7 Jan 2022

The Manhattan Abduction - Linda Cortile Napolitano (30 November 1989)

 


One day, one drawing
Gambar: Vito Pranaya
Edit & pewarnaan: Nur Agustinus
 
Linda Cortile atau Linda Napolitano mengalami penculikan oleh alien yang terjadi pada 30 November 1989. Pada waktu itu, Linda tampak melayang—dalam arti sebenarnya, dari apartemennya di Manhattan, dekat jembatan Brooklyn, lalu masuk ke dalam pesawat UFO yang juga tampak melayang di dekat gedung apartemennya. Linda adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan dua orang anak. Kira-kira pukul 03.00 pagi, ia tampak melayang keluar dari jendela apartemennya di lantai 12, menuju sebuah wahana UFO yang berkilauan.
 
Berdasarkan penuturannya pada Budd Hopkins, seorang peneliti kasus-kasus alien abduction, waktu itu Linda baru saja selesai mencuci baju, dan akan tidur. Karenanya, waktu itu dia mengenakan gaun putih yang biasa dikenakan untuk tidur. Namun, tiba-tiba, ia mengalami kelumpuhan, dan melihat ada tiga makhluk aneh berdiri di kamarnya. Linda sebenarnya berusaha melempar bantal ke arah sosok-sosok aneh itu, namun tiba-tiba ia merasa semuanya gelap. Ia pingsan. Suami Linda, yang tidur di sampingnya, tertidur pulas dan tidak tahu apa yang terjadi waktu itu.
 
Salah satu saksi mata yang melihat peristiwa melayangnya Linda dari apartemen tingkat 12 ke sebuah pesawat UFO, adalah Janet Kimball. Waktu itu, Janet sedang mengemudi melewati jembatan Brooklyn menuju Manhattan, dalam perjalanan pulang ke wilayah utara New York, setelah menghadiri sebuah pesta malam hari. Di antara saksi-saksi yang telah ditemui Budd Hopkins, yang paling misterius adalah dua orang pria, yang menyebut diri mereka sebagai Richard dan Dan (mereka tidak pernah menyebutkan nama lengkap). Ketika Hopkins sedang berusaha mencari para saksi mata yang menyaksikan peristiwa Linda melayang dari apartemennya, datang sebuah surat yang ditandatangani oleh Richard dan Dan. Ketika mereka bertemu, Richard dan Dan mengaku kalau mereka adalah pegawai keamanan yang bekerja pada sebuah biro (tidak disebutkan nama bironya). Pada dini hari itu, mereka sedang mengawal seseorang, yang kemudian diketahui secara luas sebagai Javier Perez de Cuellar, Sekjen PBB waktu itu.
 
Karena pengakuan itu pula, Javier Perez de Cuellar diduga ikut menyaksikan peristiwa aneh tersebut—tubuh Linda yang melayang dari apartemennya di lantai 12, dan masuk ke sebuah pesawat UFO. Bahkan, selain de Cuellar, konon ada dua pejabat AS dan dua pejabat asing lain di sana, termasuk Perdana Menteri Kanada, Brian Mulroney. Semuanya ada dalam satu rombongan, dan diperkirakan mereka semua menyaksikan sesuatu yang disaksikan Richard dan Dan. Karena menyaksikan hal aneh itu pula, Javier Perez de Cuellar dan para pengawalnya waktu itu terlambat datang ke pangkalan helikopter di Governor’s Island (waktu itu menjadi salah satu instalasi militer di pelabuhan New York).Budd Hopkins mengulas kasus ini dalam bukunya yang berjudul “Witnessed: The True Story of the Brooklyn Bridge Abduction”, terbit tahun 1996.
 

6 Jan 2022

Travis Walton UFO incident (5 November 1975)

 


 Insiden UFO Travis Walton adalah peristiwa penculikan alien terhadap seorang pekerja kehutanan Amerika yang bernama Travis Walton pada tanggal 5 November 1975. Saat itu  dia sedang bekerja di Hutan Nasional Apache-Sitgreaves dekat Snowflake, Arizona.

Saat mengendarai truk dengan enam rekan kerjanya, mereka melihat benda berbentuk piring melayang di atas tanah sekitar 110 kaki jauhnya, membuat dengungan bernada tinggi. Walton mengklaim bahwa setelah dia meninggalkan truk dan mendekati objek, seberkas cahaya tiba-tiba muncul dari pesawat dan membuatnya pingsan. Enam pria lainnya ketakutan dan segera pergi. Walton mengklaim bahwa dia terbangun di sebuah ruangan seperti ruang medis, sedang diamati oleh tiga makhluk pendek yang botak. Dia mengklaim bahwa dia berkelahi dengan mereka sampai seorang makhluk yang mengenakan helm membawa Walton ke ruangan lain, di mana dia pingsan ketika tiga makhluk lainnya mengenakan topeng plastik bening di wajahnya. Walton mengklaim dia tidak ingat apa-apa lagi sampai dia menemukan dirinya berjalan di sepanjang jalan raya lima hari kemudian.

Saat hilang, Walton sempat berhari-hari dicari dengan anjing pelacak dan helikopter. Kasus Walton menarik perhatian banyak peneliti UFO dan tetap menjadi salah satu cerita penculikan alien yang paling terkenal. 

Pada tahun 1978, Walton menulis sebuah buku tentang kasus penculikannya yang berjudul The Walton Experience, yang diadaptasi menjadi film Fire in the Sky (1993).

4 Jan 2022

UFO Dwikora (18-24 September 1964)

 
Dalam buku "UFO Salah satu dunia masa kini" karangan Bpk. J. Salatun diceritakan bahwa tahun 1964, UFO pernah lewat di Surabaya mengganggu Dwikora. Muncul selama seminggu penuh mulai tanggal 18 sampai 24 Sep 1964. Nampak dengan mata telanjang maupun lewat radar. Muncul di daerah segitiga: Surabaya, Malang dan Bangkalan. UFO-UFO itu bahkan sempat ditembaki dengan meriam artileri pertahanan udara kita. Namun ya nggak ada yang jatuh. Dikabarkan salah satu dari UFO itu juga pernah mendarat di sebelah selatan Surabaya.
 
Benda-benda tak dikenal itu mulai beraksi sesudah matahari terbenam dan menghilang menjelang fajar menyingsing. Benda-benda itu ada yang bergerak seperti pesawat terbang atau helikopter biasa, tetapi ada pula yang melakukan olah gerakan yang serba mendadak. Aktivitas benda-benda terbang yang aneh itu dipusatkan di dalam daerah segitiga Surabaya-Malang-Bangkalan. Keadaan cuaca di daerah kejadian selama minggu itu adalah cerah.
 
Benda-benda aneh itu menurut deskripsi para saksi mata adalah benda hitam yang kadang-kadang memperlihatkan ekor api yang lebih panjang dari api gas buang pesawat pancar gas yang sedang menyalakan “afterburner”nya. 
 
Meskipun bentuk badannya tersembunyi di kegelapan malam, ia membawa lampu yang sangat terang di bagian bawahnya. Seorang saksi kebetulan melihat bentuk badannya yang memantulkan cahaya dari bawah dan menggambarkannya seperti sebuah mangga oleh karena berbentuk elipsoida yang berwarna hijau kebiru-biruan. Saksi mata lain menggambarkan cahaya UFO itu seperti lampu belakang mobil.
Seorang penerbang Angkatan Udara yang pada suatu malam kebetulan berada di dekat kota Porong melukiskannya sebagai bulat seperti rambu lalu lintas akan tetapi menyala merah padam dan tampak melayang ke arah Surabaya tanpa berbunyi sama sekali. Benda-benda itu kadang-kadang memancarkan bunyi mendengung seperti sebuah gasing yang sama sekali berbeda dengan bunyi pesawat pancar gas maupun pesawat piston.
 
Ciri khas dari kasus UFO Dwikora Surabaya ialah bahwa benda-benda terbang tak dikenal itu disambut dengan tembakan-tembakan gencar dari meriam-meriam artileri pertahanan udara kita. Di dalam sejarah UFO sambutan dengan tembakan meriam penangkis serangan udara lainnya hanyalah terjadi di Kepulauan Kurillen yang diduduki oleh Uni Sovyet pada awal tahun 60-an. UFO itu ternyata tidak mempan ditembak dengan meriam, oleh karena tidak ada sebuah pun yang berhasil ditembak jatuh. 
 
Dari pengamatan dengan radar ternyata, apabila tembakan kita mengenai sasarannya, mereka segera mengubah ketinggiannya. Mereka itu terbang tidak tinggi, hanya sekitar 1200 m saja. Dengan gencarnya tembakan artileri sasaran udara di atas daerah yang padat penduduknya, tidak dapat dihindarkan jatuhnya korban. Beberapa orang yang sedang duduk di luar rumah mereka di daerah Sidoarjo terkena pecahan peluru meriam. Mungkin mereka sedang menikmati kesejukan hawa malam sehingga kurang memperhatikan adanya bahaya udara.
 
Diterobosnya pertahanan udara Surabaya oleh benda-benda terbang yang tak dikenal serta ekses-ekses yang timbul dari meriam-meriam penangkis serangan udara dengan sendirinya menimbulkan keresahan sosial. Maka dari itu pada tanggal 8 Oktober 1964 Pejabat Presiden Dr.J.Leimana merasa perlu untuk mengeluarkan imbauan agar masyarakat ramai tetap tenang dan tidak menimbulkan suasana yang keruh serta dilarang untuk membuat desas-desus dan tafsiran-tafsiran.

Mantell UFO Incident (7 Januari 1948)


Peristiwa Thomas Mantell atau yang lebih dikenal sebagai “Mantell UFO Incident” adalah sebuah peristiwa tewasnya Thomas Francis Mantell Jr, seorang personil Angkatan Udara yang mumpuni dan berbakat dari Kentucky Air National Guard pada tahun 1948, atau setahun setelah Tragedi Roswell atau Roswell Incident di tahun 1947. Thomas Mantell juga sekaligus menjadi pilot pertama yang tewas karena mengejar objek terbang tak dikenal yang misterius tersebut.

Insiden Thomas Mantell ini merupakan sebuah peristiwa penampakan Benda Terbang Tak Dikenal atau Unidentified Flying Object (UFO) yang fenomenal dimana ketika itu tampak di langit Amerika Serikat, tepatnya di atas negara bagian Kentucky, sebuah UFO yang melayang-layang selama beberapa jam.

Pada tanggal 7 Januari 1948, dari pagi hari hingga petang didapat benyak laporan tentang penampakan objek atau benda terbang tak dikenal yang melayang diatas daerah Kentucky. Penampakan di negara bagian Kentucky terjadi di beberapa kota, seperti di pangkalan Fort.

Pukul 1:45, Sersan Quinton Blackwell melihat dari menara pengawas di Fort Knox, sebuah objek terbang tak dikenal yang memiliki ciri-ciri yang sama dari laporan warga. Dua orang lain juga mengaku melihatnya, mereka mengatakan objek terbang itu berwarna putih dan terlihat selama satu setengah jam.

Komandan markas Fort Knox, Kolonel Guy Hix memberikan informasi benda itu berwarna sangat putih. Jika dibandingkan dengan ukuran Bulan jika dillihat dari Bumi, benda itu berukuran seperempat bulan dan memiliki garis garis merah di bagian bawahnya.

Tak tinggal diam, pihak militer Amerika melalui komando segera menerbangkan empat buah P-51 Mustang dari Squadron 165 di Kentucky National Air Guard yang salah satu pesawatnya dipiloti oleh Thomas Francis Mantell. Komunikasi radio yang terjalin antara empat pilot dan menara pengawas ATC dilakukan oleh Sersan Blackwell.

Tak berapa lama berselang setelah keempat pesawat itu tinggal landas untuk mencegat (intercept) objek terbang tak dikenal, salah satu pesawat itu berhenti melakukan pengejaran karena kehabisan bahan bakar dan pulang ke pangkalan.

Saat itu tinggal tiga orang pilot yang tersisa yaitu Clemmons, Mantell dan Letnan Hammond. Mereka masih mengejar objek itu hingga ketinggian 22.500 kaki atau 6.858 meter.

Tetapi akhirnya Clemmons dan Hammond juga tidak melanjutkan pengejaran karena cadangan oksigen dalam pesawat telah menipis. Mereka berdua kembali ke pangkalan. Namun Mantell tetap nekat mengejar UFO itu hingga ketinggian 25.000 kaki atau 7.620 meter, yang kemudian diduga bahwa hal inilah yang membuatnya mengalami kekurangan oksigen.

Mantell diduga mengalami hipoksia atmosfer atau atmospheric hypoxia, yaitu keadaan yang dapat terjadi secara alami pada ketinggian yang tinggi. Atmospheric hypoxia mengacu pada kondisi kadar oksigen rendah di atmosfir hingga membuat Mantell kehilangan kontrol, dan akhirnya pesawatnya tak terkendali, menukik jatuh berputar-putar hingga menuju daratan.

Pesawat yang dipiloti Mantell jatuh di sebuah peternakan dekat pemukiman warga di selatan kota Franklin, yang berada di perbatasan antara Kentucky dengan Tennesse. Warga setempat dibuat kaget karena mendengar bunyi ledakan yang keras ketika pesawat itu terhempas.

Beredar rumor, bahwa pesawat Mantell telah ditembak jatuh, atau telah dilumpuhkan oleh sejenis laser dari UFO itu, dan pihak militer sengaja menutup-nutupinya. Ada informasi juga yang mengatakan bahwa di jasad Mantell terdapat sebuah lubang aneh bekas senjata pesawat UFO itu. Thomas Francis Mantell (30 Juni 1922 – 7 Januari 1948 / usia 25 tahun) kemudian disemayamkan di pemakaman nasional Zachary Taylor.

3 Jan 2022

The Kinross Incident (23 November 1953)

 

 
(Gambar oleh Vito Pranaya dan Nur Agustinus)
 
Salah satu insiden yang berkaitan dengan UFO dan Alien adalah misteri hilangnya pesawat F-89 Scorpion milik Angkatan Udara Amerika Serikat atau USAF. Insiden ini sampai sekarang dikenal dengan "The Kinross Incident".
 
Kejadian ini bermula pada 23 November 1953 saat itu hari menjelang senja, ketika radar pangkalan udara Salt Ste, Marie, Michigan menangkap sinyal sebuah objek asing terbang melewati Sault Locks. Objek ini tidak dapat teridentifikasi sehingga mereka melepaskan Pesawat Jet F-89 Scorpion terbang mengejar objek asing tersebut.
 
Pesawat buatan Northrop Corporation itu dipiloti oleh Felix Moncla dan Co-Pilotnya Robert L. Wilson melesat dengan kecepatan 500 mil/jam dan sempat berdekatan pada ketinggian 8000 kaki namun saat itu mereka kesulitan membaca radar sehingga mereka harus dipandu operator radar di darat.
 
Operator radar di darat melaporkan saat pesawat Moncla terbang dengan kecepatan 500 mil/jam dan berpapasan dengan obyek asing itu berada di wilayah danau Superior bagian utara di ketinggiaan 7.000 kaki. 
 
Namun secara tiba-tiba, posisi pesawat Moncla dan obyek tak dikenal itu menghilang begitu saja di radar. Sebuah pencarian besar-besaran untuk menemukan posisi Moncla pun nihil. Tidak ada puing-puing pesawat yang hancur di sana. Otoritas penerbangan Kanada hanya berujar jika pesawat yang dikemudikan Moncla lenyap begitu saja saat berpapasan dengan obyek misterius yang tak diketahui itu.

Misteri hilangnya Frederick Valentich

 


Pada 21 Oktober 1978, Frederick Valentich yang berusia 20 tahun menyewa pesawat bermesin tunggal dari Bandara Moorabbin di Victoria, untuk menuju ke King Island Tasmania. Tetapi hal-hal berubah menjadi mengerikan ketika dia menyadari bahwa dia sedang diikuti oleh pesawat lain, yang dia gambarkan sebagai UFO. Satu-satunya petunjuk yang tertinggal adalah percakapan radio antara dia dan Pengatur Layanan Airflight Melbourne, Steve Robey. Saat itu, pada jam 7 malam, Valentich mengirim radio untuk menanyakan apakah ada pesawat yang dikenal di daerah itu, tepat setelah dia melihat sesuatu yang terbang di atasnya. Robey memberitahunya bahwa tidak ada lalu lintas yang diketahui di daerah itu dan bertanya seperti apa jenis pesawat itu. Ketika transmisi berlanjut, hal-hal menjadi semakin mengerikan, di mana Valentich melaporkan bahwa pesawat misterius itu "bermain" dengannya.
 
"Kelihatannya dia memainkan semacam permainan," katanya. "Dia terbang di atas saya dua, tiga kali, pada suatu waktu dengan kecepatan yang tidak dapat saya identifikasi."
 
Percakapan berlanjut dengan pengontrol yang mencoba mendapatkan informasi lebih banyak tentang apa sebenarnya objek itu.
 
Valentich menggambarkan bahwa itu kelihatan panjang, metalik dan dengan lampu hijau. Pada satu titik pesawat itu hilang sebelum tiba-tiba muncul kembali di sisi lain.
 
Pada titik inilah Valentich mengatakan kata-kata terakhirnya yang menakutkan: "Ini melayang dan ini bukan pesawat terbang."
 
Ada keheningan selama 17 detik sebelum transmisi tiba-tiba terputus.
 
Pencarian ekstensif dilakukan di air dan darat di sekitarnya, tapi Valentich maupun indikasi tempat tabrakan tidak pernah ditemukan. Insiden ini mendapat perhatian dunia dan memicu banyak teori bahwa Valentich diculik oleh UFO.

2 Jan 2022

Battle of Los Angeles (24-25 Februari 1942)


 

Pertempuran Los Angeles (yang dikenal juga sebagai The Great Los Angeles Air Raid) adalah nama yang diberikan beberapa sumber tentang rumor penyerangan musuh yang disertai rentetan tembakan artilleri anti pesawat di atas langit Los Angeles, California. Dalam peristiwa ini, pasukan Amerika berhadapan dengan benda asing yang terbang secara misterius yang dikenal sebagai benda Terbang Aneh. Insiden ini terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Februari 1942 (beberapa bulan setelah Presiden Franklin Delano Roosevelt mendeklarasikan perang terhadap Jepang) dan menyebabkan 5 warga sipil tewas.

Tanggal 24 Februari 1942, pukul 19.18 malam, militer Amerika mengeluarkan peringatan bahaya. Kerlap-kerlip cahaya terang yang tidak dikenal terpantau oleh pangkalan militer. Namun peringatan bahaya itu dicabut pada pukul 22.23. Kemudian tanggal 25 Februari 1942, pukul 1.44 pagi, radar militer menangkap pergerakan benda terbang tak dikenal. Sesaat kemudian, objek asing tersebut menghilang dari pantauan radar. Jam 2 pagi, Radar kembali menangkap objek asing itu sekitar 120 mil dari lepas pantai California dan dikonfirmasi oleh dua radar lainnya. Objek itu terus dipantau oleh radar hingga 3 mil menuju Los Angeles. Para penduduk Culver City panik, malam itu sebuah objek terbang raksasa diiringi objek-objek yang lebih kecil terlihat memenuhi langit. Saat itu, belum genap tiga bulan penyerangan Jepang ke Pearl Harbor. Para penduduk mengira Culver City sedang diserang oleh musuh. Suara sirene mengaung-ngaung di seluruh Los Angeles. Otoritas setempat segera meminta penduduk Culver City untuk tetap didalam rumah lalu memerintahkan pemadaman listrik total. Ribuan personel tentara diperintahkan bersiaga. Brigade 37 artileri tiba di Culver City. Delapan lampu sorot segera diarahkan ke langit yang gelap untuk mencari objek misterius itu. Dan kemudian, serempak, delapan sorot cahaya mengarah ke sebuah objek yang sama. Persis diatas mereka, di ketinggian 12.000 kaki, terlihat sebuah pesawat raksasa menggantung diam seperti sebuah lentera. Brigade 37 mulai melepas tembakan. Suara bising tembakan memecah kesunyian pagi. Sekitar 1.400 peluru anti pesawat ditembakkan secara beruntun tapi pesawat itu tidak bergeming sedikitpun. Pejabat militer segera memerintahkan para pilot pesawat tempur pencegat ke-4 disiagakan. Tembakan Brigade 37 terus dilakukan secara sporadis. Tembakan sudah dilancarkan hampir satu jam dan belum ada tanda-tanda kerusakan pada pesawat misterius tersebut. Kemudian, secara perlahan-lahan, pesawat itu beserta iringannya bergerak menuju Long Beach dan menghilang. Otoritas setempat segera memerintahkan penyalaan listrik. Pada pagi itu terlihat beberapa gedung rusak akibat pertempuran singkat itu. 5 penduduk sipil tewas, sebagian tewas akibat peluru nyasar dan lainnya meninggal terkena serangan jantung akibat ketakutan. 


(Sumber Wikipedia)

Popular Posts