis, di sini kita bisa lihat bahwa operasi atau hal-hal atau faktor-faktor utama atau faktor-faktor pendukung yang ada dalam value chain itu, itulah nanti yang akan dianalisis dalam kaitannya dengan mengukur kekuatan dan kelemahan. Tetapi seringkali orang mengukur hanya sepihak, yaitu mengukur dari dirinya sendiri. Padahal untuk melakukan analisis SWOT, itu harus dibandingkan dengan pesaing. UC Onliner harus ingat, jangan dibandingkan dengan pesaing yang bukan dari segmen pasar yang sama. Misalnya sebuah industri mobil, tentunya tidak bisa dibandingkan antara mobil yang untuk kelas menengah dengan yang untuk kelas premuim (yang harganya mahal). Harus dibandingkan yang setara.
Kalau UC Onliner punya usaha dan tahu pesaing-pesaing mana saja yang mempunyai segmen pasar yang sama, maka usahakanlah untuk membandingkan. Apa yang bisa dibandingkan? Misalnya yang pertama adalah lokasi usaha. Apakah lokasi usaha itu lebih baik atau lebih tidak menguntungkan. Jika lebih baik, maka masukkanlah itu dalam kategori kekuatan. Tapi jika lebih buruk atau lebih tidak menguntungkan, masukkanlah dalam posisi yang kelemahan.
Hal lain misalnya market share/ pangsa pasar. Ini bisa diketahui sebetulnya apakah pelanggan Anda itu lebih banyak daripada pesaing. Kalau lebih banyak, masukkan pada kekuatan, kalau lebih sedikit, masukkan pada kelemahan. Demikian juga misalnya untuk kualitas produk Anda. Bandingkan dengan segmen pasar atau target pasar Anda yang sama. Jadi, kualitas barang yang diminati dari pesaing Anda itu apakah kualitas Anda lebih baik atau lebih buruk. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Demikian juga masalah harga. Apakah harga Anda lebih kompetitif, karena orang toh cenderung di segmen pasar yang sama untuk produk yang sejenis, orang akan memilih akhirnya barang yang lebih murah.
Masalah harga ini tentunya berkaitan dengan policy pricinbg. Artinya sejauh mana UC onliner menentukan margin yang hendak diperoleh. Tentunya kalau kita soal margin, kita akan kembali pada teori value chain. Ada hal-hal yang harus kita amati. Mengapa margin kita itu tipis atau msialnya margin kita itu besar tapi harga kita tidak bisa lebih murah, tentunya biasanya karena biaya-biaya yang lebih besar.
Demikian juga soal pelayanan. Pelayanan ini berhubungan dengan sumber daya manusia. Apakah pelayanan dari usaha kita itu lebih baik atau lebih buruk dari kompetitor. Kalau lebih baik, masukkan pada kekuatan, kalau lebih buruk, masukkan pada kelemahan. Dengan begitu, kita akan bisa menghasilkan sebuah analisis kekuatan dan kelemahan secara objektif. Bukan secara subjektif dalam arti mengumpulkan kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan yang ada atau kemudian mengira bahwa, “O, ini kelemahan saya, kelemahan usaha saya di sini”, dan sebagainya, tanpa membandingkan dengan pesaing. Jadi, untuk menentukan analisis dari internal usaha kita, bandingkanlah dengan pesaing. Demilikanlah mengenai Analisis Strenghts and Weakness.
Opportunities and Threats
Salam Entrepreneur UC Onliners. Setelah kita membahas kekuatan dan kelemahan dalam analisis SWOT, kita akan bahas sekarang mengenai peluang dan ancaman (Opportunities and Threats). Sebetulnya kalau tadi kita telah membahas tentang kekuatan dan kelemahan, itu berarti adalah hal-hal yang ada dalam internal usaha kita. Tentunya karena dalam internal, kita sebetulnya bisa punya akses untuk memperbaiki namun berbeda dengan kondisi di luar kita atau lingkungan eksternal yang bisa menjadi ancaman atau mungkin juga peluang. Barangkali ada orang yang tidak suka dengan kata ancaman, tapi mengartikan sebagai tantangan. Namun lingkungan di luar ini seringkali tidak bisa kita kendalikan. Berbeda dengan lingkungan yang ada di internal kita.
Tentunya lingkungan itu dianggap merupakan ancaman jika keadaan atau perubahan yang terjadi di luar kita memberikan dampak yang negatif. Jadi misalnya membuat turunnya omset penjualan atau mungkin prospek usaha menjadi tidak menentu, itu adalah merupakan ancaman. Berbeda misalnya ketika perubahan-perubahan yang ada di luar kita itu malah memudahkan. Itu bisa mebajdi sebuah peluang.
Sebuah analisis yang kita bisa pakai untuk mengetahui peluang dan ancaman, itu dengan PESTEL analysis, yaitu PESTEL merupakan singkatan dari Political, Environment, Social, Technological, Economic, dan juga Legal atau hukum.
Dari aspek politik, tentunya itu akan mempengaruhi usaha. Memang ada politik yang sifatnya nasional, ada yang sifatnya global. Mungkin ada juga politik yang sifatnya sangat-sangat regional atau sangat-sangat kecil. Ini bisa mempengaruhi usaha kita. Demikian juga masalah lingkungan. Itu bisa juga memberikan dampak yang positif maupun yang negatif. Kalau kita bicara sosial, perubahan sosial, perubahan gaya hidup juga akan memberikan peluang tapi sekaligus bisa memberikan ancaman. Teknologi juga sama. Perkembangan teknologi, kalau kita bisa mengikutinya dengan baik, maka itu akan membawa dampak yang positif. Bagaimana pun juga teknologi bisa mendongkrak atau meleverage usaha kita. Namun juga teknologi kadang-kadang kalau kita tidak bisa mengadopsinya dengan baik, itu akan menjadi ancaman. Ekonomi, keadaan inflasi, juga perubahan aturan perdagangan di dunia misalnya. Itu juga akan mempengaruhi usaha kita. Masalah hukum juga sama. Kadang-kadang perubahan peraturan, perubahan regulasi, kalau misalnya itu memudahkan, tentunya akan memberikan suatu peluang, tetapi apabila itu semakin menyulitkan, justru bsia menyebabkan sebuat masalah.
Kalau kita bisa merinci satu per satu, apa-apa saja yang dari keenam aspek ini itu memberikan dampak positif, maka kita bisamasukkan sebagai sebuah peluang, sementara kalau dampaknya negatif untuk usaha kita, itu akan menjadi sebuah ancaman.
Kalau kita kembali pada analisis SWOT, kita nanti akan bisa menimbang-nimbang apakah posisi usaha kita ini lebih banyak peluangnya atau lebih banyak ancamannya. Seperti tadi apakah lebih banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya. Nantinya dari semua ini kita akan pelajari untuk video pembelajaran berikutnya mengenai bagaimana strategi jika kita mempunyai kondisi-kondisi tertentu.
Demikian mengenai analisis SWOT khususnya Opportunities and Threats.
Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
Salam entrepreneur UC Onliner. Kini kita masuk pada video terakhir di minggu ke-2, yaitu mengenai analisis SWOT tentang bagaimana menerapkan analisis SWOT ini ke dalam sebuah strategi. Kalau kita lihat dari video-video pembelajaran sebelumnya tentang bagaimana mengukur kekuatan-kelemahan, demikian juga menimbang antara peluang dan ancaman, maka kita bisa mengetahui apakah posisi kita itu banyak kekuatannya atau lebih banyak kelemahannya dan apakah lebih banyak peluangnya atau sebaliknya malah lebih banyak ancamannya. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa posisi kita itu memiliki kekuatan yang lebih baik (Strengths-nya tinggi, dan ooportunity-nya tinggi), dengan demikian strategi yang dipakai yaitu strategi yang disebut dengan SO atau Strengths Opportunity, dimana strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Ini adalah strategi yang pertama, yaitu Strategi SO.
Kemungkinan yang lain adalah, kita mungkin tidak punya kekuatan yang banyak. Artinya dibandingkan kompetitor kita, kita cenderung lebih banyak weaksesses-nya. Tapi sebetulnya peluang yang ada itu bagus. Maka strategi yang diambil adalah strategi Wo (Weaknesses Opportunity). Yaitu strategi dimana kita bisa meninimalkan kelemahan-kelemahan yang ada tetapi kita bisa memanfaatkan peluang.
Kadang-kadang perusahaan kita tidak seberuntung itu, yaitu lebih banyak Threats-nya. Tapi di sisi lain kita punya kekuatan. Dibandingkan pesaing yang ada kita lebih unggul. Maka strateginya adalah Strengths Threats, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan kita untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada. Jadi kita berasaha mengatasi dengan kekuatan-kekuatan kita karena kalau kita bisa mengatasi hal ini tentunya ini akan membuat produk kita lebih baik.
Yang terakhir, posisi kita mugkin buruk sekali. Yaitu dalam posisi yaitu banyak kelemahan dan juga banyak ancaman. Artinya WT (Weaknesses Threats). Nah, memang ini ada strategi dimana meminimalkan kekurangan yang ada, bagaimana kita segera melakukan peningkatan atau mengimprove diri kita supaya lebih baik, dan kita harus pandai-pandai untuk menghindari ancaman yang ada. Ada strategi dimana ketika ada ancaman, itu bukan dihadapi karena tentu saja kalau kita misalnya tahu di depan kita ada ancaman yang besar, apabila kita lemah, maka cara terbaik adalah menghindar. Yaitu bisa strategi gerilya danm lain sebagainya.
Ada juga strategi marketing yang sifatnya ofensif. Itu biasanya dilakukan oleh yang kuat dan berpeluang besar. Tapi ada yang difensif, misalnya adalah ancamannya banyak tapi dia kuat. Dia akan defensif. Demikian juga yang tadi, banyak kelemahan dan banyak ancaman, startegi yang paling baik adalah dengan bergerilya. Itu juga dilakukan dalam bentuk-bentuk kemiliteran ketika menghadapi lawan yang lebih kuat, tapi peluangnya tipis maka kita tidak bisa berhadapan langsung, namun kita harus melakukan cara-cara cerdik.
Memang kalau kita tahu kekuatan dan kelemahan kita, tahu kekuatan dan kelemahan pesaing kita juga, kite lebih juga membuat strategi dan juga taktik dalam hal melakukan pemasaran.
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya, misalnya franchise dan akuisisi. Secara sederhana ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri dengan mengikuti aturan perdagangan yang berlaku (Berdokumen). Bagi kita yang tidak memiliki perusahaan, mungkin akan merasa tidak begitu ingin tahu tentang ekspor. Bisa jadi, kita hanya sebatas tahu bahwa ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain. Untuk itu, kita perlu mempelajari tentang bagaimana memasuki pasar ekspor, prosedur pertukaran barang mulai dari segi peraturan, kepabean, shipping atau pengiriman barang, maupun perbankan. Hal-hal tersebut sangatlah saling berkaitan. Ini akan dibahas dalam kelas online "Menembus Pasar Ekspor".
Pengajar: Ir. Budhi Wibowo
Tujuan Umum
Peserta memiliki pemahaman dan insight mengenai bagaimana menembus pasar ekspor sehingga bisa mempunyai gambaran serta pengetahuan untuk memulai mengembangkan pasar di manca negara.
Tujuan Khusus
• Agar memiliki keinginan dan kemampuan menjadi seorang entrepreneur bergerak di bidang ekspor.
• Agar mampu menciptakan peluang usaha yang lebih besar di luar negeri.
• Agar termotivasi untuk menumbuhkan usahanya, melalui pengambilan resiko yang terukur.
• Agar bisa terus berinovasi dan mempersiapkan diri memasuki pasar global.
Materi Pembelajaran
• Tidak perlu takut melakukan ekpor (Mengetahui produk yang layak dijual ke pasar global)
• Persyaratan menjadi eksporter
• Beberapa contoh profil pengusaha UKM yang sukses ekspor
• Tahapan ekspor
• Menghitung Biaya dan harga jual
• Sistem Pembayaran Internasional
• Cara mendapatkan buyer
Pembelajaran Startup Mindset dengan referensi buku Startup Mindset telah dimulai tanggal 15 November 2014. Materi minggu pertama bisa disimak dalam bentuk video di mana membahas apa yang ada dalam bab 1 buku Startup Mindset.
Gamification (Gamifikasi) adalah penerapan teknik dan strategi dari sebuah permainan ke dalam konteks nonpermainan untuk menyelesaikan suatu masalah. Metode ini bekerja dengan cara membuat materi atau teknologi menjadi lebih menarik dengan mendorong pengguna untuk ikut terlibat dalam perilaku yang diinginkan.Berikut beberapa video presentasi tentang gamification.
Gamification - 1. Introduction
What is Gamification? A Few Ideas.
Gamifying Sustainability - Changing Behavior with Fun: Christian Kaufmann at TEDxYouth@Adliswil
TEDxKids@Brussels - Gabe Zichermann - Gamification
Gamification to improve our world: Yu-kai Chou at TEDxLausanne
TEDxSantaCruz: Catherine Aurelio - Gamification
The Future of Creativity and Innovation is Gamification: Gabe Zichermann at TEDxVilnius
The Gamification of Education: Gavin Pouliot at TEDxYouth@IFTA
Ketika di awal tahun 2011 saya mulai mengelola sebuah pusat pembelajaran jarak jauh (distance learning), saya melihat bahwa ini memang akan menjadi sebuah trend model pendidikan di masa mendatang. Apalagi kini makin banyak open course (kuliah terbuka) yang dilakukan secara massal. Istilahnya adalah MOOC (Massive Online Open Course) seperti yang dilakukan oleh Coursera, Udacity, edX dan lainnya.
Generasi masa mendatang, nampaknya tidak harus lagi mengambil kuliah di sebuah perguruan tinggi, tapi bisa mengumpulkan kredit dari berbagai mata kuliah yang diikuti lewat program MOOC yang diselenggarakan oleh berbagai universitas terkenal. Kini, tempat saya mengajar kelas online, yakni di Universtas Ciputra, juga telah menjadi penyelenggara pertama MOOC di Asia. Mereka yang mau belajar bisa memilih sendiri materi-materi yang diminati. Ini akan menjadi terobosan yang luar biasa. Terlebih lagi, kebanyakan program MOOC ini adalah gratis. Tentu, orang bertanya-tanya, apakah pembelajaran online ini efektif atau tidak? Atau, kalau MOOC ini gratis, bagaimana model bisnisnya agar bisa berkelanjutan? Saya coba tampilkan beberapa infographics untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.